Begini Peraturan Olimpiade Tokyo 2020 Dalam Masa Pandemi Covid-19

Begini Peraturan Olimpiade Tokyo 2020 Dalam Masa Pandemi Covid-19

logo Olimpiade Tokyo 2020 (sumber gambar: the-afc.com)


Perhelatan Olimpiade 2020 Tokyo akan segera dimulai sebentar lagi. Tepatnya ajang pesta olahraga 4 tahunan itu, akan berlangsung selama 16 hari dari sejak tanggal 23 Juli 2021 sampai dengan tanggal 08 Agustus 2021..


Pada Olimpiade nanti, total ada 46 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 8 diantaranya adalah cabang olahraga baru serta 339 nomor yang diperlombakan..


Meski Olimpiade kali ini berlangsung dalam masa Pandemi Covid-19, namun kemeriahan dan gegap gempitanya bakal tetap dirasakan oleh mereka yang akan mengikutinya. Tentu saja hal ini dikarenakan mereka sudah sangat menantikannya sejak dari tahun lalu..


Maklum, event ini seharusnya digelar tahun kemarin. Akan tetapi oleh sebab adanya Pandemi yang sudah berlangsung dari sejak awal tahun 2020 lalu, maka penyelengaraannya diundur ke tahun ini. Dan pastinya mereka tetap antusias sekali untuk berpartisipasi di Olimpiade yang edisi ke-32 ini, walau harus menunggu selama setahun..


Lalu, adakah yang berbeda antara pelaksanaan Olimpiade tahun ini dengan Olimpiade-olimpiade sebelumnya, mengingat event ini digelar masih dalam situasi Pandemi? Oh tentu saja ada. Salah satunya adalah Olimpiade kali akan digelar tanpa penonton..


Selain itu untuk peraturan atau teknis pertandingan pun juga ada yang berbeda dari kompetisi- kompetisi olahraga secara umum atau yang pernah ada di Olimpiade sebelumnya. Tujuannya adalah agar Olimpiade 2020 ini berjalan sukses lancar, tanpa terganggu oleh sebab akibat Pandemi yang masih belum usai sampai dengan saat ini..



logo lain dari Olimpiade Tokyo 2020 (sumber gambar: wikipedia.com)



Dan seperti inilah peraturan khusus yang berlaku selama Olimpiade Tokyo tahun 2020:


1. Semua pertandingan atau kompetisi olahraga, harus dimulai dan diakhiri sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.


2. Ketika ada atlet yang dinyatakan positif Covid-19, maka atlet tersebut tidak akan didiskualifikasi namun akan dinyatakan DNS (Did Not Start). Meski demikian, aturan ini tidak berlaku apabila para atlet melanggar peraturan yang ada di panduan.


3. Jika memungkinkan, atlet yang kena Covid-19 tersebut dan kemudian dinyatakan DNS, maka posisinya bisa diganti oleh atlet lain dan pertandingannya harus segera dilaksanakan.


4. Atlet atau tim tidak akan kehilangan hasil minimal yang diperoleh, jika kebetulan hasil test mereka dinyatakan positif Covid-19. Selain itu jika ada seorang atlet atau sebuah tim yang mencapai final (dengan catatan hanya memainkan dua kontestan di final) namun tak dapat bertanding karena akibat positif Covid-19, maka atlet atau tim tersebut langsung mendapatkan medali perak atau peringkat 2.


Jika mengacu pada poin-poin peraturan di atas, menurut penulis (pendapat pribadi) terasa lebih fair dan adil buat atlet atau tim yang akan bertanding nanti. Soalnya di sini lebih mengakomodir kepentingan atlet atau tim itu sendiri. Terutama dalam hal ini terkait pencapaian dan hasil pertandingan mereka nanti..


Tentu semua pihak tak mau dirugikan dong, dengan hal-hal atau kejadian yang tak terduga sebagaimana yang pernah dialami oleh tim bulutangkis Indonesia di ajang All England tahun 2021 lalu. Sebab peristiwa tersebut juga sangat berkaitan sekali dengan Pandemi Covid-19.. 


Ya semoga saja kejadian apes yang menimpa tim Indonesia pada bulan Maret kemarin itu, menjadi cambuk buat semua (terkhusus buat panitia Olimpiade setempat) supaya bisa membuat atlet atau tim yang akan bertanding merasa aman dan nyaman, selama gelaran Olimpiade 2020 ini berlangsung..


Oke demikian informasi yang bisa kami bagikan padsa kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekeliruan di dalamnya..


*diolah dari berbagai sumber
Posting Komentar