Bertaruh Dengan Waktu Untuk Tristan Alif Naufal
BERTARUH DENGAN WAKTU
Banyak orang berdecak kagum dan bahkan memberi pujian setinggi langit terhadap aksi bocah ini dalam mengolah si kulit bundar di dalam 2 video di atas..
Bahkan yang lebih fantastis, ada yang meramalkan kalau dia nanti akan jadi pemain sepak bola hebat dunia serta memberikan banyak prestasi sekelas Lionel Messi atau CR7 (Cristiano Ronaldo) sekarang ini. Karena konon secara skill individu, itu bocah kemampuan bermain bolanya bisa disamakan dengan kedua pemain dunia yang saya sebutkan di atas..
Akan tetapi pertanyaan kemudian muncul adalah: pantas dan wajibkah, pujian dan harapan yang dia terima atas aksi-aksi penampilannya tersebut, terutama untuk saat-saat ini?
Menurut kaca mata umum; mungkin pantas sebab skill bermain bola untuk bocah seukuran dia, sangat di atas rata-rata. Dan mungkin juga wajib, kita memberikan apresiasi serta harapan yang tinggi terhadap pemain yg baru berusia 7 1/2 tahun tersebut..
Kenapa demikian? Karena tak banyak pemain bola yang usianya masih bocah, namun skillnya sudah bisa disamakan dengan bintang sepak bola dunia yang sedang meroket pada saat ini (Messi dan CR7). Bahkan mungkin dia yang pertama di Indonesia..
Tristan Alif Naufal ketika menunjukan skillnya di hadapan Josep Guardiola, yang notabene merupakan pelatih sepakbola kelas dunia (sumber gambar: tribbunnews.com)
Mungkin sebagian dari kita akan menganggap ini terlalu berlebihan. Atau bahkan mungkin ini terlalu halu, untuk ukuran olahraga sepak bola di Indonesia. Namun memang faktanya seperti itulah pendapat orang-orang terhadap Tristan Alif Naufal, nama bocah yang saya maksud dalam bahasan thread ini..
Akan tetapi kalaulah saya pribadi boleh berpendapat bijak, untuk sekedar memberi pujian terhadapnya, bolehlah! Ya walaupun mungkin saya baru mau mengangkat satu jempol saja, atas aksi bermain bolanya anak itu..
Namun maaf menurut saya, harapan yang dialamatkan kepadanya terlalu banyak yang "di atas normal". Segala dia diramalkan bakal jadi pemain terbaik dunialah, dia kelak bisa bawa prestasi untuk sepakbola Indonesialah atau dan semacamnya. Pokoknya asanya selangiiitt deh, untuk ukuran sepakbola Indonesia yang mana di tingkat ASEAN saja kita megap-megap..
Saya tidak melarang siapa pun untuk memberikan harapan yang tinggi kepadanya. Tapi mbok ya yang realistis gitu, kalau bermimpi atau bercita-cita itu. Soalnya kita juga harus melihat sejarah dan prestasi sepak bola Indonesia selama ini kawan..
Saya nggak akan mengupas dan membahas datanya, tentang sejarah dan prestasi yang saya sebut di atas. Karena bagi pecinta sepakbola nasional (minimal dalam 20 tahun terakhir ini), pasti tahu dan bisa menganalisanya..
Intinya kita jangan dulu bicara tentang skill atau kemampuan pesepak bola Indonesia sudah sampai kemana dan sudah sejauh mana untuk saat ini. Namun kita juga harus menengok fakta dan realitanya seperti apa dan bagaimana..
Sementara terkait untuk aksi Tristan Alif Naufal, okelah kita bisa sepakat untuk skill individunya memang buat kita bangga. Sebab ternyata ada juga anak dari negeri pertiwi yang kemampuan bermain bolanya bisa setara dengan bintang-bintang sepak bola dunia kenamaan. So untuk urusan skill individu, kita bisa dibilang sudah berhasil mencetak pemain sepak bola berkelas dunia..
Tapi bermain sepak bola, nggak mesti skill individu yang harus mumpuni. Ketangguhan dan daya juang pemain dilapangan pun mutlak dimiliki. Nah menurut pandangan saya, sampai sejauh ini Indonesia sangat langka punya pemain yang tangguh dan punya daya juang yang tinggi dilapangan..
Ini bicara soal kemampuan dari individu-individunya ya dan belum ke team. Karena menurut saya, team akan baik dan bagus jika individu-individunya juga ditunjang dengan SDM yang baik dan bagus pula. Tapi di sini saya tidak akan membahasnya soal itu (faktor team dalam sepak bola)..
Oke, sekarang kita balik lagi ke soal aksi Tristan Alif Naufal. Karena yang kita fokus bahas di sini adalah tentang masa depan anak tersebut, atas aksi-aksi briliantnya dalam memainkan si kulit bundar yang saat ini tengah ramai dibicarakan banyak orang..
Menurut saya dan semua pun pasti sepakat; kemampuan yang ia tunjukan selama ini boleh jadi memberikan harapan kepada kita semua. Cuma harapan yang terlalu tinggi yang dibebankan kepadanya, jangan sampai membuat kita seperti bermimpi di luar batas..
Ingat, dia itu masih bocah! MASIH BOCAAAHH..
Kalau boleh saya ibaratkan, dia itu baru sekedar menunjukan saja dan belum bakal jadi calon bintang sepakbola Indonesia di masa mendatang. Karena mungkin saja banyak hal dan rintangan, yang harus dilaluinya untuk menuju harapan yang kita cita-citakan itu. Kita kan nggak tahu, apa yang akan terjadi terhadap anak itu selama dalam proses menuju kearah sana..
Yang kita bisa lakukan sekarang hanyalah; berdo'a dan terus berdo'a semoga ia tetap istiqomah terhadap apa yang ia miliki pada saat ini, sembari terus meningkatkan kemampuan yang ada..
Selain itu kita pun berharap ia tahu bahwa berkat aksi briliantnya saat ini, membuat jutaan rakyat Indonesia banyak berharap kepadanya di masa yang akan datang. Jadi sejatinya ia harus tahu apa yang harus dilakukannya sekarang untuk memenuhi harapan tersebut, hingga penantian itu pun tiba pada waktunya..
Berat? Mungkin saja beban yang ia pikul pada saat ini hingga ke depannya, jika seandainya ia tahu. Tapi jika seandainya ia merasa ini adalah sebuah tanggung jawab yang mesti ia tunaikan, maka ia harus melaksanakan misi dari harapan yang tinggi yang diembankan kepadanya itu..
Dan kelak jika seandainya terbukti bahwa harapan kita semua itu terrealisasi di masa mendatang, maka barulah kapasitas dia sebagai pemain bola dengan skill kelas dunia sudah benar-benar teruji. Dan tentunya ini juga jadi ajang pembuktian bahwa pujian dan harapan yang tinggi yang disematkan untuknya pada saat ini, sesungguhnya bukanlah sekedar halusinasi belaka..
Namun yang lebih dari itu adalah kita pastinya akan bangga karena negara kita dianggap sudah memiliki pemain sepak bola yang memiliki kualitas skill individu yang mumpuni dan setara dengan skill pemain-pemain sepakbola kelas dunia..
Kalau sudah begitu, jaminan prestasi dunia untuk Timnas sepakbola indonesia, hanya tinggal menunggu waktu saja. Sekarang, mari kita bertaruh waktu untuk menantikan masa-masa itu. Apakah dia nanti mampu menjawab harapan kita semua atau tidak..
Wait and see..
Keterangan: artikel ini sebagaimana pernah ditulis di kolom catatan Facebook saya pada 03 Juli 2012. Namun demi untuk kepentingan kenyamanan pembaca (dan beberapa faktor lainnya), sebagian besar tulisannya saya edit
===== ===== ===== ===== ===== =====
Dan kini sudah sembilan tahun berlalu tulisan saya dimuat. Lalu apa kabarnya Tristan Alif Naufal sekarang? Mengutip dari beberapa media berita online, pada tahun 2019 lalu dia sempat dipanggil Timnas U-16 dan trial atau uji coba di sebuah klub besar di negeri Belanda. Namun sayang keduanya gagal..
Sebelumnya ia juga sempat diundang oleh sebuah klub Spanyol untuk melakukan trial juga pada tahun 2016. Sayang di kesempatan ini pun ia gagal melewatkannya, oleh karena faktor non teknis..
Selanjutnya setelah itu, saya tidak mendapatkan kabarnya lagi soal keberadaan anak itu pada saat ini. Ntah karena persepakbolaan Indonesia yang tengah mati suri dalam 2 tahun terakhir ini oleh sebab faktor Pandemi Covid-19, atau oleh sebab hal lain. Yang jelas saya cari-cari beritanya di dunia maya, nggak nemu yang up-to-date..
Akan tetapi intinya si Tristan Alif Naufal ini sejatinya belum ada tanda-tanda bahwa ia akan menjadi calon bintang sepakbola Indonesia di masa depan, sebagaimana ia dulu diharapkan banyak orang pada tahun 2012 lalu. Kenapa? Soalnya menurut sepengamatan saya, kiprahnya jarang kedengaran setelah di tahun-tahun itu..
Sekalinya ada berita baik darinya, eh malah berujung dengan kegagalan dan atau kurang menggembirakan. Padahal kita sejatinya tengah menantikan akan kegemilangan karir anak itu pas usianya dewasanya nanti..
Memang umurnya pada saat ini masih 16 tahun dan masih terhitung piyik untuk ukuran menjadi pemain sepakbola professional. So itu berarti kita masih harus menunggu beberapa tahun lagi, untuk melihat apakah dia bisa menjadi pemain sepakbola berbakat dan berprestasi untuk Indonesia, sebagaimana yang digadang-gadangkan oleh banyak orang pada 9 tahun yang lalu..
Oleh sebab demikian, maka kita pun harus "Bertaruh Dengan Waktu" lagi untuk menantikan masa-masa itu di waktu yang akan datang. Dan itu juga berarti topik dan judul catatan saya pada tahun 2012 lalu masih dianggap relevan dengan keadaan dia sekarang ini. Karena kan memang dia sejatinya masih dalam proses buat menuju ke sana..
Oke demikian catatan uneg-uneg saya pada kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekeliruan di dalamnya..


