Pengalaman Ikut Pertama Kali Vaksinasi Covid-19

Pengalaman Ikut Pertama Kali Vaksinasi Covid-19

ilustrasi gambar oleh pixabay.com


Sebagaimana kita tahu, bahwa kasus Covid-19 di Indonesia masih terus ada dan terjadi sampai dengan saat ini. Bahkan beberapa waktu yang lalu, angka kematian akibat dari wabah penyakit ini sempat mencapai yang tertinggi di negara kita..


Saya kurang tahu angka pastinya berapa, karena memang selama ini jarang atau tidak pernah memperhatikan data-datanya. Namun yang jelas akibat dari kasus yang naik itu, pemerintah pusat pun kemudian memberlakukan PPKM dalam bebarapa pekan terakhir ini..


*PPKM: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat


Selain memberlakukan PPKM, pemerintah juga terus gencar melakukan program vaksinasi ke seluruh masyarakat Indonesia. Tujuan dari kedua program tersebut ya sudah tentu sebagai bentuk upaya untuk pencegahan wabah penyakit yang sudah menyerang di negeri ini selama kurang lebih 1,5 tahun serta untuk menekan dan menimilisir jumlah korban dari dampak panggebluk ini..
 
 
Ya memang wabah ini sejatinya telah membuat kita semua menjadi sengsara dalam segala hal. Tapi mau bagaimana lagi, keadaannya yang memang benar-benar belum pulih. Jadi mau tidak mau dan suka tidak suka, semua dari kita harus mengikuti anjuran dari yang punya kebijakan di negara kita. Dan pastinya tujuan dari itu adalah untuk kebaikan buat kita semua..
 
 
Saya sendiri secara pribadi jujur kadang sudah merasa lelah dengan keadaan kita yang sekarang ini. Bahkan kadang terlintas di fikiran saya: wabah penyakit ini sebenarnya ada atau nggak sih? Atau hanya sekedar isu permainan konspirasi dari pihak tertentu saja? Dan kalau memang beneran ada, harus sampai kapan kita akan terus begini?

 
*tentu tidak ada yang bisa menjawab secara pasti nan gamblang, atas pertanyaan saya itu
 

Akan tetapi di luar itu, saya juga sebenarnya menghargai semua pihak. Oleh karena itu, saya pun secara pribadi dalam beberapa hal, masih turut mengikuti anjuran dari pemerintah terkait Pandemi Covid-19 ini. Seperti misalnya selalu memakai masker jika sedang beraktifitas di luar rumah..
 
 
Itu
saya lakukan bukan semata-mata karena saya merasa "takut" kena penyakit
ini. Namun lebih ke sekedar untuk menjaga diri, meski kepercayaan saya
akan adanya panggebluk ini tidak yakin seratus persen..
 

Selain
itu tentu saya juga nggak mau jadi orang yang sesumbar. Mentang-mentang
tidak percaya atau masih ragu-ragu (dengan adanya Pandemi ini), saya
lantas bersikap "sompral" sama penyakit ini. Lalu akibat dari itu,
ujung-ujungnya nanti saya jadi kualat..
 

FYI: Sompral itu berasal kata dari bahasa Sunda yang artinya (kurang lebih) menyepelekan
 
 

Sementara terkait dengan dua kebijakan pemerintah di atas, saya juga sebenarnya secara pribadi sempat tak mau ambil pusing dan bahkan bersikap masa bodo. Tentu saya mempunyai alasan, mengapa bisa bersikap begitu..
 

Untuk PPKM, saya merasa tidak akan terdampak karena selama ini aktifitas saya memang kebanyakan di sekitar rumah saja. Sedangkan alasan untuk tidak peduli dengan program vaksinasi adalah karena merasa takut ada efek sampingnya jika nanti saya ikut program itu..
 
 
Tahu sendiri kan, di luar sana banyak orang-orang yang mengalami berbagai hal negatif setelah divaksin. Bahkan sampai ada yang meregang nyawa segala. Tentu saya juga nggak mau dong mengalami hal serupa seperti mereka. Ya walaupun mungkin yang mengalami hal itu, jumlahnya tidak terlalu signifikan..
 

Akan tetapi untuk program vaksinasi ini, pada akhirnya saya tertarik untuk ikutan juga. Tentu saya ikut tujuannya bukan hanya sekedar untuk mengikuti anjuran pemerintah. Tapi buat sekedar jaga-jaga, kalau hal seperti ini nanti dibutuhkan ketika saya akan mengurus sesuatu..
 

Dan akhirnya setelah sempat mencoba daftar di beberapa tempat dan di berbagai kesempatan, saya pun kemudian ikut program vaksinasi yang diselenggarakan oleh tempat Kelurahan saya tinggal saat ini. Tepatnya pada hari sabtu 06 Agustus 2021 lalu, saya mencoba ikut program ini dengan tujuan sebagaimana yang sudah saya jelaskan di paragraf sebelumnya..

 
Ini pun saya ikut pas kebetulan kuotanya masih ada. Sebelumnya saya selalu gagal karena alasan kuota yang sudah penuh atau tempat vaksinasinya yang terlalu jauh dari rumah saya. Alhamdulillah, pada akhirnya bisa ikut divaksin untuk pertama kalinya pada 4 hari yang lalu..
 

Lalu bagaimana cerita dan pengalaman saya ketika ikut vaksin pertama kali tersebut? Berikut ini beberapa foto yang sempat saya ambil pada saat itu..
 
 
daftar antrian yang ikut vaksinasi pada hari itu

FYI: Lokasi tempat vaksinnya cukup dekat dari rumah saya..hanya sekitar 3km saja dari rumah saya
 
 

tampak dari dekat orang-orang yang tengah menunggu untuk registrasi

asyiknya sambil nunggu antrian dan dapat giliran, dapat nasi bungkus lagi
 
*walau isinya tak seberapa dan menunya standar-standar saja, tapi lumayanlah buat sekedar pengganjal perut
 
inilah kartu bukti registrasi saya pada program vaksinasi di hari itu
 
nah di sinilah tempat prosesi suntik vaksinnya
 
*untuk jenis vaksinnya, saya kurang tahu ya..soalnya waktu itu saya nggak tanya ke petugasnya


Alhamdulillah, pada saat itu program vaksinasi yang saya ikuti berjalan sukses dan lancar. Ya minimal untuk saya sendiri. Sementara ada orang lain yang meski sudah capek-capek antri, justru malah gagal oleh sebab faktor kesehatannya yang tidak mendukung..
 

Terus Alhamdulillahnya lagi, saya tidak ada keluhan apa pun atau merasakan efek samping yang begitu berat pasca divaksin tersebut. Kalaupun ada, paling tangan saya yang sebelah kiri (obyek yang menjadi tempat suntik vaksinnya) agak sakit, kalau terlalu sering digerakkan atau diajak beraktifitas yang berat. Tapi itu pun cuma 3 hari saja. Setelah itu kembali normal..


Meski demikian, pas hari H-nya saya sempat deg-degan juga. Ini bukan hanya karena saya parno sama efek samping yang kelak akan saya dapatkan. Namun pada saat itu, saya nyaris telat datang ke TKP, oleh karena saya sempat ketiduran. Untungnya pas saya datang ke lokasi vaksinasi, acaranya belum selesai dan yang ngantri masih banyak..


Setelah ikut program vaksinasi ini, selanjutnya saya harus menunggu selama 2 bulan lagi untuk ikut program vaksinasi yang kedua. Soalnya memang harus 2x katanya divaksinnya, dengan tempat yang sama pada saat yang pertama..


Tapi it's oke, nggak apa-apa. Yang penting bagi saya, saya sudah tahu rasanya divaksin yang dalam rangka untuk pencegahan Covid-19 ini. Sedangkan tentang efek samping yang sempat saya khawatirkan itu, pada kenyataanya tidak terbukti. Ya setidaknya untuk diri saya sendiri..


Oke demikian cerita dan informasi yang bisa saya bagi pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermnafaat ya..


Oh ya sebelum saya pamit undur diri, saya mau berpesan; mau percaya atau nggak sama Covid-19 itu terserah anda. Namun yang jelas, menjaga kesehatan itu tetap harus ya dalam hal apapun dan kapanpun. Sebab penyakit yang berbahaya itu nggak cuma Covid saja, tapi masih banyak yang lain. Dan bisa saja itu mengintai anda setiap saat..


Sama satu lagi; untuk anda-anda yang merasa sehat, jangan lupa untuk divaksin ya. Soalnya mana tahu ini bisa jadi hal yang diperlukan buat mengurus sesuatu. Bahkan termasuk mengurus administrasi surat-surat atau dokumen penting untuk kita..


*eh saya ngomong begini bukan karena mau jadi sales vaksin ya..namun lebih ke hal positif yang akan kita dapatkan nantinya

Posting Komentar