Inilah 5 Ladang Riya Yang Harus Anda Tahu
ilustrasi gambar oleh istockphoto.com
Riya adalah penyakit hati dan termasuk salah satu akhlak tercela. Jadi seyogyanya kita harus menghindari perilaku ini. Terlebih lagi dilakukan dalam hal beragama. Karena bukan saja dibenci Allah SWT, namun juga bisa menyebabkan diri kita terjerembab dalam lubang maksiat..
Terkait riya ini, kami pernah membahasnya pada beberapa waktu yang lalu. Dan di situ sudah dijelaskan bahwa penyakit ini, bisa saja ada pada diri kita meski mungkin kita tidak pernah menyadarinya. Sebab definisi riya itu sesungguhnya ada banyak. Jadi untuk itu, penyakit riya ini bisa terjadi di sekitar kita, meski tujuannya untuk beribadah sekalipun.
Nah untuk mengetahui apakah kita mempunyai sifat riya atau tidak, salah satunya adalah kita bisa mengenali ciri-cirinya melalui 5 perilaku di bawah ini. Karena perilaku ini merupakan yang biasa menjadi ladang tempatnya kita riya..
Penasaran seperti apa dan bagaimana perilaku dimaksud? Berikut ini adalah penjelasannnya. Dan inilah lima ladang riya yang kami kutip dari kitab Tashfiyatul Qulub:
1. Riya dalam agama di dalam penampakan badan
Riya yang masuk kategori ini adalah seperti contohnya ingin menampakkan kondisi tubuhnya yang kurus, wajahnya yang pucat plus rambutnya acak-acakan, agar terbentuk citra diri sebagai orang yang amat lelah berjuang, amat bersedih dan takut akan akherat..
Ia begitu karena dengan kekurusannya ia hendak menunjukkan bahwa dirinya makan amat sedikit. Dengan kepucatannya ia hendak menujukkan bahwa dirinya selalu begadang untuk beribadah. Dan dengan rambut yang acak-acakan dan seperti tak terurus, ia hendak menunjukkan bahwa dirinya telah banyak menghabiskan seluruh waktunya dalam beribadah..
Tentu dengan tampilan seperti itu, orang-orang akan mengira atau menganggapnya suci. Padahal sejatinya mungkin itu hanya kamuflase saja. Pun demikian pula misalnya dengan merendahkan suara, melayukan kedua mata, dan mengeringkan bibir untuk menunjukkan bahwa dirinya banyak puasa. Dan ini juga termasuk riya ahli agama dalam penampakan badan..
Adapun untuk para ahli dunia, riya dilakukan dengan cara menampakkan tubuh yang tegap, kulit yang bersih, postur yang seimbang serta wajah yang cerah ceria..
2. Riya dalam agama dengan pakaian dan penampilan
Riya dalam kategori ini misalnya seperti dengan mengenakan baju usang, menundukkan kepala untuk menunjukkan ketenangan (termasuk dalam setiap gerakan sholat), mengentalkan bekas sujud di kening, mengenakan pakaian kasar, menganakan pakaian bertambal dan memendekkan lengan baju..
Semua itu dilakukannya dengan tujuan untuk menyerupai tingkah orang-orang shaleh yang amat takut kepada Allah SWT. Sedangkan riya ahli dunia dalam hal ini dilakukan dengan mengenakan pakaian yang mahal, kendaraan yang mewah, memakai beragam perhiasan, modis, memakai perkakas rumah yang terbuat dari perak, emas, sutera atau dan sebagainya..
3. Riya dengan ucapan
Contoh riya dalam kategori diantaranya adalah seperti para penceramah dan penasehat yang sering berbicara tentang hikmah atau mampu menghafal berbagai khabar dan atsar tetang orang-orang saleh di berbagai majelis dan mimbar pengajian..
Namun tujuan mereka melakukan itu adalah hanya demi untuk menampakkan diri sebagai orang yang berlimpah ilmu dan atau untuk menunjukkan bahwa dirinya amat berpegang teguh pada pendapat salaf saleh..
Contoh lainnya adalah banyak mengucap kalimat dzikir dihadapan orang banyak. Padahal sesungguhnya hatinya lalai dari dzikir. Dan 2 contoh ini termasuk riya ahli agama..
Adapun riya ahli dunia, misalnya dilakukan dengan menghafal banyak syair dan perumpamaan-perumpamaan, belagak fasih dengan berbagai ungkapan yang indah, selalu mengunakan kalimat-kalimat yang sesuai tata bahasa, atau bisa menghafal gramatika dan tata bahasa dengan harapan agar bisa menyombongkan diri dan angkuh dengan perbuatannya itu..
4. Riya dengan amal
Riya ahli agama dalam kategori ini misalnya dilakukan dengan memperpanjang waktu berdiri dalam sholat, memperbanyak dan memperlama sujud dan ruku', sering menundukkan kepala, tidak banyak berpaling, dengan tujuan untuk menampakkan ketenangan dan ketentraman sholatnya..
Demikian pula dengan puasa, bersedekah memberi makan orang-orang miskin, serta sering merunduk dan mengatupkan kelopak mata yang seolah-olah drinya seperti tunduk dan patuh kepada Allah SWT..
Adapun riya ahli dunia dalam hal ini misalnya, dilakukan dengan suka bersikap congkak saat berjalan, sering menggerakkan kedua tangan, memperpendek jarak langkah, atau memegang ujung-ujung baju yang padahal semata-mata untuk menunjukkan kepangkatan dan kewibawaan dirinya..
5. Riya dengan banyaknya kawan, pendukung dan koneksi
Dan ladang riya yang terakhir adalah dengan banyaknya murid dan santri. Atau bisa juga dengan merasa punya banyak kawan, pendukung, koneksi atau dan semacamnya..
Dia riya dengan semua itu agar terbentuk citra diri sebagai orang yang memiliki banyak pengagum, penggemar atau pengikut. Lalu dengan itu, orang-orang pun jadi banyak yang mengunjunginya untuk bertabarruk dan atau bolak-balik menyambanginya untuk memenuhi hajat mereka..
Itulah 5 ragam bentuk riya dan ladangnya. Semuanya sangat membahayakan untuk diri kita, terkecuali yang murni dimaksudkan untuk memperoleh ridho Allah SWT. Yang mana ia akan terbebas dari berbagai campuran dan lepas dari berbagai kepentingan tersebut..
Oke demikianlah ilmu yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat serta mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan di dalamnya..
Keterangan: Artikel asli ditulis oleh Ust. Nur Hamzah, dengan beberapa sedikit perubahan
FYI: Beliau adalah aktivis dakwah dari kalangan aswaja dan NU di Facebook