Ketika Ucapan Itu Seperti Menjadi Sebuah Kenyataan

Ketika Ucapan Itu Seperti Menjadi Sebuah Kenyataan

ilustrasi gambar oleh istockphoto.com


Suatu ketika saya pernah ditawari oleh seseorang, untuk ikut sebuah acara parpol (partai politik). Waktu itu karena kebetulan lagi nggak ada kesibukan dan saya juga merasa penasaran, akhirnya saya tertarik ikut. Ya meski sejatinya saya masih belum terlalu ngerti sama dunia ini, apa salahnya saya mencoba? Hitung-hitung buat nambah pengalaman..


Kalau pun saya tahu tentang dunia partai politik atau setidaknya pernah terlibat di dalamnya, paling cuma pernah ikut-ikutan kampanye pada masa menjelang Pemilu di tahun 2004 atau di masa-masa sebelumnya. Itu pun cuma sekedar ikut saja, tanpa memandang bendera parpol apa. Ya istilahnya hanya sekedar ikut meramaikan saja..


Pada saat itu saya belum tahu acara yang akan saya datangi "bentuknya" seperti apa. Yang saya ingat ketika itu saya hanya disuruh memakai kaos berlambang parpol tersebut, oleh sang koordinatornya. Dan sang koordinator inilah yang sebenarnya yang mengajak saya untuk hadir ke acara dimaksud..


Nama koordinatornya adalah Pak Ar. Dan Pak Ar ini kebetulan pengurus parpol tersebut, meski waktu itu jabatannya hanya ketua ranting atau ketua tingkat kelurahan/desa. Saya sendiri secara personal mengenal Pak Ar dan keluarganya. Sebab kebetulan salah satu anaknya adalah teman SD saya dan isterinya adalah teman mengaji ibu saya..


Meskipun demikian, sejauh ini saya belum pernah ngobrol akrab dengan Pak Ar walau cuma sebatas tegur sapa. Saya baru punya kesempatan ngobrol dekat dengannya justru pas mau menghadiri acara ini, yang kebetulan memang beliau statusnya sebagai pengajak..


Pak Ar ini sudah lama tinggal di kampung saya, walau aslinya seorang perantauan. Dan secara status sosial, keluarga berada. Namun demikian, beliau itu seorang dermawan dan punya jiwa sosial yang tinggi. Karena sering banget bantu-bantu tetangga sekitarnya. Pun keluarga saya beberapa kali dapat bantuan dari mereka, meski rumah kami berjauhan..


*kebetulan rumah kami hanya terpisah RT/RW saja


Oleh sebab itu, Pak Ar ini sejatinya adalah orang yang dihormati dan disegani di kampung saya. Soalnya banyak orang-orang yang menaruh respek kepadanya, termasuk juga keluarga saya. Dan karena hal ini pun, saya jadi merasa tidak salah langkah dengan telah mau ikut diajak ke acara tersebut oleh beliau..


Bukan hanya sekedar diajak ikut berpartisipasi di acara itu. Namun belakangan ia juga menawarkan saya untuk ikut aktif di organisasi parpolnya. Waktu itu sih karena nggak mikir apa-apa, saya iyain saja tawaran beliau..


Dan singkat cerita, saya pun berangkat bersama Pak Ar dengan mobil pribadinya, buat menuju ke tempat acara. Saya tidak sendiri ikut ke acara tersebut. Karena dua teman saya yang lain juga kebetulan ikut pada saat itu. Oh ya TKP acaranya kebetulan tidak jauh dari kampung kami (hanya berjarak 3 km saja)..


FYI: dua teman saya tersebut kebetulan tinggalnya masih satu RT/RW dengan saya


Ternyata acara yang kami datangi hari itu adalah acara ulang tahun parpol dimaksud. Cukup meriah acaranya dan tamu yang datang pun lumayan banyak. Hanya berhubung waktu itu saya masih awam dan belum mengerti apa-apa, jadinya saya cuma bisa sekedar menyimak saja jalannya acara..


Oh ya acaranya sendiri dimulai sekitar habis dzuhur dan durasinya hanya sekitar 3-4 jam. So pada saat hari menjelang senja pun kami sudah OTW pulang dari tempat acara. Namun saya lupa waktu itu kami pulang jam berapa..


Tidak ada perasaan atau kesan apa-apa pun yang saya dapat dalam acara tersebut. Karena sekali lagi, saya masih benar-benar baru terjun di dunia ini. Atau setidaknya, ini pengalaman pertama saya hadir ke acara parpol dan atau acara sebuah organisasi. Jadinya waktu itu saya tidak memikirkan apa-apa..


Bahkan saya juga tidak berfikir bahwa ini akan berlanjut atau nggak (meskipun saya sempat ditawari untuk ikut jadi pengurus di sana). Karena waktu itu memang niatnya cuma sekedar ingin tahu saja plus membunuh rasa penasaran saya atas acara yang saya datangi pada hari itu. Tidak lebih dan tidak kurang..


Selanjutnya pasca pulang dari acara itu, sebelum kami balik ke rumah masing-masing kami sempat ngobrol-ngobrol dulu dengan Pak Ar di rumahnya. Kami ngobrol tentang banyak hal, terutama tentang acara yang baru saja kami datangi tersebut. Dan pastinya ngobrolnya pun dalam suasana santai dan bahkan kami sambil ngopi dan merokok..


Akan tetapi dalam obrolan itu ada hal yang cukup mengagetkan saya. Ya pada saat itu tanpa diduga Pak Ar sempat menanyakan tentang apa harapan dan cita-cita terbesar kami, ikut bergabung dengan organisasi parpolnya beliau..


Tentu saya merasa kaget dengan pertanyaan itu. Sebab waktu itu saya secara pribadi merasa bingung menjawabnya. Mau jawab sebagaimana nurani hati kecil saya pada saat itu, koq rasanya nggak pas. Dan takutnya jawaban saya itu malah bikin kecewa Pak Ar. Karena sepintas kaya asal jawab saja atau terlalu polos dan jujur..


Namun pada akhirnya alih-alih untuk mencari aman, maka pada saat itu saya pribadi hanya menjawab; "UNTUK MELUASKAN PERGAULAN SAYA". Sedang dua teman saya yang lain, saya lupa mereka menjawab apa pada saat itu..


Ntah jawaban saya itu tepat atau tidak. Minimal untuk saya pribadi. Namun yang jelas setelah ikut acara itu, saya pun kemudian jadi sering diajak ikut acara serupa oleh Pak Ar, meski kadang skalanya lebih kecil dari yang sebelumnya saya datangi pada hari itu..


Nah di sinilah dunia kehidupan saya mulai berubah. Karena sejak saat itu, saya jadi merasa benar-benar serius dan aktif menjadi aktivis sebuah organisasi. Ya walaupun cuma sekedar pengurus parpol di tingkat ranting, tapi bagi saya ini adalah pengalaman pertama dalam sejarah hidup saya. Sebelumnya saya tak pernah ikut-ikutan aktif di dunia itu..


Bahkan jangankan aktif. Menghadiri sebuah acaranya saja saya belum pernah/sama sekali. Asli dulu hidup saya flat banget. Sebab dari dulu memang saya tak pernah bergaul dan atau hadir ke acara-acara yang sifatnya formal yang diadakan oleh sebuah lembaga, perkumpulan atau organisasi..


Kehidupan saya benar-benar makin berubah, manakala di parpol itu ceritanya saya kenal dengan Kang Iyus. Dan Kang Iyus ini kebetulan adalah tangan kanannya Pak Ar. Orangnya baik banget, ramah dan mudah diajak ngobrol dalam hal apapun..


Akan tetapi gara-gara sikapnya yang selalu positif itu, membuat saya dan dia cepat akrab hingga belakangan kami jadi berteman dekat. Lalu dari kedekatan kami itu, kemudian ia membawa saya pergi ke dunia organisasi lain. Atau istilahnya saya diajak oleh Kang Iyus untuk aktif dan bergaul dengan organisasi lainnya, di luar organisasi parpol tempat kami bernaung..


Dia bisa mengajak saya kesana kemari, karena dia kebetulan aktifis dan pengurus di beberapa organisasi lain di daerah kota saya. Bahkan beberapa diantaranya jadi pengurus di tingkat kota. Dan memang dia itu sepertinya orangnya militan sekali dalam setiap organisasi yang ditekuninya..


Tentu ajakan Kang Iyus itu, saya sambut dengan sukacita. Karena kebetulan waktu itu saya lagi merasa hype dengan dunia dan pergaulan luar, yang selalu ingin tahu dengan segala hal-hal baru di kehidupan saya (pada saat itu). Selain itu alasan lainnya adalah buat mencari pengalaman juga..


Selanjutnya pengaruh Kang Iyus benar-benar signifikan dalam merubah jalan hidup saya. Karena dia bukan saja membawa saya bergaul dengan rekan-rekannya di beberapa organisasi lain. Namun dia juga membawa saya untuk bisa bergaul dengan orang-orang penting, yang secara strata sosial dan pendidikannya jauh di atas saya..


Dan anda tahu orang-orang penting itu maksudnya siapa? Ya mereka itu seperti diantaranya adalah tokoh-tokoh pejabat publik di daerah kota saya. Contoh misalnya Pak Camat, Pak Walikota, Kapolres, Dandim atau pejabat-pejabat setingkat lainnya..


Tentu buat saya ini adalah sebuah lompatan besar. Karena sebelum-sebelumnya saya tak pernah bergaul dan atau bertemu dengan para pejabat publik tersebut. Jangankan sekelas Camat atau yang lebih tinggi jabatannya dari itu. Sekedar bertemu dengan Lurah saja saya belum pernah sama sekali..


Ini beneran lho bin serius! Ya meskipun itu bukanlah sebuah prestasi besar dalam kehidupan saya, namun bisa bertemu dengan mereka-mereka itu adalah satu kebanggaan bagi saya. Karena siapa sih saya? Yang notabene anak kampung yang tak punya apa-apa, tak bisa apa-apa serta belum mengerti apa-apa tentang dunia dan pergaulan mereka..


Pastinya saya bersyukur banget dengan pencapaian ini. Ya meskipun mereka-mereka itu cuma sebatas pejabat publik di tingkat kecamatan atau tingkat kota, namun sekali lagi ini adalah sebuah loncatan besar dalam hidup saya, yang mungkin saja ini tak pernah diduga sebelumnya oleh saya..


Tentu saja yang saya dapatkan bukan cuma sekedar kebanggan semata. Tapi dengan bergaulnya saya bersama mereka, membuat saya bisa banyak belajar banyak hal. Utamanya belajar hal-hal positif dari mereka. Dan pastinya itu juga jadi tambah-tambah ilmu buat saya..


Pada akhirnya ucapan saya tempo hari di rumah Pak Ar bak seperti menjadi sebuah kenyataan. Karena cita-cita saya "UNTUK MELUASKAN PERGAULAN" pada muaranya benar-benar terwujud. Padahal sejatinya ucapan itu mungkin hanya sekedar basa-basi yang keluar dari mulut saya pada saat itu. Dan tentu awalnya saya tidak serius melakoninya..


Akan tetapi memang pada hakikatnya ucapan itu adalah do'a. Dan sepertinya Sang Penguasa Alam di sana pun tahu, kalau niat tersirat saya bergabung di organisasi parpolnya Pak Ar itu adalah untuk hal yang positif. So makanya ucapan saya tersebut kemudian seperti dikabulkan oleh-Nya..


Hikmah yang saya dapatkan bukan hanya sekedar ucapan saya yang belakangan seperti do'a buat saya sendiri. Namun lewat parpolnya Pak Ar itu, saya kemudian jadi merasa bahwa hal sekecil apapun kalau diniati dengan tulus, maka hasil akhirnya pun tidak akan mengecewakan kita..


Bukan cuma itu saja. Saya juga jadi mengerti kalau dalam kehidupan ini, ada kalanya kita tak perlu merasa takut saat akan mencoba dengan hal-hal baru. Sebab siapa tahu kelak itu jadi pengalaman yang baik dan berguna buat kita. Lalu kita pun bisa mengambil banyak manfaat darinya..


Sekarang saya sudah tak akrab lagi Kang Iyus. Pun dengan Pak Ar saya sudah jarang bertemu, meski lewat rumahnya sekalipun. Namun jasa mereka berdua dalam hidup saya, sangatlah berarti. Sebab lewat wasilah kedua orang itulah, saya jadi merasa tak kuper lagi. Ya setidaknya lingkungan pergaulan saya bukan cuma sebatas antar RT/RW dan Kelurahan saja..


Saya juga sudah tak sebegitu aktif di beberapa organisasi dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk di parpolnya Pak Ar (yang ini malah sudah keluar). Tapi biar begitu pengalaman-pengalaman yang pernah saya dapatkan dari dunia itu, sangatlah bermanfaat buat saya. Dan tentu beberapa diantaranya sudah dan sering saya aplikasikan dalam hidup saya..


Oke demikian curhatan saya paka edisi kali ini. Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat teman-teman. Dan sebelum saya pamit, izinkan saya memohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang saya buat pada tulisan ini..


Bye bye and see you in the next post in my blog..
Posting Komentar