Breaking News: Olahraga Indonesia Kena Sanksi WADA
ilustrasi gambar oleh pixabay.com
Kabar kurang menggembirakan datang dari dunia olahraga Indonesia. Ya Indonesia mendapatkan sanksi dari WADA atau badan anti doping dunia, lantaran negara kita dianggap tidak pernah mengadakan program uji sampel doping yang efektif secara berkala..
Akibat dari sanksi ini, nantinya Indonesia tidak bisa mengadakan event olahraga internasional, baik yang bersifat regional, continental ataupun tingkat dunia. Selain itu negara kita juga kelak tak bisa mengibarkan bendera merah putih dan sekaligus tak bisa memutar lagu kebangsaannya, di setiap event olahraga yang diikuti oleh atlet-atlet kita..
*Ya nasibnya akan mirip-mirip seperti negara Russia di Olimpiade Tokyo 2020 kemarin
Hukuman ini akan mulai berlaku sejak berita ini dirilis yakni per hari ini Jum'at 08 Oktober 2021 sampai dengan satu tahun ke depan. Atau paling tidak hukuman ini akan mulai berjalan pada awal tahun 2022 mendatang dan akan berakhir pada sekitar bulan Desember 2022..
Sebenarnya ini bukan kali pertama negara kita mendapatkan sanksi serupa dari WADA. Tiga tahun lalu atau sekitar tahun 2017, kita juga pernah mendapatkan terguran yang sama. Hanya saja waktu itu kita segera berbenah dan memperbaiki, hingga akhirnya hukuman tersebut kemudian dicabut..
Sementara itu menanggapi atas sanksi dari WADA ini, Menpora Zainudin Amali menjelaskan pernyataannya berikut ini, yang kami kutip dari detik.com:
"Kami memang merencanakan akan memberikan sample itu menyesuaikan perencanaan yang kami buat sebelumnya. Tetapi kami tak menyangka pada Maret terkena COVID-19 dan itu berkepanjangan sampai sekarang, sehingga tak ada kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sample untuk uji doping"..
"Inilah yang menyebabkan tidak terpenuhi sample itu. Kemudian kenapa tak terpenuhi, karena direncanakan itu by name dan itu tak boleh berubah. Sementara yang sudah direncanakan untuk diambil samplenya ada yang sedang bertanding di luar negeri, baik kualifikasi olimpiade dan single event lainnya. Sedangkan di dalam negeri tak ada pertandingan" ujarnya sebagaimana yang disampaikannya dalam jumpa pers virtual pada Jumat (8/10/2021)..
Masih menurutnya, sampai dengan saat ini dirinya dan pihak-pihak terkait tengah berupaya untuk melakukan klarifikasi kepada WADA dengan mengirimkan surat balasan pada Jumat (8/10). Karena WADA masih akan memberikan tenggat waktu selama 21 hari sejak surat itu diterima..
"Jadi masih ada waktu. Tetapi kami gerak cepat hari ini dan kami langsung koordinasi dengan WADA dan mudah-mudahan dengan adanya surat dari kami, bisa ada pembicaraan lebih lanjut," ujarnya lagi..
Menteri asal Gorontalo itu juga kemudian menambahkan:
"Saya juga baru tahu teguran itu tadi. Kami berusaha melakukannya dengan baik dan mudah-mudahan kita benahi semua manajemen internal LADI. Tapi saya optimistis setelah ini clear untuk 2021 terpenuhi sampel diambil dari PON. Karena banyak nomor pertandingan sampel yang bisa diambil dan saya tidak khawatir. LADI dan pemerintah akan komitmen patuhi semua rules, tetapi kami jelaskan tentang kendala yang kami hadapi di dalam negeri."..
*LADI= Lembaga Anti Doping Indonesia
Ya semoga saja ini hanya masalah miss komunikasi saja antara negara kta dengan WADA. Atau bisa juga hanya sekedar masalah administrasi saja yang kurang atau belum terpenuhi oleh kita di mata badan anti doping dunia tersebut. Jadi negara kita pun akan segera terlepas dari sanksi ini. Atau dengan kata lain sanksi tersebut batal diberlakukan oleh WADA buat Indonesia..
Sebab bagaimana pun juga, sanksi ini jadi semacam sejarah kelam buat dunia olahraga Indonesia, bila betul-betul diberlakukan. Soalnya ini akan jadi pengalaman pertama bagi negara kita yang bertanding di sebuah kompetisi olahraga internasional, namun dengan tanpa embel-embel bendera dan lagu kebangsaan kita sendiri..
Tapi apapun itu, kami (penulis) berharap semoga masalah ini bisa segera teratasi dan hasilnya menyenangkan buat semua pihak, utamanya masyarakat pecinta olahraga di Indonesia. Dan semoga juga masalah ini bisa menjadi pembelajaran yang berharga buat dunia olahraga Indonesia..
Ya meski demikian penulis juga agak sangsi, mengingat negara kita kadang lamban merspons hal-hal kaya gini. Seperti misalnya pengajuan banding atas kasus di-WO-kannya para pemain badminton Indonesia di turnamen All England 2021 pada bulan Maret lalu, sampai dengan saat ini belum ada kabarnya dan belum tahu akhirnya seperti apa..
*tapi ini bukan berarti saya pesimis lho ya
Oke demikian informasi yang bisa saya sampaikan pada hari ini. Semoga bisa bermanfaat ya serta mohon maaf, apabila ada kesalahan dan atau kekeliruan di dalamnya..
