Macam-macam Tidur Menurut Pandangan Islam
ilustrasi gambar oleh istockphoto.com
Tidur adalah kebutuhan pokok dan utama untuk manusia. Sebab tujuan dan manfaatnya banyak. Salah satunya adalah untuk mengistirahatkan raga dan jiwa kita dari berbagai aktivitas yang melelahkan. Namun di sisi lain tidur juga bisa memberikan banyak mudhorotnya buat kita. Seperti misalnya kebanyakan tidur atau tidur di waktu-waktu yang tidak tepat..
Nah terkait manfaat atau mudhorotnya ini, ternyata dalam pandangan Islam memang tidur itu ada banyak macamnya. Dan kesemuanya ada yang baik dan ada kurang atau tidak baik untuk kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari..
Lalu jenis tidur apa saja sih yang baik dan kurang/tidak baik itu? Menukil dari kitab Hasyiah Al-Jamal, setidaknya ada 7 macam tidur yang sebagaimana kami maksud di atas. Dan berikut ini adalah penjelasannya untuk anda:
1. Tidur Lalai
Yang pertama adalah tidur lalai. Tidur lalai adalah saat dimana kita tidur di tempat majlis dzikir atau majlis ilmu. Sesuai namanya, tidur jenis ini termasuk yang kurang baik. Sebab kita tidur di waktu yang bukan seharusnya..
Kenapa demikian? Karena memang majlis dzikir atau majlis ilmu itu sejatinya adalah tempat kita untuk menimba ilmu dan atau memperbanyak ibadah. So makanya tak salah jika tidur di waktu ini dinamakan tidur lalai. Sebab pelakunya seakan-akan telah lalai dengan tujuan yang semestinya, saat berada di tempat tersebut..
2. Tidur Celaka
Yang kedua adalah tidur celaka. Tidur celaka adalah saat dimana kita tidur di waktu sedang mengerjakan sholat. Dan sebagaimana yang poin satu, tidur ini pun termasuk tidur yang tidak baik untuk kita lakukan. Karena sholat itu adalah ibadah wajib dan yang utama buat kita sebagai umat muslim. Jadi memang harus benar-benar fokus dan serius dalam melaksanakannya..
Akan tetapi memang dalam realitanya jarang-jarang orang tidur atau tertidur saat mengerjakan sholat. Namun bukan berarti tak pernah ada. Dan jika seumpama ada, maka itu berarti ia telah melakukan tidur yang celaka. Sebab ia seperti telah mencelakai dirinya sendiri, oleh karena tidak bisa menjaga kekhusuan ibadah wajib yang sedang dilakukannya itu..
3. Tidur Laknat
Kemudian yang ketiga adalah tidur laknat. Tidur laknat adalah tidur di waktu menjelang subuh. Untuk poin yang ini, kami kurang tahu alasan dan penyebabnya kenapa bisa disebut tidur laknat. Namun memang sepengetahuan kami, tidur di waktu menjelang subuh itu tidak baik untuk dilakukan..
4. Tidur Siksa
Untuk yang keempat adalah tidur siksa. Dan yang masuk kategori ini adalah saat dimana kita tidur di waktu setelah fajar. Ini hampir sama sebenarnya dengan poin yang ketiga. Sebab waktu fajar itu berdekatan sekali dengan waktu subuh. So oleh karena itu, tidur di waktu ini pun termasuk yang diharamkan alias tidak boleh kita lakukan..
5. Tidur Rehat
Jika di poin-poin sebelumnya adalah jenis-jenis tidur yang kurang atau tidak baik, maka untuk yang kelima ini masuk kategori tidur yang bagus atau baik untuk kita lakukan. Namanya tidur rehat. Dan contoh tidur yang masuk kategori ini adalah tidur di waktu sebelum dzuhur..
Ya jelas sesuai namanya, tidur ini dinamakan tidur rehat karena karena sesungguhnya di waktu inilah waktu yang tepat untuk kita tidur, demi untuk merehatkan diri segala aktivitas yang penat nan melelahkan. Dan memang dari segi kesehatan juga konon tidur sebelum waktu dzuhur bagus untuk perkembangan raga dan otak kita..
6. Tidur Rahmat
Selanjutnya untuk yang keenam adalah tidur rahmat. Tidur rahmat adalah tidur ketika di waktu setelah isya. Untuk yang ini sudah pasti ya, memang jamnya untuk kita tidur yang sebenarnya. Sebab di waktu ini mayoritas orang-orang sudah pada berhenti aktivitasnya dan lalu bersiap untuk menyambut datangnya malam yang dimana suasananya sudah pekat nan gelap..
Oleh karena itu, tak salah jika tidur di waktu ini dinamakan tidur rahmat. Soalnya ini adalah salah satu bagian dari rahmat dan karunia-Nya Allah SWT kepada kita selaku umatnya..
7. Tidur Rugi
Dan jenis tidur yang terakhir atau yang ketujuh adalah tidur rugi. Lho, koq tidur bisa menyebabkan kita rugi? Tentunya bisa dong. Salah satunya adalah ketika kita tidur di waktu malam jum'at..
Kenapa tidur di waktu ini bisa merugikan kita? Karena seperti kita tahu, waktu malam jum'at itu adalah waktu yang baik dan bagus untuk memperbanyak amal ibadah kita. Seperti misalnya dengan membaca Surat Ya-Siin, memperbanyak baca Sholawat Nabi, memperbanyak baca kalimatun thoyyibah (Tahlil, Tahmid, Tasbih, Istighfar), atau dan sebagainya..
Jadi rugi rasanya jikalau pas di waktu tersebut, kita pergunakan untuk tidur. Sebab kita jadi seperti melewatkan moment yang terbaik untuk meningkatkan amal baik kita sendiri..
Itulah macam-macam tidur dalam pandangan Islam. Dan kesemuanya, ada yang baik dan ada yang tidak untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan pastinya juga, kesemuanya ada alasannya kenapa bisa disebut baik atau tidak untuk kita lakukan..
Oke demikian ilmu dan informasi yang bisa kami bagi kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf jika sekiranya ada salah-salah kata atau kalimat yang kami buat dalam postingan ini..
Keterangan: Artikel asli ditulis oleh Ust. Nur Hamzah, dengan beberapa sedikit perubahan
FYI: Beliau adalah aktivis dakwah dari kalangan aswaja dan NU di Facebook