5 Perilaku Konyol Yang Mungkin Pernah Anda Lakukan Semasa di SD
ilustrasi gambar oleh idntimes.com
Mengenang masa lalu memang tak pernah bosan untuk dibahas dan dikupas. Karena dari sanalah kita bisa jadi ingat masa kecil kita, masa nakal-nakalnya kita dan juga jadi ingat moment-moment tertentu, yang membuat kita sedih, menangis, tertawa atau bahagia..
Dan salah satu kenangan di masa lalu yang takkan pernah kita lupakan adalah saat masa-masa kita duduk di bangku sekolah dasar atau SD. Karena mulai dari situlah kita mengenyam bangku pendidikan sekolah, mulai belajar membaca, menulis dan menghitung serta mulai mengenal teman-teman baru di lingkungan yang baru..
Pastinya dari moment-moment itu, ada yang membuat kita jadi tertawa, sedih, dan atau buat kita jadi senyum-senyum sendiri. Pun moment itu juga bikin kita jadi ingat sama seseorang yang ntah kawan dekat semasa SD atau seseorang yang mungkin pernah kita sukai (ekhem..ekhem), yang kita tidak tahu dimana rimbanya kini..
Meski demikian, tak semua moment di masa itu meninggalkan kesan yang indah nan manis di mata kita. Sebab ada kalanya kalau kita ingat, justru kita malah merasa malu. Itu dikarenakan ada beberapa perilaku kita yang mungkin saja dianggap konyol oleh kita, kalau diingat di masa dewasa sekarang. Bahkan saking konyolnya, terkadang kita seperti ingin menafikannya..
Lalu perilaku kita apa sajakah yang semasa SD bisa kita anggap konyol? Berdasarkan pengalaman TS pribadi, setidaknya inilah 5 diantaranya:
1. Takut disuntik imunisasi
Perilaku konyol pertama adalah takut disuntik, ketika ada program imunisasi di sekolah. Di zaman saya SD, hal ini sering terjadi. Maklum program imunisasi ini biasanya menyasar kepada murid-murid yang baru masuk SD atau mereka yang baru kelas satu..
Wajar kalau pada ketakutan secara mereka masih pada polos dan mungkin belum ada pengalaman sebelumnya. Apalagi pas zaman saya SD, rata-rata mereka masuk SD-nya langsung dan tidak melalui jenjang sekolah TK dulu. Jadi ketika ada program itu di sekolah dan yang dibayangkannya adalah tangannya bakal dienjus oleh jarum suntik, mereka langsung keder berjamaah..
Dan saya termasuk yang pernah mengalami hal itu pada masa SD. Bahkan saya sampai harus ngumpet di kolong meja belajar, sambil nangis bombay demi mneghindari untuk disuntik. Ini beneran lho. Duh! Rasanya kalau ingat moment itu, jadi ingin tertawa dan malu juga. Soalnya hanya saya yang begitu pada saat itu.. Haha
2. Buang air kecil atau besar di kelas
Perilaku konyol kedua yang juga mungkin pernah kita lakukan pada masa SD dulu adalah buang air kecil atau besar di dalam kelas. Secara logika, perbuatan ini memang "nggak banget". Namun percayalah, kalau hal seperti ini pernah beberapa kali terjadi lho di masa SD saya. Bahkan teman sekelas saya sendiri juga pernah mengalaminya..
Wajar sih kalau dulu sampai ada yang sampai BAK/BAB di dalam kelas. Soalnya dulu itu fasilitas tolilet di tiap sekolah SD itu hampir nggak ada (ini kalau di kampung saya ya). Terus kalau mau pulang ke rumah, takut nggak tahan dan atau takut bilang izinnya ke guru..
Nah sekarang pertanyaannya; apakah anda pernah mengalami hal konyol ini? Kalau ya, dijamin pasti anda akan merasa malu jika mengingatnya. Benar atau nggak gaess? Hehe
*saya ngomong begini, karena teman saya yang dulu melakukan ini juga merasa malu untuk mengingatnya
3. Memalsukan tanda tangan orangtua
Perilaku konyol berikutnya yang mungkin saja pernah kita lakukan pada masa-masa sekolah SD adalah memalsukan tanda tangan orangtua. Ini biasa terjadi jika seumpama guru mewajibkan harus ada tanda tangan orangtua, di buku PR yang diberikan kepada murid-muridnya..
Kalau misalnya dikerjakan sebelum tenggat waktu/ hari yang ditentukan sih, nggak masalah. Karena kita bisa minta tangan orangtua ketika mereka sedang berada di rumah. Namun jika sampai waktu/hari yang ditentukan itu tiba dan kita belum mengerjakannya, alamat kita panik pas sampai di sekolah..
Paniknya bukan soal belum dan atau tidak bisa mengerjakannya. Tapi bagaimana caranya nanti membubuhi tanta tangan orangtua kita. Kalau terpaksa harus pulang ke rumah dulu, ya malas dan nggak praktis. Akhirnya, satu-satunya jalan pintas adalah dengan memalsukan tangan orang tua kita sendiri, setelah buku PR itu dikerjakan oleh kita di dalam kelas..
Jujur! Perbuatan ini dulu sering saya lakukan, terutama ketika pas kelas 5 SD. Maklum ketika itu guru wali kelasnya memang mewajibkan aturan itu kepada murid-muridnya. Kalau dingat-ingat lagi tentang perilaku ini, kadang saya merasa agak malu juga. Soalnya koq niat banget gitu ya, memalsukan tanda tangan orangtua kita sendiri.. Haha
4. Berusaha menghindar kalau bertemu guru di jalan
Perilaku konyol selanjutnya yang acap kita lakukan pada masa SD dulu adalah berusaha menghindar saat berpapasan guru di jalan. Ini terjadi karena kita sebagai murid, ada merasa sungkan kalau kebetulan kepergok bertemu dengan mereka. Apalagi kalau kebetulan pas bertemunya itu, pas hari itu kita tidak sekolah. Beuh, berasa ingin lari secepat kilat saja.. Wkwk
Tapi memang sebenarnya perasaan sungkan ini kadang terjadi nggak hanya kalau bertemu dengan guru SD saja. Namun terhadap guru-guru lainnya pun (semisal guru ngaji, guru di sekolah agama, atau guru lainnya), juga kadang begitu. Dan sampai dengan saat ini, fenomena seperti itu masih sering terjadi, walau padahal generasi telah berganti..
Sejujurnya perilaku kaya gini memang baik dan bagus. Sebab rasa sungkan itu pertanda kita merasa rendah diri di hadapan guru, yang notabene adalah pendidik kita. Namun kalau difikir-fikir, kadang ya lucu juga kalau sampai harus menghindar. Soalnya kan seharusnya kita bisa bersikap sewajarnya kalau bertemu mereka. Misalnya dengan cukup salim dan atau mencium tangannya..
Terkait perilaku ini, saya ada pengalaman yang tidak mengenakkan pada masa SD dulu. Jadi ceritanya ketika saya sedang main sama teman-teman kecil saya, tiba-tiba dari kejauhan ada guru SD saya yang sedang akan melintas ke dekat sekitar saya..
Melihat itu, saya pun bersama teman-teman saya yang lain sontak bergegas untuk segera menjauh dengan bersembunyi di suatu tempat. Namun alih-alih menghindar, yang ada pada saat itu kaki saya malah terluka kena benda tajam.. Hikz, hikz, hikz
*jujur! waktu itu sempat ada perasaan menyesal juga, kenapa saya harus menghindar bertemu guru (pada saat itu)
5. Antusias sekali ketika diajak rekreasi ke kolam renang
Dan perilaku konyol terakhir yang mungkin pernah kita lakukan pada masa berseragam putih merah adalah antusias sekali ketika diajak rekreasi ke kolam renang. Sebenarnya yang namanya anak-anak dari dulu sampai sekarang, kalau diajak rekreasi ke tempat manapun pasti senang. Pun begitu juga kalau diajak ke tempat wisata air seperti wahana kolam renang..
Namun beda cerita ketika zaman saya SD, yang dimana kolam renang itu dianggap sebagai tempat wisata yang eksklusif dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa ke sana. Selain itu pada masa tersebut memang jumlahnya tidak terlalu banyak (ini kalau di daerah saya ya). Jadi ketika suatu saat sekolah SD saya mengadakan rekreasi ke sana, saya pribadi merasa sangat antusias sekali..
Bahkan saking antusiasnya, kala itu saya hampir tak bisa tidur pada malam jelang hari keberangkatannya. Ini karena saya seperti merasa terlalu senang, hingga sampai membayangkan betapa seru dan asyiknya nanti di sana..
Eit, bukan hanya saya saja lho yang mengalami perasaan itu. Tapi teman-teman saya yang lain juga merasakan hal yang sama. Ya maklum sih kita semua seperti merasa exicted banget. Soalnya pada masa tersebut, pergi ke kolam renang itu ibarat rekreasi yang mewah buat kami semua.. Hehe
Akan tetapi memang kalau difikir-fikir, perasaan exicted tersebut kaya norak bin kampungan. Soalnya kita tuh jadi kaya anak udik yang baru pertama kali rekreasi ke tempat seperti itu. Suer deh! Kadang saya sampai mikir, ini terlalu konyol untuk diingat.. Wkwkwk
Wajar dong kalau saya menganggapnya demikian. Soalnya ketika masa SMP, saya malah hampir setiap bulan selalu ke kolam renang efek dari program rutin sekolah. Jadi perasaan exicted itu seharusnya nggak perlu, oleh karena saya bisa mengalaminya di jenjang sekolah berikutnya..
*eh tapi kan saya nggak tahu, kalau di SMP ternyata kegiatan berenang itu jadi program wajib per tiap bulan (ini kalau di sekolah SMP saya ya..ntah deh kalau di sekolah SMP lain)
Itulah setidaknya 5 perilaku konyol yang pernah dilakukan pada masa-masa sekolah SD, berdasarkan pengalaman saya pribadi. Nah kalau kalian sendiri, apa pernah juga mengalami hal-hal seperti di atas? Hayoo ngaku? Yakin deh, pasti salah satu diantaranya pernah. Iya kan??? bohong itu dosa lho..!!!
Oke demikian informasi yang bisa kami sampaikan pada kesempatan hari ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang saya buat pada postingan ini..
