Ketika Turis Timur Tengah Gagal Mendapatkan Tiket KA Pangrango

Ketika Turis Timur Tengah Gagal Mendapatkan Tiket KA Pangrango

ilustrasi tiket KA Pangrango (sumber: dokumen pribadi)


Hari itu sejatinya cuaca cukup cerah, walau padahal sebenarnya sudah memasuki musim penghujan, yang mana terkadang hujan bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu. Tapi memang sepertinya pada waktu itu, cuaca sedang bersahabat dengan alam sekitarnya. Pun sebagaimana cuaca yang terjadi di stasiun Bogor Paledang, sebuah stasiun kecil yang berada di daerah kota Bogor..


Dan karena cuaca yang sedang bersahabat itu, maka hari itu pun saya mengunjungi stasiun tersebut untuk suatu keperluan. Pastinya saya ke sana bukan mau beli tiket KA Pangrango, tapi mau beli tiket KA lain (kalau saya tidak salah ingat ya). Dan yang jelas masih berhubungan dengan KA lokal, sebagaimana KA yang dilayani di stasiun ini..


FYI: KA Pangrango ini adalah KA lokal yang melayani relasi Bogor-Sukabumi PP. Kebetulan KA ini memang terminusnya di stasiun Bogor Paledang, jika dari kota Bogor


Tentu ini bukan pengalaman pertama saya main ke stasiun Bogor Paledang. Karena saya lumayan sering ke sana, termasuk ketika mau naik KA Pangrango. Ya meskipun pada saat itu saya baru 2x menaikinya, namun kehadiran stasiun kecil ini di kota Bogor membuat saya merasa terbantu ketika ingin mengurus hal-hal yang berhubungan dengan tiket KA Jarak Jauh..


Sebelumnya jika saya mau urus hal-hal tersebut, saya harus ke stasiun-stasiun KA Jarak Jauh yang ada di Jakarta seperti Gambir atau Pasar Senen. Tentu ini bikin repot saya karena kejauhan (kalau dari daerah saya di kota Bogor) dan pastinya juga makan waktu. So dengan adanya stasiun ini, membuat saya nggak perlu repot-repot lagi ke Jakarta..


*kebetulan di stasiun Bogor Paledang ini bisa melayani pembelian tiket KA Jarak Jauh rute manapun plus termasuk juga urus pembatalan dan ubah jadwal tiket


ilustrasi stasiun Bogor Paledang (sumber: dokumen pribadi)


Oke kita kembali ke cerita tentang kunjungan saya ke stasiun Bogor Paledang pada hari itu ya


Karena saya termasuk yang cukup pengalaman dalam hal beginian, maka tidak perlu banyak waktu buat saya untuk bisa menuntaskan keperluan saya pada saat itu di tempat ini. Jadi dengan begitu, saya pun tak harus berlama-lama berada di stasiun yang sebenarnya lebih mirip halte tersebut..


Akan tetapi ada kejadian menarik yang saya jumpai kala itu, yang membuat saya seperti enggan segera pulang dari stasiun ini. Dan jujur waktu itu, membuat saya penasaran. Lalu kejadian apakah gerangan yang membuat saya seperti ogah pulang pada saat itu?


Jadi ceritanya pada saat itu, ada 2 orang turis asing (keduanya dari asal timur tengah) yang hendak beli tiket KA Pangrango di stasiun ini. Tapi karena untuk jadwal pemberangkatan hari itu sudah habis semua, maka mereka pun gagal mendapatkan tiketnya..


Waktu itu sempat ada adu argumen (ketika tahu gagal mendapatkan tiket), antara mereka dengan salah satu petugas loket di sana. Dan ketika pas beradu argumen itu, kedua turis tersebut menggunakan bahasa Inggris yang seadanya. Sementara sang petugas loket memakai bahasa Inggris yang cukup fasih dan jelas, meski tidak terlalu bertele-tele..


*mungkin mereka ini memang aslinya tidak bisa atau tidak fasih berbahasa Inggris


Selanjutnya karena merasa tidak puas dengan jawaban si petugas loket, maka akhirnya kedua turis itu pun mencoba mendekati para PKD di pintu boarding. Mereka mendekati para petugas keamanan stasiun tersebut, tujuannya adalah agar mereka ini bisa dibantu atas kebingungan yang sedang mereka hadapi pada saat itu..


Akan tetapi karena para anggota PKD juga kebetulan nggak ada satupun yang bisa berbahasa asing, maka akhirnya "aduan" mereka ini diteruskan ke KP KA Pangrango, yang kebetulan pada saat itu KA-nya tengah stay dan siap berangkat. Lucunya si KP pun ternyata juga nggak bisa berbahasa asing, buat sebagai bahan menjawab atau mendengar curahan kedua turis tersebut..


*KP= Kepala Perjalanan atau Kondektur Perjalanan KA singkatnya


Pada akhirnya, karena merasa takut nggak bisa jawab atau bingung cara ngomongnya bagaimana ke mereka ini, maka aduan mereka ini pun kemudian diteruskan lagi ke petugas loket. Kebetulan petugas loket yang menerima mereka adalah petugas yang sebelumnya melayani mereka pada waktu pertama kali ke loket..


Selanjutnya oleh petugas loket tersebut, lagi-lagi dijelaskan dengan bahasa Inggris yang singkat, padat dan jelas bahwa seluruh tiket perjalanan KA Pangrango pada hari itu sudah habis. Setelah itu apakah si turis dari Tim-teng tersebut kemudian faham, kalau tiket yang mereka inginkan pada saat itu ternyata memang benar-benar sudah habis?


Ternyata belum gaess..!!! Hahaha


Jadi ceritanya setelah dijelaskan lagi oleh petugas loket untuk yang kedua kalinya, mereka kemudian sempat curhat ke seorang temannya melalui telepon dengan bahasa Arab. Dan kalau dilihat dari gelagatnya, sepertinya temannya itu orang Indonesia atau mungkin juga guide tournya mereka. Tentu mereka curhat membicarakan seputar masalah yang mereka pada hadapi saat itu..


Selanjutnya dari percakapan mereka dengan temannya itu, kemudian ada arahan untuk memberikan sambungan teleponnya ke salah satu petugas stasiun di sana yang pada saat itu diwakili oleh KP KA Pangrango. Dan dari sambungan telepon itulah kemudian sang KP menjelaskan duduk persoalannya, yang memang kali ini ngobrolnya dengan bahasa Indonesia..


Setelah temannya mendapatkan penjelasan dari si KP, dan sejurus kemudian ia jelaskan lagi ke kedua turis tersebut (tapi tentunya kali ini memakai bahasa Arab), maka barulah mereka ini benar-benar faham dan mengerti. Dan setelah itu, mereka berdua pun pergi meninggalkan stasiun Bogor Paledang dengan raut muka kecewa..


Keterangan: Peristiwa ini terjadi pada sekitar akhir bulan November 2014 lalu. Sebelumnya cerita ini juga pernah saya muat di kolom catatan Facebook saya di waktu yang sama.


========== ========== ========== ========== ==========


Menurut kalian, hikmah atau pesan apa yang bisa kita ambil dari cerita di atas? Ya cerita di atas itu seperti menekankan betapa pentingnya bahasa Inggris bagi seorang turis asing. Tentu buat yang bisa atau pintar, tidak masalah. Lha, buat yang nggak bisa? Mungkin peristiwa misskomunikasi sebagaimana yang dialami oleh kedua turis asal timur di atas bisa saja terjadi..


Kenapa saya bilang begitu? Karena menurut saya, kejadian di atas itu penyebabnya hanya satu; kedua turis itu nggak bisa bahasa Inggris. Coba kalau dari awal mereka bisa atau mengerti bahasa Inggris, mungkin masalahnya bisa cepat selesai pada saat itu juga. Tidak harus bertele-tele sebagaimana yang terjadi dalam cerita di atas..


Namun di luar itu, memang kedua turis tersebut juga ngeyel sih. Sudah dijelaskan dari awal kalau tiket yang mereka cari itu habis, masih saja kaya nggak percaya. Dan dalam keadaan begitu, mereka pun seperti masih ingin mencari jalan lain, buat mendapatkan keinginannya di hari itu..


Tapi memang sekali lagi, kalau saja mereka faham dan mengerti bahasa Inggris, mereka nggak perlu bertingkah ndablek seperti itu. Soalnya jatuhnya malah jadi konyol dan sekaligus juga lucu. Walau begitu, saya pribadi merasa kasihan juga ke mereka pada saat itu. Sebab mereka juga pasti kecewa karena gagal mendapatkan tiket, meski telah berusaha dengan cara apapun..


Asli! Saya sampai geleng-geleng kepala melihat kejadian itu. Soalnya ini memang benar-benar konyol dan lucu. Dan jujur, di dalam hati ini sempat ada perasaan ingin mengumpat mereka pada saat itu. Namun di sisi lain, ya ada rasa iba juga yang menggelayuti hati saya kala itu..


Pada akhirnya, kejadian itu pun jadi seperti "berkesan" bagi saya. Soalnya ini adalah cerita terkonyol dan terlucu yang pernah saya temui, di sebuah stasiun KA (dalam hal ini yang tidak melibatkan saya). Dan jujur sampai dengan detik ini, saya masih selalu geleng-geleng kepala kalau ingat kejadian ini, yang padahal sudah 7 tahun yang berlalu..


Oke demikian cerita curhatan saya kali ini. Semoga bisa menghibur ya dan tentu saja saya juga berharap ada hal positif yang bisa anda dapatkan dari cerita pengalaman saya di atas. Terakhir sebelum saya pamit, mohon kiranya dimaafkan apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang saya buat pada postingan ini..
Posting Komentar