[FR] Ziarah Ke Panjalu dan Pamijahan (bag. 2)
Prolog: Thread ini adalah lanjutan dari thread sebelumnya, yang pernah saya posting pada beberapa waktu yang lalu..
Lalu bagaimana kisah perjalanan saya dan rombongan berikutnya pada waktu itu?
Yuk disimak ceritanya dari awal sampai akhir ya..
Malam itu pasca kami berziarah di Panjalu, kami pun langsung cabut untuk bergegas pergi ke tempat ziarah yang kedua atau ke Pamijahan yang berada di daerah Tasik Malaya. Kami putuskan buat segera meninggalkan tempat ziarah tersebut, karena lokasi tempat ziarah yang akan kami datangi berikutnya jaraknya sangat jauh sekali dari sini..
Maklumlah, daerah Pamijahan itu berada di pelosok kampung yang jauh dari daerah perkotaan. Jadi buat bisa sampai ke sana, kami tidak boleh berlama-lama di Panjalu. Selain itu tentu tujuan lainnya adalah agar kami tidak sampai kemalaman pas tiba di sananya nanti..
Berbeda dengan pas perjalanan dari rumah ke tempat ziarah yang pertama, maka untuk perjalanan ke tempat ziarah yang kedua ini terbilang cukup lancar. Wajar sih! Secara perjalanan kami kali ini tidak melewati titik-titik yang jadi rawan macet dan atau pusat keramaian kota. Lagipula waktu itu sudah malam, waktu dimana orang-orang sudah stop beraktivitas di luar rumah..
Hanya memang akses jalan ke TKP ini agak berliku nan terjal. Itu dikarenakan kami harus melewati banyak tikungan dan suasana pedesaan yang sunyi, dengan lampu penerangan jalan yang minim. Jadi dengan sitkon yang seperti itu, kami pun tak bisa memacu kendaraan kami menjadi lebih cepat..
Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 6 jam, kami pun tiba di daerah Pamijahan. Kala itu waktu sudah menunjukan sekitar pukul 12:30 malam. Tapi berhubung pada saat itu kami tiba sudah larut malam, maka kami putuskan untuk berziarahnya pada besok pagi saja. Selain itu kami semua juga sudah pada capek dan ngantuk..
Saat pas kami tiba itu, kami hanya fokus mencari tempat dimana kami harus menginap. Namun untungnya tak susah buat kami mencari tempat penginapan di sana. Ya walaupun tempatnya ala kadarnya alias bukan seperti tempat-tempat menginap kaya di hotel, losmen atau dan semacamnya, tapi ya lumayanlah kalau buat sekedar merebahkan badan mah.. Hehe
Dan sekedar buat informasi juga kalau tempat-tempat menginap di sana itu jumlahnya cukup banyak. Jadi anda tak perlu khawatir, jika seumpama ingin berkunjung ke sana tapi takut waktunya terbatas atau tibanya kemalaman. Cuma ya memang gitu, tempatnya ala kadarnya..
Oke kita back to topic
Setelah beristirahat di tempat penginapan, pada besok paginya pun kami semua pergi ziarah ke makam utama di tempat ini, yakni makam Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan. Setelah itu kami pun lalu pergi mengunjungi tempat petilasannya tokoh ulama ini yaitu sebuah goa yang bernama goa safarwadi..
Akses jalannya sendiri dari tempat penginapan ke makam cukup jauh dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Pun demikian halnya akses jalan dari makam ke goanya yang juga cukup jauh. Jadi memang kita perlu tenaga dan fisik yang kuat kalau mau berkunjung ke Pamijahan ini. Sebabnya karena ya itu itu tadi, ada dua tempat yang mesti kita lewati dengan jarak yang cukup jauh..
Oh ya sekedar tambahan informasi buat anda jika kunjungan ke goa safarwadi ini adalah pilihan. Boleh dilakukan boleh tidak. Tapi ya memang nggak afdhol kalau ke sini, nggak mengunjungi goanya. Soalnya tempatnya mempunyai nilai historis yang tinggi dan pastinya banyak cerita unik nan menarik di dalamnya. So memang sejatinya bikin penasaran tempatnya..
Atau paling tidak hitung-hitung ini buat sekedar menguji adrenalin kita. Maklum sebagaimana umumnya goa, tempatnya gelap. Bahkan sangat gelap banget dan penerangannya pun hanya bisa dibantu oleh lampu patromaks atau senter yang kita bawa (kalau kebetulan punya)..
Selain itu akses jalan di dalamnya pun agak susah, yakni licin dan berbatu. Jadi memang bisa penuh perjuangan kalau mau memasuki tempat ini. Dan tentu fisik yang mumpuni pun sangat dibutuhkan, mengingat kita tidak sebentar berada di sana..
Eh tapi jangan mentang-mentang tempatnya gelap, terus anda merasa takut ya untuk datang ke goa ini. Soalnya yang berkunjung juga banyak. Jadinya ya pasti ramai tempatnya atau pas di dalamnya. Hanya ya itu tadi, akses jalan di dalamnya membuat kita harus berhati-hati. Ditambah lagi dengan hanya dibantu lampu penerangan yang seadanya..
Terus untuk fasilitas penunjang buat lampu penerangan di dalamnya, itu inisiatif kita ya sebagai pengunjung. Seperti misalnya untuk lampu petromaks, kita bisa sewa di sana. Sedangkan untuk senter, kita harus bawa sendiri. Atau kalau mau beli juga banyak tersedia di sana. Baik yang ukuran besar maupun ukuran kecil (yang seperti buat mainan gitu)..
Jadi penasaran, seperti apa sih tempatnya eh goanya maksudnya? Oke jika anda merasa penasaran, boleh dilihat dari foto-foto yang kami ambil pada waktu itu. Cuma ya maaf, jika hanya sedikit. Maklum ketika itu saya harus berjibaku dengan lelahnya perjalanan dalam menggapai kedua tempat yang harus saya kunjungi di Pamijahan ini (tempat ziarah dan goa safarwadi)..
ini adalah gapura pintu masuk buat menuju makam di Pamijahan
sedang ini adalah spot-spot pemandangan di sekitar area komplek makamnya
masih pemandangan di sekitar makam
nah kalau yang ini suasana pas di dalmnya ketika itu
(maaf fotonya sekilas..harap maklum, soalnya kebetulan pada saat itu yang berkunjung lagi banyak-banyaknya..jadinya ya TS susah buat ngambil gambarnya secara maksimal)
sementara itu foto-foto ini menjelaskan bahwa akses ke area makamnya sangat terjal, karena harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak
*dan lagi-lagi akses jalannya mirip seperti tempat ziarah di Cikundul
sedangkan ini adalah spot-spot atau pemandangan yang berada di sekitar TKP
nah kalau ini, gerbang pintu masuk untuk menuju makamnya
dan seperti inilah aktifitas atau kegiatan yang kami lakukan di dalam goa tersebut
*maaf ya, untuk foto-foto di dalam goanya sedikit..soalnya saya nggak banyak ngambil gambar pas di sini, oleh karena waktu itu ribet harus fokus megangin senter yang TS bawa ke tempat ini
Nah seperti itulah hasil foto-foto yang berhasil saya capture, pada saat kunjungan saya dan rombongan ke Pamijahan di hari itu. Bagaimana, cukup menarik kan tempatnya? Hehe
Oh ya sebelum saya mengakhiri thread ini, saya mau memberikan beberapa tips buat anda. Terutama sekali jika anda tertarik untuk berkunjung ke Pamijahan. Dan inilah beberapa diantara tipsnya:
1. Bawa senter dari rumah, jika seumpama ada rencana mau mengunjungi goanya juga. Tapi disana juga ada sih tukang dagang yang menjual, dengan berbagai macam ukuran dan variasi/warna.
2. Kalau mau pakai jasa lampu petromaks untuk ke goanya, mending cari yang di sekitar lokasi saja. Soalnya bisa lebih murah (tergantung kita bisa negoisasinya).
3. Di sekitar area makam atau tempat ziarahnya, ada area khusus yang dilarang merokok. Untuk yang ini alasannya karena sudah aturan dari sananya.
4. Jika merasa kelelahan pasca berziarah dan mengunjungi goanya, bisa memakai jasa tukang ojek yang selalu stay di sekitar area tempat keluar goa.
Oke demikian cerita field report saya kali ini. Semoga bisa bermanfaat ya. Atau setidaknya ini jadi semacam refrensi buat anda. Tak lupa saya pun memohon maaf, apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang saya buat pada postingan ini..
And see you in my next travelling trip..