Filosofi Kopi Menurut Pandangan Para Ulama
ilustrasi gambar oleh pixabay.com
Sebagai satu komunitas sosial yang koheren, lingkungan pesantren adalah satu komunitas yang tidak bisa dilepaskan dari budaya kumpul-kumpul, diskusi, sedikit ngerumpi, dan tentu saja minum kopi. Selain itu kaum santri juga dalam sehari-harinya sedikit ataupun banyak, pasti bersinggungan dengan ilmu-ilmu agama. Fikih, Tasawuf, Tafsir, Hadits, rutinan hapalan dan sorogan, adalah aktivitas sehari-hari..
Dan karena keterkaitan yang begitu erat dengan kajian agama, terutama kajian turats maka minum kopi juga ternyata bisa menjadi diskursus yang dikupas dari berbagai aspeknya. Jadi memang kaum santri ini amat menyadari bahwa kopi adalah satu entitas yang tidak bisa dilepaskan dari rutinitas keseharian mereka..
Nah terkait minum kopi ini, beberapa ulama tersohor juga pernah membahasnya. Seperti misalnya Syaikh Nawawi al Bantani, yang pernah berkata:
عليك بشرب القهوة فإنها تمنع النعاس وتورث الذكاء
“Minumlah kopi, karena dengannya akan tercegah rasa kantuk dan dapat mencerdaskan pikiran”..
Sementara itu Syeikh Ihsan Jampes juga pernah mengatakan:
عليك بأكل البُنِّ فى كلّ ساعة # ففى البنِّ للأكل خمس فوائد نشاط و تهضيم و تخليل بلغَم # تطَيُّب اَنْفاس و عون لقاصد
“Bagimu hendaklah relaksasi kopi secara rutin. Karena pada kopi terdapat lima manfaat, yakni; rajin dalam aktifitas, memperlancar pencernakan, menghilangkan dahak, memperbaiki pernafasan, dan membantu mewujudkan orientasi”..
Pun seorang Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami juga pernah mengatakan:
ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في شرح العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل
“Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli shafwah (orang-orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan serta penghapus kesusahan. (Meski) para ulama berbeda pendapat akan kehalalannya, namun hasil yang diunggulkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Syarhul Ubab setelah penjelasan bahwa asal usul kopi di awal abad kesepuluh hijriyah dan memandang dari Qaidah ‘bagi perantara menjadi hukum tujuannya’, maka selama kopi ini dimasak untuk kebaikan maka akan mendapat kebaikannya. Pun begitu juga sebaliknya. Jadi intinya fahami asal usulnya.”..
القهوة كالحب؛ قليل منه لا يروى، و كثير منه لا يشبع
“Kopi itu bagaikan Cinta. Sedikit saja tidak akan menyegarkan, Sedangkan banyaknya tak akan mengenyangkan”..
“Kopi membunuh kantuk, melepaskan pikiran yang berhamburan, mengikhlaskan pahit yang tak ter-ungkapkan”..
Terus dari berbagai literatur kitab di pesantren juga telah sedikit membahas tentang seluk beluk kopi ini. Mulai dari hukum, manfaat dan efek positif-nya bagi para peminumnya. Salah satunya adalah tentang kaidah kecerdasan terkait minuman dalam kitab ta’lim mutaallim di bawah ini:
و كل ما يقلّل البلغم و الرطوبات يزيد في الحفظ، و كل ما يزيد في البلغم يورث النسيان.
“Setiap sesuatu yang bisa mengurangi lendir dahak dan mengurangi kadar air yang berlebihan pada tubuh; Maka akan berdampak pada kuatnya hafalan. Sedangkan sesuatu yang memperbanyak lendir dahak akan membuat orang jadi pelupa”..
Nah berpijak dari kaidah di atas dan juga beberapa pendapat ulama tersohor, maka minuman yang mampu meningkatkan kecerdasan otak adalah kopi..
Pertanyaannya; Apakah anda suka kopi?
Sang Guru Mulia Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Bin Syech Abu bakar bin Salim pernah berkata:
Kopi (قهوة) pertama kali ditemukan oleh seorang waliyullah dari Yaman yang bernama Syaikhul Kabir 'Ali bin 'Umar Asy Syadzili. Dari situ kemudian disebarkan ke berbagai tempat oleh Imam Abu Bakar Alaydrus. Imam Ibnu Hajar Al'Asqalani pernah mengatakan bahwa menggunakan sesuatu yang mubah untuk kebaikan akan bernilai pahala..
Para sufi dan ulama sangat menggemari kopi karena dapat memberikan semangat mereka dalam membina ilmu dan beribadah malam. Imam Abu Bakar bin 'Abdullah Al'Ath-thas (guru futuh Imam 'Ali Shahibul Maulid) biasa minum kopi seusai melaksanakan qiyamul lail (bangun malam), sebelumnya (minum kopi) beliau membaca alfatihah sebanyak tiga kali..
Pertama khusus di hadiahkan untuk Sayyidina Alfaqihul Muqaddam (Muhammad bin 'Ali Ba'alawi). Kedua khusus dihadiahkan untuk Syaikh 'Ali bin 'Umar Asy Syadzili selaku penemu kopi dan gurunya yaitu Imam Abu Hasan Asy Syadzili. Dan ketiga dihadiahkan untuk semua kaum muslimin..
Demikian pula dengan Syaikh Abu Bakar bin Salim, yang mana beliau juga amat menyenangi kopi. Bahkan beliau banyak menyarankan orang untuk meminum kopi dengan niat menyegarkan stamina tubuh disaat beribadah kepada Allah SWT..
Jadi minuman yang paling populer di rumah dan (tentu saja) majelis-majelis Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah kopi. Karena begitu banyak manfaat yang akan didapat darinya.. Wallahu a'lamu Bis-showaab..
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Demikian ilmu dan informasi yang bisa kami bagi pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang kami tulis pada postingan ini..
*diolah dari berbagai sumber
