[TR] Nyobain Pertama Kali KA Nomor Wahid di Indonesia

[TR] Nyobain Pertama Kali KA Nomor Wahid di Indonesia

Prolog: Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa kedatangan saya di stasiun Gambir pada saat itu (06 April 2022) adalah buat ikut test antigen agar saya bisa memenuhi syarat untuk bisa naik KA pada hari itu juga. Ini saya lakukan karena mengacu pada peraturan terbarunya, saya wajib melakukan test itu jika dosis vaksinnya baru 2x. Dan kebetulan memang saya baru 2x vaksin sejauh ini..


Tapi sebenarnya saya mau naik KA apa sih pada hari itu? Dan mau melakukan perjalanan kemana?


Ya tepatnya pada hari ketiga puasa di bulan Ramadhan tahun ini, saya hendak OTW ke kota Semarang dengan KA ABA alias KA Argo Bromo Anggrek. Jadi sekarang sudah tahu ya, kalau tiket promo yang saya dapat kala itu adalah KA ini..


Kalau ada yang tanya; kenapa saya pilih KA ini? Tentu alasan utamanya karena KA ini belum pernah sama sekali saya naiki sampai dengan detik ini. Alasan lainnya sudah pasti karena KA ini adalah KA yang pernah saya idam-idamkan untuk dicicipi. Maklum, KA ini adalah KA nomor wahid di perkereta apian Indonesia secara nomor perkanya..


Ya meskipun secara layanan dan fasilitas mungkin tak berbeda jauh dengan KA-KA lainnya (terutama dalam hal ini KA eksekutif), namun tetap saja ketika kita bisa menaikinya menjadi sebuah prestise tersendiri. Hal itu dikarenakan sejarah dari lahirnya KA ini yang memang sempat dianggap sebagai KA paling wah pada masanya, secara failitas dan pelayanannya..


Jadi intinya memang bisa menaiki KA ABA ini adalah impian saya sejak dahulu, terutama sejak doyan naik KA jarak jauh. Dan Alhamdulillahnya, sekarang bisa kesampaian meski itu pun harus dengan jalur tiket promo..


*soalnya kalau dengan tiket reguler, nggak kuat bro belinya..maklum, saya termasuk kaum misqueen..wkwk


Lalu cerita dan hal menarik apa yang saya dapatkan di perjalanan KA ABA yang saya naiki hari itu? Yuk ah tanpa panjang lebar lagi, kita mulai saja kisahnya berikut ini..


Malam itu sekitar jam setengah 7an, dengan langkah tergesa-gesa saya tiba di stasiun Gambir. Wajar jika saya merasa tergesa-gesa pada saat itu. Soalnya ketika itu saya tengah memikirkan test antigen yang akan saya lakukan sebelum naik KA ABA ini. Maklum ini pengalaman pertama saya melakukan test yang buat penguji Covid tersebut..


Tapi kerisauan saya ini lebih ke bagaimana proses dan mekanismenya seperti apa dan bagaimana, serta ribet atau nggak caranya nanti. Namun Alhamdulillahnya, sebagaimana yang sudah saya tulis ceritanya di thread ini, ternyata memang prosesnya lumayan gampang dan lancar hingga sampai dengan keluar hasil testnya..




ini adalah potret suasana di stasiun Gambir (terutama di bagian pintu masuk selatan), saat pertama kali saya tiba di sana


Setelah urusan test antigen selesai, saya tidak langsung check in meski pada saat itu sudah diperbolehkan. Namun saya sempat menunaikan sholat dulu dan lalu dilanjut makan. Maklum dari sejak pas bedug maghrib tadi saya belum sempat buka puasa, terkecuali hanya membatalkan saja dengan meminum air mineral plus sepotong roti..


Nah baru setelah itu saya kemudian check in dan lalu naik ke atas buat menuju peron. Yeay, akhirnya saya bisa naik KA lagi di stasiun Gambir. Kalau nggak salah, saya terakhir kali naik KA di stasiun ini adalah pas mau OTW ke Nganjuk pada pertengahan tahun 2019 lalu. Wow! Sudah lama sekali ya.. Hehe



suasana di area pintu utaranya GMR ketika itu


FYI: area pintu utara ini akses buat kedatangan penumpang..sedang kalau buat keberangkatannya, ada di area pintu selatan



Selanjutnya setelah naik ke atas peron, saya pun menunggu datangnya KA ABA yang akan saya naiki sebentar lagi. Dan akhirnya setelah menunggu dalam beberapa menit, KA yang saya tunggu-tunggu pun tiba di jalur 2 stasiun ini. Tentunya setelah KA-nya datang, saya pun bersama para calon penumpang lainya masuk ke dalam rangkaian KA..


Oh ya dalam trip dengan Kang Mas ABA ini, saya duduk di kereta eksekutif 3, dengan no tempat duduk 12C. Sebenarnya ini bukan seat favorit saya sih, jika ngetrip dengan KA eksekutif. Tapi ya mau bagaimana lagi, lha wong dapatnya yang itu.. Hehe


Dan akhirnya tepat di jam 20:35, KA yang sedang saya naiki ini pun berangkat dari stasiun Gambir, yang mana ini memang sesuai jadwalnya. "Yeah, akhirnya rasa kangenku sama nyepur bisa terobati pada malam ini. Udah gitu KA yang saya naiki adalah KA yang sempat saya idam-idamkan dari dahulu. Alhamdulillah! Thank's ya Allah atas semua ini!"..


suasana di area pintu masuk buat check in di GMR kala itu

sedangkan ini adalah papan display jadwal KA di stasiun ini yang berada di lantai 1


baru tahu, kalau sekarang di GMR itu ada hiburan live musicnya


*ini adanya di lantai satu ya



sementara itu ini adalah suasana di area peronnya, terutama di jalur 1-2 tempat dimana calon penumpang KA ABA bersiap diri


penampakan KA ABA-ku yang malam itu akan membawa saya ke kota Semarang

sedangkan penampakan dari dalamnya, terutama di kereta eksekutif 3 yang jadi tempat duduk saya

lalu kalau ini fasilitas toiletnya


Selama perjalanan, karena ini trip malam maka waktu yang ada saya habiskan buat duduk-duduk saja. Atau dengan kata lain, saya hanya sekedar ingin menikmati perjalanan saja tanpa melakukan banyak aktivitas apa pun. Bahkan ketika KA ini berhenti di sebuah stasiun pun (buat menaik turunkan penumpang), saya tetap stay di tempat duduk saya..


Hal itu dikarenakan laju KA ini cukup cepat sekali dan kalau pun berhenti, paling cuma 2-3 menit alias cuma sebentar. Tentu kalau waktunya cuma segitu buat apa keluar dari rangkaian KA, meski hanya untuk sekedar cari angin atau merokok dulu misalnya..


Tapi memang saya juga agak kaget sih, manakala sekarang jadwal berhenti sebuah perjalanan KA itu hanya sebentar. Soalnya biasanya agak lamaan, terutama kalau berhentinya di stasiun besar (bisa 5-10 menit). Ya mungkin ini memang sudah SOP-nya sekarang..


Di satu sisi, kebijakan ini memang bagus. Karena perjalanan KA jadi lebih cepat dari yang sebelum-sebelumnya. Namun di sisi lain kebijakan ini jadi seperti tak ramah buat para ahli hisap seperti saya. Soalnya saya jadi tak punya waktu buat melepas kepenatan saya di dalam KA dengan menghisap sebatang rokok, terutama pas KA lagi berhenti di sebuah stasiun..


Oke back to topik ya gaess


baru tahu, kalau sekarang dapat fasilitas ini jika naik KA dan ini diberikan gratis kepada setiap penumpang

*ini isinya 1 buah masker dan sehelai tissue basah yang dibungkus plastik

nah kalau ini penampakan tiket ABA-ku, terkhusus pada perjalanan malam itu

FYI: yang di bawahnya tiket itu adalah hasil screening test antigen saya

gaya selfie saya di dalam perjalanan ini..hehe


Dan malam pun semakin berlalu, tatkala perjalanan KA mulai memasuki wilayah provinsi Jawa Tengah. Dalam pada itu, suasana di dalam kabin KA semakin hening dari suara aktivitas orang-orangnya. Apalagi kebetulan okupansi kakang mas ABA-ku malam itu memang tidak terlalu ramai. Bahkan di gerbong saya hanya 60% terisi..


Meski demikian suasana hening di perjalanan kami malam itu (terutama di kereta saya), terganggu dengan adanya suara tangisan anak balita yang tiba-tiba pecah. Asli, saya sampai nggak bisa tidur dengan suara tangisan itu. Soalnya lama banget durasinya..


Bukan hanya saya saja lho, yang merasa terganggu. Namun para penumpang lainnya sepertinya juga merasakan hal yang sama. Suerr deh! Saking risihnya mendengar suara tangisan anak itu, saya sampai berniat buat membantu "meredakannya", dengan cara mendatangi anak tersebut atau ibunya..


Sayang belakangan ide ini saya urungkan, karena takutnya saya dianggap sok tahu. Apalagi kan saya juga nggak kenal dengan keluarga anak itu. Jadi ya sebenarnya memang ini tanggung jawab keluarganya, buat mengatasi rewelnya anak tersebut..


Tapi memang kalau menurut saya pribadi, pada saat itu keluarganya (terutama dalam hal ini ibunya) seperti tidak punya inisiatif buat mengatasi masalah itu. Coba misalnya anak itu diajak keliling-keliling dulu, walau cuma sekedar mondar mandir di dalam KA. Karena siapa tahu, dengan begitu tangisnya bisa mereda..


Ini saya ngomong begini karena kebetulan anaknya ketika pas nangis itu, keluarganya seperti mendiamkannya. Mendiamkan disini maksudnya seperti tidak berupaya sama sekali dengan segala cara buat bantu meredakannya..


Tapi ya ini cuma pandangan saya saja pada saat itu. Ntah kalau menurut keluarganya anak itu. Mungkin mereka juga sudah berusaha, namun hasilnya nggak gercep. Atau memang kebetulan anak tersebut tabiat dan karakternya seperti itu. Ya kita nggak tahu kalau soal yang ini. Karena bagaimana pun, keluarganya pasti lebih tahu soal ini..


Oke kita kembali ke cerita perjalanannya saja ya. Soalnya kalau diingat-ingat moment di atas, jadi kesal sendiri.. Wkwk


Dan akhirnya kebersamaan saya dengan kereta nomor wahid di Indonesia itu harus terhenti, manakala KA ini tiba di stasiun Semarang Tawang. Ya karena memang tujuan saya di perjalanan ini adalah di kota yang berjuluk kota lumpia tersebut. Selanjutnya saya pun bersama para penumpang lainnya (tentunya yang punya tujuan sama juga dengan saya), turun dari rangkaian KA pada saat itu juga..


Setelah turun dari KA, lalu saya pun kemudian keluar stasiun buat sekedar mencari tempat rebahan atau istirahat. Maklum KA ABA ini tiba di Semarang Tawang pada pukul setengah 2 lewat 5 menit. Tentu di jam segitu, suasana di SMT dan sekitarnya dalam keadaan sunyi nan senyap..


*SMT adalah kode untuk stasiun Semarang Tawang


Apalagi tujuan utama saya di trip ini sesungguhnya masih jauh. Karena setelah ini saya mau melanjutkan perjalanan lagi ke kota Kudus. Tentu kalau mau ke kota tersebut, saya harus naik angkutan umum lagi dan itu baru tersedianya di keesokan harinya..


suasana di dalam gerbong kereta saya, sesaat setelah tiba di SMT


sementara ini adalah penampakan rangkaiannya jika dari luar

lalu ini papan nama KA-nya yang baru sempat saya foto, pas turun di SMT itu


sedangkan yang ini adalah suasana di sekitar area peron dan ruang tunggu SMT yang tampak sepi bin lengang pada saat itu


Eh tapi memangnya saya mau ke kota Kudus itu mau ngapain ya? Atau dalam rangka apa saya mau berkunjung kesana? Untuk soal yang ini, kalian bisa mengetahuinya nanti di lanjutannya thread ini. Karena kalau diteruskan disini, threadnya jadi kepanjangan.. Hehe


Duh jadi penasaran deh..?!! Mau kemana sih sebenarnya kamu teh???


Tenang saja, nanti juga bakal tahu koq saya disana mau ngapain. Yang pasti cluenya adalah untuk berwisata religi. Nah kalau sudah ada cluenya gini, pastinya kalian bisa menebak dong ya.. Hehe


Wisata religi? Mau ziarah ke makam Sunan Kuduskah maksudnya?


Hemmh, benar nggak ya? Pokoknya kalian pantengin saja terus blog ini. Karena nanti nanti akan ada field reportnya, yang sekaligus juga sambungan dari thread ini..


Oke untuk sementara segitu dulu ya cerita trip report saya kali ini. Semoga cerita trip report saya ini bisa menghibur anda. Atau bisa saja ini menjadi sumber refrensi dan inspiransi anda kelak..


Dan sekarang saya pamit and sampai jumpa di thread berikutnya, yang mana ceritanya bakal tak kalah serunya dengan yang ini. Pokoknya tetap stay tune di blog ini ya gaess..
Posting Komentar