[FR] Kunjungan Singkat Saya Ke Astana Giribangun (Tempat Makam Presiden RI 2)
Prolog: sebagaimana yang tertulis dalam cerita trip report KA Gajayana yang saya posting pada beberapa waktu yang lalu, bahwa tujuan utama saya dalam perjalanan tersebut adalah untuk berkunjung ke Astana Giribangun yang berada di daerah Solo Raya..
Untuk sekedar informasi kalau Astana Giribangun itu adalah tempat makamnya mantan presiden kita yang kedua yaitu Bapak H. Muhammad Soeharto beserta isteri dan juga para kerabat atau leluhurnya (dari isterinya Ibu Tien Soeharto)..
Saya memang dari dulu berniat mendatangi tempat ini, karena ingin saja berziarah ke makamnya beliau. Maklum, saya kan pernah ziarah ke makam-makam eks presiden kita yang lain, seperti Bung Karno di Blitar atau Gus Dur di Jombang. Jadi biar afdhol gitu kesannya.. Hehe
Lalu bagaimana cerita saya bisa sampai ke sana? Dan hal-hal menarik apa sajakah yang saya temui selama di sana? Yuk ikuti kisahnya di bawah ini..
Siang itu dengan naik moda transportasi KRL yang berangkat dari stasiun Yogyakarta, saya tiba di stasiun Solo Balapan. Lalu setelah itu (meski sempat menunggu beberapa lama), saya pun kemudian dijemput oleh seorang teman yang kebetulan memang domisilinya di sana..
Dan teman saya inilah yang kelak bakal mengantar saya ke destinasi yang dituju di daerah ini, yakni Astana Giribangun. Sebelumnya kami memang sudah janjian terlebih dahulu, dengan saling kontak dan komunikasi melalui WhatsApp atau WA..
Akan tetapi pada saat itu saya tidak langsung menuju TKP. Namun saya sempat singgah dulu sebentar di rumahnya, buat sekedar istirahat atau merebahkan badan. Baru setelah itu (sekitar jam setengah 4 sore) kami berdua capcus ke TKP dengan motoran, dengan posisi saya dibonceng olehnya..
Oh ya kalau ada yang tanya; kenapa saya bisa berangkat dari Jogja? Sementara titik akhir dan tujuan perjalanan saya dengan KA Gajayana kan di stasiun Kutoarjo..
Jadi begini ceritanya gaess! Pas turun di Kutoarjo itu kan rencananya saya mau singgah dulu di rumahnya teman saya dan kemudian sempat menginap selama satu hari di sana. Setelah itu saya lalu melanjutkan perjalanan saya ke Jogja dengan naik KA juga. Tepatnya dengan KA Lokal, yaitu KA Prambanan Ekspres a.k.a Pramex..
Saya ke kota gudeg tujuannya adalah buat menemui seorang teman saya yang lain. Lalu setelah itu saya sempat menginap juga semalam di sana. Nah dari sanalah kemudian saya melanjutkan perjalanan lagi ke Solo dengan naik KRL itu..
Tapi sebenarnya singgahnya saya ke rumah teman yang ada di Jogja itu hanyalah selingan semata. Dan ini di luar planning saya. Kenapa demikian? Karena tujuan utama saya ke Jogja itu adalah buat sekedar ingin naik KRL saja..
Lalu kenapa saya merasa penasaran dengan moda transportasi kereta yang berbasis jaringan listrik tersebut? Alasannya simpel; karena inilah KRL pertama yang beroperasi di luar wilayah Jabodetabek. Tentu sebagai seorang RF, bisa mencobanya adalah sebuah prestise tersendiri.. Hehe
Intermezzo: saya sebenarnya sempat ada niat buat trip reportnya, terutama pas naik KRL-nya. Cuma sayang pas waktunya saya tidak mengabadikan foto-fotonya (pas di perjalanannya), oleh sebab saya malas bin kecapean pada saat itu.
Oke kita balik maning yo, ke cerita awal
Ketika di awal, saya kurang tahu jaraknya tempat yang akan saya tuju ini dengan rumahnya teman saya. Meski demikian saya sempat menduga kalau jaraknya itu sangat dekat. Ya mungkin bisa ditempuh dengan jarak waktu sekitar 30 menit-1 jam..
Namun belakangan saya kecele. Karena ternyata jaraknya itu sangat jauh sekali. Bayangkan, dari rumah teman saya itu durasinya sampai 1,5 jam. Itu pun dengan perjalanan yang sangat lancar dan tanpa hambatan serta motor digeber dalam keadaan agak ngebut..
Keadaan ini tentu saja membuat saya agak panik. Soalnya itu membuat space waktu saya jadi semakin sempit, buat mempersiapkan jadwal kepulangan saya nantinya. Mana jarak rumah teman saya juga lumayan jauh dari/ke stasiun pemberangkatannya lagi..
Mungkin sitkon seperti ini tak bakal saya hadapi, jika seumpama jadwal rencana kunjungan saya ke Astana Giribangun ini, bentrok dengan jadwal kepulangan saya di hari yang sama. Tapi ya apa boleh buat, semua rencana ini sudah saya jadwalkan dari awal..
Dan anda tahu, akibat dari keadaan tersebut membuat saya tak bisa berlama-lama pas di TKP. Mana datangnya sore lagi, yang kebetulan tempatnya sudah mau tutup. Apesnya lagi, ketika kami tiba di sana, kebetulan sedang ada rombongan keluarga yang sedang berziarah..
*ntah keluarga di sini mungkin maksudnya adalah keluarga besar presiden Soeharto
Gara-gara hal itu, saya pun kemudian jadi tak bisa masuk ke dalamnya atau ke area makam utamanya. Jadi intinya pada saat itu saya hanya bisa berkunjung di sekitar pelatarannya saja dan kemudian berziarah di sana..
Sebenarnya bisa saja sih saya masuk ke dalamnya. Cuma ya waktu itu harus menunggu dulu. Namun demi efisiensi waktu dan juga mengejar jadwal KA buat kepualangan saya nantinya, pada akhirnya saya pun hanya bisa berkunjung di sekitar pelatarannya itu tadi. So dengan kata lain, kunjungan saya ke Astana Giribangun kala itu benar-benar singkat bin sebentar..
Dan seperti inilah dokumen foto yang sempat saya abadikan ketika itu:
penampakkan pintu masuk buat ke area makamnya
sedang ini adalah semacam gazebo buat tempat istirahat para pengunjung
di dalam gazebo tersebut juga ada toiletnya
sementara itu ini adalah penampakkan di bagian pelataran makamnya
*waktu itu saya hanya bisa berkunjung ke area sini saja dan ini bukan area makam utamanya (karena letaknya masih di dalam lagi)
kalau ini masih spot-spot di bagian luarnya
*saya nggak tahu ketiga tempat/bangunan ini fungsinya buat apa, karena waktu itu nggak sempat bertanya (eh tapi sepertinya bangunan yang kedua itu masjid ya kalau dilihat dari bentuknya)
- Maaf jika foto-fotonya kurang banyak, karena waktu itu saya ke sananya hanya sebentar
- Menurut sepengetahuan saya, tidak ada angkutan umum tertentu yang bisa mencapai langsung ke tempat ini. Baik dari pusat kota ini (Kab. Karang Anyar), maupun dari kota Solo. Jadi kalau mau ke sini, opsi satu-satunya harus memakai kendaraan pribadi.
- Ketika kami berkunjung ke sini, kami tidak dikenakan tarif parkir atas kendaraan yang kami pakai pada saat itu (motor). Ntah apa memang aslinya gratis, atau petugasnya yang luput memintanya kepada kami.
- Di TKP banyak aneka kantin dan warung yang menjual makanan atau merchandise tempat ini. Jadi jika seumpama anda kelaparan dan atau ingin membeli oleh-oleh, anda tidak perlu khawatir.
- Area lokasi Astana Giribangun ini berada di puncak bukit atau pegunungan, dengan kontur jalan yang cukup menanjak dan terjal. Jadi siap-siap saja kendaraan yang anda pakai, harus melewati ini jika seumpama mau ke tempat ini.
Oke demikian cerita field report saya kali ini. Semoga anda merasa puas dan terhibur ya. Dan sekali lagi mohon maaf apabila foto-fotonya kurang banyak. Maklum! Waktu itu saya berkunjungnya di saat waktu yang tidak tepat..
Saya pribadi jujur merasa kurang puas atas kunjungan pertama saya ke Astana Giribangun ini. Dan mungkin kelak saya akan merencanakan untuk datang ke sini lagi, di waktu dan kesempatan yang berbeda. Soalnya saya masih penasaran sama tempat ini.. Hehe
Oke sekarang saya pamit ya dan sampai jumpa lagi di cerita field report saya berikutnya..










