[TR] Edisi Kedua Naik KA Gajayana
Prolog: alkisah pada hari kamis lalu (12 Mei 2022), saya berkesempatan mencoba ngetrip dengan KA Gajayana, sebuah KA full eksekutif dengan rute Jakarta-Malang PP. Namun dalam di trip ini, saya hanya naik dari Jakarta menuju Kutoarjo saja, meski di tiket tertera stasiun tujuan akhirnya adalah kota Solo atau stasiun Solo Balapan..
Bukan hal yang spesial pastinya buat saya bisa naik KA ini. Karena 6 tahun yang lalu, saya pun pernah mencobanya (lihat threadnya di sini). Hanya bedanya waktu itu naiknya dari arah timur ke barat dan rangkaian KA-nya pun berbeda dengan yang saya naiki kali ini..
Ya kalaupun ada persamaannya antara trip kedua dengan Gajayana ini dengan pas edisi yang pertama adalah; tiketnya sama-sama promo. Haha Maklumlah bro! Tiket KA Gajayana ini aslinya mahal banget dan tentu sulit dijangkau untuk ukuran kantong saya..
Lalu bagaimana cerita dan keseruan trip saya kali ini dengan Gajayana di part dua ini? Dan mengapa pula saya turun di staisun Kutoarjo, dan bukan di stasiun Solo Balapan sebagaimana tujuan asli perjalanan ini?
Biar nggak penasaran, yuk ikuti kisahnya di bawah ini..
Sore itu kamis 12 Mei 2022, sekitar jam setengah 5-an saya sudah tiba di stasiun Gambir. Alhamdulillah, perjalanan pada hari itu lancar jaya dari Bogor ke sininya, meski sempat ada urusan dulu sebentar..
Pada saat tiba itu, saya nggak langsung masuk ke area stasiun. Akan tetapi sempat ngaso dulu di sekitar pelataran GMR, buat sekedar ngopi-ngopi cantik plus ngudud tentunya.. Hehe
Setelah itu, barulah saya masuk ke area stasiunnya untuk sekalian check in atau boarding. Kebetulan memang pada saat itu sudah waktunya, karena jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore, yang mana ini sudah jelang 1 jam keberangkatan KA yang akan saya naiki hari ini..
Selanjutnya pada sekitar jam 6 kurang 10 menit, saya pun kemudian check in dan lalu bersiap untuk segera masuk ke area peron yang berada di lantai paling atas. Apalagi kebetulan pada saat itu rangkaian KA-nya sudah stabling di peron 3 GMR. Meski begitu, saya sempat menunaikan kewajiban sholat Maghrib dulu, karena kebetulan sudah masuk waktunya..
Dan setelah mengerjakan sholat, barulah saya naik ke peron 3 dan lalu masuk ke dalam rangkaian KA Gajayana, KA yang sebentar lagi akan saya naiki. Yess! Akhirnya bisa juga kembali naik KA ini, meski espektasi saya nggak begitu tinggi-tinggi amat..
Hal itu bisa dimaklumi, karena ini bukanlah trip pertama saya dengan Gajayana. Terus kedua rangkaian KA Gajayana ini adalah rangkaian KA yang buatan tahun 2016, yang mana saya sudah pernah mencobanya pas naik Bima dan Sembrani pada 5-6 tahun yang lalu..
Ya setidaknya saya sudah tahu bagaimana dan seperti apa KA-nya pas sebelum menaikinya. Pun begitu juga dengan interior dan segala fasilitas yang ada di dalamnya. Karena ya berkaca dari pengalaman pas naik Bima dan Sembrani itu tadi..
Oh ya pada perjalanan kali ini, saya duduk di gerbong 8 dengan nomor kursi 5B. Bukan seat favorit saya ini sebenarnya, karena posisinya bukan di samping jendela KA. Akan tetapi rupanya keberuntungan masih memihak saya kala itu. Sebab secara kebetulan seat di samping saya (nomor 5A) kosong. Jadi dengan begitu saya pun bisa menempati di posisi tersebut.. Hehe
suasana di area ruang tunggunya GMR ketika itu
sedang ini suasana di pintu boardingnya atau pintu pemeriksaan tiket
lalu ini suasana pas di lantai satunya
(masih di lantai satu) sementara itu ini adalah suasana yang tertangkap di area mushollanya yang ketika itu lagi ramai
*jujur lho, saya baru tahu ada fasilitas ini di lantai satu..sebelumnya yang saya tahu fasilitas musholla di GMR itu hanya ada di lantai bawah
sedang ini penampakkan dari dalamnya, terkhusus di kereta saya (gerbong 8)
Dan akhirnya pada saat waktu menunjukkan pukul 18:43, petualangan saya dengan KA bernomor perka 72 ini pun dimulai pada malam itu. Ya kebetulan KA ini diberangkatkan dari stasiun Gambir pada sekitar jam segitu, meski itupun agak telat sedikit (aslinya jam 18:40)..
Ntah waktu itu kenapa bisa rada telat berangkatnya. Karena yang saya tahu, biasanya malah sering tepat waktu kalau jam keberangkatan KA itu (even KA apapun dan berangkat darimana pun). Mungkinkah sempat ada masalah non teknis pada saat itu? Ya bisa saja..
Eh tapi meski telat berangkatnya, namun kelak KA ini pas tiba di stasiun-stasiun pemberhetiannya selalu tepat waktu lho. Bahkan beberapa diantaranya ada yang kecepatan. Ini serius lho dan saya baru mengalami naik KA yang serasa ekspress begini..
Tapi memang perjalanan KA jarak jauh sekarang rata-rata durasinya lebih cepat dari yang sebelum-sebelumnya. Dan saya pun sejatinya sudah merasakan pada saat naik ABA bulan lalu. Jadi hal seperti ini memang sudah lumrah, karena mungkin sudah SOP-nya begitu pada saat ini..
Oke kita back to on board story ya
Karena ini perjalanan malam, maka seperti biasa saya hanya duduk-duduk saja di tempat duduk sambil tentunya mendengarkam musik via gadget yang saya bawa. Dan ini memang kebiasaan saya kalau sedang naik KA jarak jauh..
Selanjutnya waktu pun terus berlalu, hingga tak terasa perjalanan kami sudah semakin jauh saja. Dalam pada itu, perjalanan kami juga lancar-lancar saja. Bukan hanya lancar, namun ekspress malah karena kami selalu tiba on time di tempat-tempat singgah kami. Dan ini berlanjut sampai saya turun dari KA ini, yakni di Kutoarjo..
Pada perjalanan hari itu, KA Gajayana yang saya naiki ini hanya berhenti di Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen dan Kutoarjo. Dan ini memang sudah sesuai jadwal perkanya si doi alias berhenti di stasiun-stasiun yang sudah ditetapkan dalam jadwal perjalanannya..
sementara itu ini adalah suasana di stasiun Purwokerto pas kami berhenti di sana
lalu ini pas kami tiba di stasiun Kebumen
*duh! selpie wae eh
suasana di dalam gerbong saya, saat sudah memasuki jam kunti (ntah ini di petak mana)
Oh ya terkait turunnya saya di Kutoarjo ini, hal itu disebabkan oleh rencana saya yang ingin mengunjungi seorang teman yang kebetulan domisilinya di sana. Dan ini sifatnya dadakan, atau lebih tepatnya baru direncanakan beberapa hari menjelang hari H keberangkatan...
Meski demikian sebenarnya ini sudah saya planningkan dari awal saya melakukan perjalanan ini. Cuma waktu itu niatnya mau pas pulangnya saja saya mampir ke sana. Namun belakangan rencana itu diubah, oleh karena beberapa alasan..
So maka dari itu, saya kemudian memutuskan untuk turun di KTA saja meski secara tujuan di tiket adalah stasiun Solo Balapan. Dan memang tujuan utama dalam trip liburan saya kali ini adalah ke sana. Sebab ada sebuah tempat yang ingin saya datangi di kota tersebut..
Kira-kira tempat apa ya, yang akan saya datangi kelak? Dan apakah rencananya kemudian terlaksana?
Tentunya rahasia dong! Yang pasti cluenya adalah tempat yang memang saya ingin kunjungi di daerah Solo Raya sejak lama. Dan rencana ini sempat saya niatkan juga pas saya ngetrip ke Solo pada medio April 2018 lalu. Sayang waktu itu akhirnya gagal terlaksana..
Terus rencana kunjungan ke tempat dimaksud tetap jadi dong. Karena setelah dari Kutoarjo, saya kemudian meneruskan perjalanan saya ke Jogja dan Solo..
*duh jadi penasaran; tempat apakah gerangan dimaksud? tenang gaess! nanti ada jurnalnya koq tapi nggak janji ya terbitnya kapan
Oke, sekarang kita balik lagi ya ke cerita tripnya Gajayana yang sedang saya naiki malam itu
Dan akhirnya saat jarum jam menunjukkan pukul satu kurang 13 menit, kebersamaan saya dengan KA Gajayana pun harus berakhir. Itu dikarenakan KA ini sudah tiba di stasiun Kutoarjo. Ya karena memang rencananya saya mau turun di sini, sebagaimana juga yang sudah saya informasikan sebelumnya di atas..
Alhamdulillah, akhirnya tiba jua di daerah tujuan saya dalam trip kali ini, meski sebenarnya tujuan aslinya adalah 2 stasiun pemberhentilan lagi setelah ini. Waktu itu pas turun ada rasa senangnya namun ada rasa kecewanya juga..
Senangnya karena sudah tiba di daerah tujuan. Sedang kecewanya karena merasa kurang puas saja menikmati perjalanan dengan KA Gajayana pada hari itu. Bisa dimaklumi perasaan yang terakhir itu,
rangkaian KA Gajayanaku, saat berhenti di stasiun Kutoarjo
karena saya seperti kurang lama berada di dalam perjalanan tersebut.. Hehe
*eman-eman bro, naik KA eksekutif durasinya cuma 6 jam lebih sedikit..wkwkwk
sementara ini adalah suasana di area stasiunnya yang tengah sepi nan sunyi dari keramaian
Oke karena ceritanya sudah sampai di tujuan, maka tuntas sudah saya mewartakan jurnal perjalanan KA saya kali ini. Yang mana di trip kali ini, saya menggunakan KA Gajayana sebagai moda transportasi buat menuju destinasi di edisi liburan Lebaran tahun ini..
Saya saya pamit ya dan sampai jumpa lagi di jurnal perjalanan KA saya berikutnya. Oh ya sebelum benar-benar pamit, saya mau mencantumkan dulu catatan waktu Lapkanya KA Gajayana yang saya naiki pada hari itu..
Oke, cekidot bro
KA Gajayana 72, GMR-KTA/Kamis 13 Mei 2022
Gambir 18:43 (telat 3 menit)
Cirebon 21:08-21:22 (lebih cepat 9 menit)
Purwokerto 23:18-23:30 (lebih cepat 7 menit)
Kroya 23:50-23:55 (lebih cepat 3 menit)
Kebumen 00:25-00:28 (lebih cepat 1 menit)
Kutoarjo 00:47 (tepat waktu sesuai jadwal)
















