[TR] Petualangan Ketiga Saya Dengan KA Kahuripan
Prolog: cerita trip ini, merupakan cerita perjalanan pulang saya ke daerah asal saya yakni kota Bogor, pasca melakukan liburan singkat di daerah Kutoarjo, Jogja dan Solo. Saya sengaja memilih KA Kahuripan ini karena kebetulan pas hunting tiketnya, hanya KA ini yang tarifnya paling murah (terkhusus KA-KA yang ke arah barat)..
Ya meskipun saya harus berkelana dulu ke daerah selatan Jawa Barat (karena KA ini tujuan akhirnya di daerah Daops 2 Bandung), tapi tak apalah. Ya hitung-hitung sekalian juga saya ingin merasakan kembali perjalanan KA yang lintas tersebut. Maklum! Terakhir saya naik KA yang melewati daerah itu adalah pada saat naik Malabar, medio tahun 2017 lalu..
Terus untuk KA-nya sendiri, sejatinya bukanlah hal yang spesial bagi saya. Itu dikarenakan ini bukan kali pertama saya menaikinya. Sebelumnya saya pernah mencobanya pada tahun 2015 dan tahun 2019. Hanya bedanya kali ini dari timur ke barat. Sedangkan di dua perjalanan sebelumnya dari barat ke timur, dan pastinya keduanya juga dengan tujuan yang berbeda..
*jika anda penasaran, anda bisa membaca salah satu trip reportnya di sini (edisi yang tahun 2019)
Lalu seperti apa lika liku perjalanan ketiga saya dengan KA Kahuripan ini pada saat itu? Yuk intip kisahnya berikut ini..
Sore itu pasca pulang dari Astana Giribangun, saya langsung pulang kembali ke rumah teman saya. Tak lama setelah itu, saya pun capcuss ke stasiun Purwosari buat persiapan naik KA Kahuripan dan masih diantar oleh teman saya. Ketika itu saya tak punya banyak waktu buat beristirahat barang sejenak, karena jadwal keberangkatan KA yang akan saya naiki pada malam itu sudah mepet..
Bahkan saking sudah mepet waktunya ketika itu, saya sampai tak sempat foto-foto pas datang ke stasiunnya. Tapi sebenarnya bukan tak sempat sih, namun lupa karena saking buru-burunya buat mengejar waktu yang tersisa..
Dan memang pada saat tiba di PWS itu, saya hanya punya sekitar 15-20 menit buat menunggu jadwal keberangkatan KA saya di stasiun ini. Itu pun masih terpotong dengan waktu yang saya gunakan buat mengerjakan sholat jamak di stasiun tersebut..
Asli deh, waktu itu sempat dag dig ser buat mengejar jadwal keberangkatan KA Kahuripan ini. Memang sih ini bukan yang pertama kali saya mengalami seperti ini. Tapi ya tetap saja waktu itu saya merasa nggak enjoy dalam mempersiapkan perjalanan pulang saya dari kota Solo ini, buat menuju kota tercinta a.k.a kota Bogor..
Di luar itu memang ini salah saya juga sih, yang melakukan kegiatan utama saya di kota ini (berkunjung ke Astana Giribangun) yang mana waktunya hampir beriringan dengan jadwal kepulangan saya. Tapi ya saya juga bisa begini karena faktor sitkon yang tak diduga..
Oke sekarang kita balik ke cerita awal ya
Pasca tiba di stasiun Purwosari itu, saya langsung check in dan kemudian boarding. Selanjutnya saya lalu masuk peron buat menunggu kedatangan KA yang akan saya naiki malam itu. Namun di sela-sela itu, saya sempat menunaikan kewajiban sholat dulu sebagaimana yang sudah saya ceritakan di atas..
Oh ya sekedar informasi, kalau ini adalah pengalaman ketiga saya naik KA jarak jauh di stasiun terbesar kedua di kota Solo tersebut (setelah Solo Balapan). Sebelumnya saya pernah naik Jaka Tingkir pada tahun 2018 (arah Jakarta) dan naik GBMS (arah Surabaya) pada tahun 2014..
Berikutnya pada saat waktu sudah menunjukan jam 9 malam kurang 20 menit, KA yang saya nanti-nantikan pun tiba jua di stasiun ini. Oleh karena itu, saya pun lalu naik ke KA tersebut dan bersiap buat on board ke stasiun yang dituju yakni stasoun Kiaracondong di kota Bandung..
Beberapa saat kemudian tepatnya pada jam 9 malam kurang 14 menit, KA Kahuripan yang sedang saya naiki ini diberangkatkan dari stasiun Purwosari. Dan ini memang sesuai jadwal perkanya, alias tepat waktu gaess..
Selama perjalanan karena ini trip malam, maka waktu yang ada saya gunakan buat beristirahat semaksimal mungkin. Apalagi kebetulan sitkon saya yang pada saat itu sedang capek berat plus ngantuk juga..
Saya hanya beraktifitas kalau kebetulan KA sedang berhenti lama di sebuah stasiun. Tentu kalau yang ini alasannya adalah buat cari angin di luar kereta dan sambil melepas kepenatan pastinya dengan menghisap sebatang rokok.. Hehe
sementara itu, ini penampakkan rangkaian kami saat berhenti di stasiun Sidareja
Dan perlahan waktu pun terus berpacu, meski harus menembus pekatnya malam. Dalam pada itu, perjalanan kami pun terus bergerak dari satu stasiun ke stasiun, hingga tak terasa sudah semakin jauh saja lajunya..
Pada perjalanan hari itu. kakang mas Kahuripanku hanya berhenti di Klaten, Lempuyangan, Wares, Kutoarjo, Kebumen, Karanganyar, Kroya, Maos, Kawunganten, Gandrungmangun, Sidareja, Meluwung, Banjar, Ciamis, Tasik Malaya serta Cipendeuy. Dan ini memang sesuai jadwal perkanya dia yang baru (per tahun 2021)...
FYI: tak semua saya ingat pas KA-nya berhenti pada saat itu..soalnya terkadang sitkon saya yang sedang melanglang buana ke alam mimpi alias tidur..hehe
Terus perjalanan kami juga pada hari itu lancar jaya. Tak cuma itu, kami pun selalu tiba di stasiun-stasiun pemberhentiannya, hampir tepat waktu. Ini jarang-jarang lho KA Ekonomi begini. Apalagi buat KA yang lintas selatan arah Daops 2, yang notabene jalurnya masih single track..
Tapi memang perjalanan KA jarak jauh sekarang rata-rata selalu on time waktu dan jadwalnya. Bahkan di beberapa kesempatan lain, bisa lebih cepat. Seperti misalnya waktu pas saya naik KA Gajayana sebelumnya, atau pas naik KA ABA pada bulan April lalu..
Buat saya pribadi, ini bagus banget untuk ke depannya. Soalnya dengan begitu, angkutan transportasi KA menjadi semakin diminati oleh masyarakat di luar sana. Terlebih sekarang sudah mulai agak normal kembali aktifitas kita, pasca dibelenggu oleh Pandemi Covid-19..
Oke, sekarang back to topik ya
pada saat berhenti di CPD itu, saya sempatkan juga motret platnamenya KA ini
*duh nggak bosen apa selfie terus??? biarin dong..muka, muka gw ini.. #LoL
Dan akhirnya petualangan saya dengan KA Kahuripan pun harus berakhir, manakala KA ini tiba di stasiun Kiaracondong yang merupakan stasiun terminusnya, jika dari arah barat. Ketika itu kami tiba di KAC pada pukul 6 pagi lewat 5 menit, atau cuma terlambat 5 menit dari jadwal aslinya..
Wuih! Benar-benar keren nih perjalanan KA sekarang. Untuk ukuran KA Ekonomi, telat segitu termasuk hebat lho. Karena dulu-dulu seringnya telat lebih dari 10 menit ke atas. Bahkan meski kita naik KA eksekutif sekalipun..
Jujur lho! Hal ini juga yang membuat saya jadi seperti ketagihan lagi naik KA, pasca vakum selama masa Pandemi. Apalagi peraturan dan persyaratan naik KA pada saat ini, mulai dilonggarkan. So tak ada alasan lagi buat saya nyepur again, di kemudian hari..
*cuma sayangnya ntah kapan saya bisa naik KA lagi..maklum sitkon keuanganku sedang tak kondusif..wkwk
Oke, kita lanjut ya
Setelah KA tiba di Kiaracondong, saya dan para penumpang lain pun kemudian turun dari rangkaian KA. Selanjutnya ya mereka pada meneruskan perjalanannya ke tempat masing-masing, yang tentunya dengan moda transportasi lain. Sedangkan saya sendiri masih dan tetap stay di sana, karena setelah ini saya mau melanjutkan perjalanan lagi ke Jakarta, yang pastinya masih dengan KA juga..
dan papan nama stasiun ini, menjadi saksi bisu akhir perjalanan saya dengan KA Kahuripan pada saat itu
Lho memang selanjutnya mau naik KA apa?
Tenang! Nanti ada koq trip reportnya. Yang pasti cluenya adalah KA yang belum lama diluncurkan, yang relasinya adalah Jakarta-Garut PP..
Oke untuk sementara saya undur diri dulu ya. Karena kan ceritanya sudah sampai di stasiun tujuan akhir. Jadi ya saya mau cerita apalagi, kalau perjalanannya sudah selesai? Hehe
Untuk selanjutnya nantikan trip report KA berikutnya dari saya, yang merupakan sambungan dari trip ini. Dan pastinya ceritanya tak kalah seru dengan yang ini..
*promo dikit boleh dong..!!!
Sekarang saya pamit ya dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang saya buat dalam thread ini. Oh ya lupa kalau dalam cerita trip report ini saya tidak akan mencantumkan catatan perkanya. Soalnya waktu itu saya tidak menuliskannya.. Hehe
Oke see you in the my next trip and salam sepur mania, soko nyepur dadi sedulur..
























