[FR] Pengalaman Mencoba Naik MRT Untuk Yang Kedua Kalinya

[FR] Pengalaman Mencoba Naik MRT Untuk Yang Kedua Kalinya

Prolog: Pada beberapa waktu yang lalu, TS berkesempatan mencoba naik MRT untuk yang kedua kalinya. Disebut kedua karena sebelumnya saya pernah mencoba menaikinya pada edisi tahun 2019 lalu (lihat threadnya di sini)..


Lalu seperti cerita dan keseruan naik transportasi umum yang juga berbasis rel tersebut? Dan ada alasan apa saya ingin mencoba kembali naik MRT lagi, setelah 3 tahun berlalu?


Biar nggak penasaran, yuk kepoin kisahnya di bawah ini..


Pagi itu selasa 16 Juni 2022, dengan moda transportasi KRL, saya sudah tiba di stasiun Sudirman. Ya kebetulan pada edisi kali ini saya naiknya dari area stasiun tersebut. Dan kebetulan juga letak lokasi stasiun MRT-nya (yang di sekitar sana) tak jauh dari sana. Cukup jalan kaki saja beberapa meter dari pintu keluar stasiun, terus sampai deh ke stasiunnya..


Rencananya pagi itu saya mau OTW ke Istora Senayan yang itu berarti saya nanti akan turun di stasiun terdekatnya atau stasiun MRT Istora. Ya walau secara jarak tidak terlalu jauh dari stasiun MRT Sudirman (hanya 2 petak stasiun saja), tapi secara alasan logis hanya dengan tarnsportasi itulah cara yang paling mudah, cepat dan praktis buat menuju ke TKP yang akan saya tuju kali ini..


Oh ya kalau ada yang tanya bin penasaran; ada gerangan apakah saya mau ke Istora? Mau menghadiri sebuah eventkah? Yess! Tepatnya saya mau nonton pertandingan Indonesia Open 2022 yang kebetulan dihelat pada pekan itu (14-19 Juni 2022). Dan kebetulan pada hari selasa itu, adalah hari pertama turnamen itu dimulai..


*kalau kata bahasa anak Badminton Lover's mah, mau "Ngistora" ceunah


Tentu ini bukan pengalaman pertama saya Ngistora. Sebelumnya di edisi turnamen tahun 2016 dan tahun 2019 saya juga menonton event serupa. Jadi secara "perasaan dan semangat", ya biasa saja. Kalaupun ada yang beda, paling teknis pas di sananya mengingat sitkonnya yang tentu tak sama dengan pas terakhir saya nonotn pada tahun 2019, yang mana pada saat itu belum musim Pandemi Covid-19..


Oke sekarang kita kembali ke cerita tentang naik MRT-nya ya


Setelah keluar stasiun Sudirman, saya pun lalu melipir sedikit ke area stasiun MRT Sudirman. Setelah tiba, lalu saya pun masuk meski sebelumnya sempat harus check in dulu dengan aplikasi PeduliLindungi buat memastikan kondisi dan kesiapan fisik kita..


FYI: di beberapa tempat umum, peraturan seperti ini sudah menjadi SOP-nya termasuk di tempat-tempat buat naik transportasi umum massal seperti di stasiun KA atau stasiun MRT


Setelah masuk ke dalam stasiunnya, saya pun lalu turun ke bawah buat menuju ke area peronnya. Tentu buat bisa masuk ke sana, terlebih dahulu saya harus melewati pintu gate yang tersedia. Dan untuk bisa melewatinya, kita harus tap in dengan kartu khusus yang bisa dibeli di loket..


*jadi istilahnya, kartu tersebut sebagai tiket masuk kita buat naik MRT


Akan tetapi pada saat itu, saya tap in dengan menggunakan kartu E-Money yang saya punya. Karena memang kebetulan bisa dipakai juga buat itu. Ya intinya naik MRT itu teknik dan caranya kurang lebih sama dengan kita naik KRL, yakni harus tap in/out di stasiun awal dan akhir kita naik, dengan kartu khusus atau bisa juga dengan kartu elektronik seperti kartu E-Money..


Selanjutnya setelah masuk ke area peron, saya pun lalu menunggu rangkaian MRT-nya yang akan membawa saya nanti ke stasiun Istora. Untungnya masa tunggunya juga nggak lama (mungkin sekitar 5-10 menit). Jadi ya nggak bethe-bethe amat..


Dan akhirnya, rangkaian MRT yang saya nantikan itu pun tiba. Sejurus kemudian saya pun lalu naik dan duduk di dalamnya. Alhamdulillah! Akhirnya bisa kesampaian lagi naik transportasi ini, setelah vakum selama 3 tahun..


Dan inilah beberapa foto yang sempat saya ambil dalam perjalanan MRT kedua saya ini:



seperti inilah tampak depan, stasiun MRT Sudirman


sedangkan ini adalah pintu masuk awal buat menuju peron dan area loketnya

terus ini gate buat tap/out-nya

lalu ini fasilitas tangga dan eskalatornya di stasiun ini

dan ini fasiliatas ruang tunggunya

sementara itu ini adalah area peronnya yang berjumlah dua jalur

FYI: dua jalur itu buat arah pulang pergi

lalu ini penampakkan rangkaian MRT-nya

sedangkan ini penampakkan di dalamnya atau interiornya


Karena perjalanannya cuma sebentar, maka di sepanjang jalan saya cuma duduk-duduk saja tanpa mengabadikan moment apapun. Apalagi mengcapture keadaan atau sitkon di luar sana. Maklum! Lintas yang dilewati kereta MRT ini di area bawah tanah. Jadinya ya gelap gulita, alias tidak ada pemandangan di balik jendela keretanya.. Hehe


Dan akhirnya stasiun yang saya tuju pun tiba yakni di stasiun MRT Istora. Selanjutnya saya pun kemudian keluar dari rangkaian MRT dan lalu keluar area stasiun. Sebelumnya tentu terlebih dahulu saya tap out di gate yang telah tersedia..


fasilitas tangga yang tersedia di stasiun MRT Istora

sementara itu ini adalah fasilitas tap/out-nya


dan inilah beberapa foto kegiatan saya selama di arena Istora Senayan Jakarta

sedangkan ini pas session foto selfie-nya


Oke itulah sekelumit cerita saya tatkala mencoba naik MRT untuk yang kedua kali. Semoga postingan ini bisa memberi manfaat atau setidaknya bisa menjadi refrensi, bagi anda yang akan membutuhkannya. Tak lupa saya pun memohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat pada tulisan yang saya buat ini..


Oke, sampai jumpa lagi di field report berikutnya, yang tidak tahu nanti mau buat cerita apa. Soalnya sejauh ini saya belum ada rencana mau kemana-mana.. Wkwk

Posting Komentar