Mengenal Beberapa Jenis Kereta Eksekutif di Indonesia
Jika pada beberapa waktu yang lalu kami pernah membahas tentang jenis-jenis kereta ekonomi di Indonesia, maka pada kali ini saya akan membahas tentang macam-macam kereta eksekutif yang beredar di negara kita tercinta ini..
Akan tetapi sebelum kita lebih jauh membahasnya, perlu anda ketahui jika kereta eksekutif itu adalah salah satu layanan yang ada di Perkeretaa Apian Indonesia. Dan ini merupakan kasta kedua tertinggi setelah kelas Luxury. Atau dengan kata lain, kereta eksekutif itu adalah kelas terbaik diantara kelas-kelas lainnya (seperti kelas bisnis atau ekonomi)..
FYI: kelas Luxury adalah kelas paling mewah di Perkereta Apian Indonesia, namun hanya tersedia di beberapa KA saja
Sementara itu untuk harga tiketnya sudah tentu tarifnya di atas kelas ekonomi dan bisnis. Yang pasti mahal lah, untuk golongan orang-orang tertentu. Apalagi kalau rutenya jauh, seperti untuk rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Malang dan atau sebaliknya. Lebih-lebih kalau pas moment peak session, yang harga tiketnya bisa mencapai setengah juta lebih..
*ini beneran lho! seperti misal tarif KA eksekutif untuk rute Jakrta-Surabaya pas moment Lebaran kemarin, mampu menyentuh 700k untuk sekali jalan
Terus berbicara mengenai kereta eksekutif ini, tentunya kita juga berbicara tentang fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya serta seperti apa eksterior dan interiornya. Karena seperti halnya kereta ekonomi, kereta eksekutif pun mempunyai berbagai jenis dan macamnya..
Nah penasaran seperti dan bagaimana rupa, bentuk atau model kereta-kereta kelas eksekutif di Indonesia? Berikut ini adalah penjelasannya untuk anda:
1. Kereta eksekutif kaca lebar
sumber gambar: dokumen pribadi
Yang pertama adalah kereta eksekutif dengan tipe kaca jendela yang lebar. Kereta eksekutif ini dulu sempat paling dominan dipakai di berbagai rangkaian KA di Indonesia (era tahun 2008 ke bawah). Seperti misalnya KA Bima, KA Argo Muria/Sindoro atau Argo Parahyangan..
Sementara itu untuk fasilitasnya sendiri di dalam kereta model ini adalah standar sebagaimana kelas eksekutif pada umunya. Seperti misalnya ada AC, reclining seat, meja makan dan sandaran kaki di setiap tempat duduknya serta 2 buah televisi di setiap gerbongnya. Sedangkan untuk kapasitasnya adalah 50 tempat duduk dengan formasi 2-2..
Saya sendiri pernah merasakan beberapa kali naik kereta kelas eksekutif yang model begini. Seperti misalnya saat pertama kali naik Gopar dan juga pas naik ArSin pada tahun 2013 lalu, atau pas awal-awal saya suka naik KA..
Saat ini KA yang memakai tipe kereta eksekutif model begini adalah KA Brawijaya rute Jakarta-Malang PP (meski tidak full semua) dan beberapa KA yang kelas campuran atau KA-KA tambahan yang dijalankan di waktu-waktu tertentu..
2. Kereta eksekutif kaca kecil
Kemudian yang kedua adalah kereta eksekutif dengan tipe jendela yang kecil. Sesuai dengan namanya, kereta eksekutif ini memakai tipe jendela yang ukurannya lebih kecil dari yang model pertama. Untuk jenis kereta eksekutif ini, saya tidak bisa membahasnya terlalu detail. Soalnya sampai dengan saat ini, saya belum pernah mencoba untuk menaikinya..
Jadi untuk bisa mengetahui fasilitas yang ada di dalamnya, saya tidak bisa menjelaskannya. Tapi mungkin isinya sama dengan kereta eksekutif pada umumnya, atau setidaknya sama dengan tipe kereta eksekutif yang kacanya lebar..
Jenis kereta eksekutif ini sendiri aslinya memang nggak banyak, karena memang ini tadinya kereta retrofit (baca: daur ulang) dari kereta lama. Dan sampai sekarang pun, hampir nggak pernah kelihatan lagi dinas di berbagai rangkaian KA yang saat ini masih beroperasi..
3. Kereta eksekutif ala pesawat terbang
Selanjutnya untuk yang ketiga adalah kereta eksekutif dengan model ala pesawat terbang. Nah untuk model kereta eksekutif yang ini, adalah generasi kereta eksekutif yang kekinian, ketimbang dua pendahulunya. Dan memang tipe kereta eksekutif ini benar-benar dibuat baru, meski ada juga beberapa yang hasil dari "daur ulang"..
Oh ya kenapa dinamakan kereta eksekutif ala pesawat terbang? Karena desain eksterior dan interiornya, hampir menyerupai sebuah pesawat terbang. Seperti misalnya jendela keretanya yang bentuknya kecil-kecil dan memanjang ke atas atau bagasi di dalam kabinnya yang bisa dibuka tutup (baca: ada pengait buat penutupnya)..
Saya sendiri pernah mencoba naik kereta eksekutif jenis ini sewaktu pas naik Gajayana untuk yang pertama kali atau pas naik Argo Jati (keduanya terjadi pada medio tahun 2016 lalu) dan juga pas naik Malabar (tahun 2017)..
Untuk fasilitas yang ada di dalamnya, kurang lebih sama seperti di kereta eksekutif lain pada umumnya. Pun begitu juga kapasitasnya yang bisa memuat maksimal 50 penumpang. Cuma yang membedakan ya itu tadi tampilan bagasinya yang bisa dibuka/tutup..
Saat ini kereta eksekutif model ini masih dipakai di beberapa rangkaian KA, terutama kereta yang keluaran terbaru (tahun 2009 eks Gajayana dan tahun 2010 eks Argo Jati). Namun saya kurang tahu mereka berada di KA apa saja, karena sarananya sudah tersebar ke berbagai Dipo dan juga kerap berpindah-pindah Dipo..
4. Kereta eksekutif New Image
sumber gambar: dokumen pribadi
Berikutnya untuk yang keempat adalah kereta eksekutif New Image. Kereta eksekutif jenis ini adalah model keluaran terbaru, tepatnya pada tahun 2016-2017.Dinamakan New Image karena memang tampilan eksterior dan interiornya sangat berbeda dengan kereta eksekutif pendahulunya. Selain itu ada beberapa fasilitas baru di kereta eksekutif model yang ke-4 ini..
Contoh misalnya dalam hal ini adalah kaca jendelanya, fasilitas TV yang ada di tengah-tengah kabin serta ada lampu mode malam dalam setiap perjalanan malam. Menurut saya, tipe kereta eksekutif ini sangat elegan sekali dan cukup wah terutama ketika pas masa awal-awal beroperasi..
Namun meski begitu, tetap ada kelemahan atau kekurangannya di kereta eksekutif yang jenis ini. Ya salah satunya adalah footrest atau pijakan kakinya yang tak bisa atur sesuka hati kita. Parahnya lagi, ia juga tak bisa dikunci. Jadi kalau mau dipakai, ya harus ditahan. Sedangkan jika tidak ditahan atau dilepas, maka otomatis akan menutup sendiri..
Ini bukan pendapat dari saya pribadi lho. Tapi testimoni dari banyak orang. Dan memang saya juga pernah merasakanya sendiri pada saat naik Bima, Sembrani, Argo Lawu (tahun 2016-2017) dan terakhir pada saat naik Gajayana pada bulan Mei 2022 kemarin..
FYI: untuk Bima dan Argo Lawu, sekarang sudah tidak memakai rangkaian yang jenis ini, tapi memakai kereta eksekutif yang model terbaru alias rangkaian stainless steel (SS)
Saat ini KA eksekutif yang menggunakan jenis ini adalah Argo Muria, Argo Sindoro, Sembrani dan Gajayana..
5. Kereta eksekutif stainless steel (SS)
sumber gambar: dokumen pribadi
Dan kereta eksekutif yang terakhir adalah kereta eksekutif stainless steel atau SS, yang mana ini adalah model kereta paling anyar (keluaran tahun 2018-2019). Sekilas secara interior dan fasilitas, kereta eksekutif ini hampir sama dengan yang nomor 4. Perbedaannya hanyalah di eksteriornya yang terlihat mengkilap, karena terbuat dari bahan baja yang anti karat..
Terus perbedaan lainnya adalah adanya dua toliet di setiap satu sisi bordes, dengan dua tipe toilet yang berbeda (tipe jongkok/duduk) dan keduanya difungsikan buat penumpang yang berbeda pula (laki-laki/perempuan). Selain itu footres atau pijakan kakinya di kereta eksekutif ini bisa diatur sesuai dengan keinginan kita..
Menurut saya kereta ini jauh nyaman bila dibandingkan dengan kereta eksekutif yang jenis keempat. Soalnya saya sudah merasakannya sewaktu pas naik Taksaka pada empat tahun yang lalu dan pas naik Argo Bromo Anggrek pada bulan April 2022 kemarin..
Saat ini hampir semua KA eksekutif di Indonesia menggunakan rangkaian kereta jenis ini. Terlebih buat KA-KA unggulan. Seperti misalnya Argo Bromo Anggrek, Argo Dwipangga, Argo Lawu, Bima dan beberapa KA lainnya, termasuk juga KA yang kelasnya campuran..
Oke demikian informasi yang bisa saya share pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat serta mohon maaf apabila ada kesalahan dan atau kekeliruan atas apa yang saya tulis di atas..
Oh ya sebelum saya benar-benar mengakhiri thread ini, saya akan kasih bonus beberapa gambar di bawah ini, yang berupa tampilan kereta-kereta eksekutif di Indonesia yang sedang dan masih beroperasi sejauh ini, serta berikut keterangannya..
Cekidot mas bro..!!!
tampilan interior kereta eksekutif yang kaca lebar dengan dua model kursi yang berbeda; kulit dan kain beludru
tampilan kereta eksekutif yang model kereta pesawat terbang
kode penomoran kereta eksekutif di Indonesia, dari yang generasi tua sampai dengan generasi yang baru dengan format K1 0 XX XX dan nama/tempat Dipo keretanya
FYI: kode K1 itu menunjukkan "kereta kelas satu", angka 0 artinya "kereta yang ditarik lokomotif",
angka berikutnya menunjukkan arti "tahun mulai berdinas" (contoh 18 berarti mulai tahun 2018) dan angka terakhir artinya adalah "urutan kereta yang dipakai dinas di tahun itu". Sedangkan nama/tempat Dipo kereta maksudnya adalah yang merawat dan mengurusnya. Seperti misalnya YK berarti Dipo kereta Yogyakarta atau JAKK berarti Jakarta Kota.
Catatan:
- Dulu semua kursi kelas eksekutif terbuat dari kain beludru. Namun untuk sekarang memakai bahan dasar kulit dengan alasan biar gampang dalam perawatan dan pemeliharaannya.
- Dulu di semua kelas eksekutif ada fasilitas bantalnya di setiap kursi. Namun fasilitas itu sekarang sudah tidak ada.
- Untuk fasilitas mode malam, hanya tersedia di kereta eksekutif New Image dan stainless steel (no. 4 dan 5). Sementara untuk kereta eksekutif di jenis lain konon tidak ada.
- Untuk fasilitas toilet di kereta-kereta eksekutif generasi lama (kaca lebar, kaca kecil), terdapat di bagian depan dan belakang gerbong atau tepatnya pas pintu masuk/keluar. Dan rata-rata semua toiletnya tipe jongkok. Sementara untuk fasilitas toilet di kereta New Image dan stainless steel, hanya di satu bagian saja (depan/belakang).
- Untuk kereta-kereta eksekutif generasi tahun 1990-an sampai dengan sekarang, itu rata-rata buatan dalam negeri yang dalam hal ini oleh PT. INKA. Sedangkan untuk kereta eksekutif generasi lama (tahaun 1990-an ke bawah), itu buatan luar negeri.














