[TR] Mencoba Merasakan Sensasinya Naik Cikuray Untuk Pertama Kali
Prolog: Pada beberapa waktu lalu, saya berkesempatan buat mencoba naik Cikuray. Saya ingin mencobanya karena penasaran saja, bagaimana dan seperti apa dengan sensasinya..
Eits, jangan salah lho ya! Cikuray yang maksud TS di sini bukanlah sebuah gunung, tapi nama sebuah KA baru yang dirilis oleh PT. KAI dengan relasi Garut-Pasar Senen PP. Kalau nggak salah KA ini baru mulai beroperasi pada sekitar bulan Maret lalu..
KA Cikuray ini sendiri adalah KA Ekonomi dengan konfigurasi tempat duduk 2-2 dan memakai rangkaian kereta ekonomi Kemenhub, atau dulu sering disebutnya kereta ekonomi AC biru. Disebut demikian karena KA tersebut adalah pelopor pertama kereta kelas ekonomi yang memakai AC, dari sejak awal peluncurannya (pada sekitar tahun 2010)..
Sejatinya TS bukan belum pernah naik KA kelas ekonomi yang model begitu. Tercatat saya pernah lima kali naik KA dengan rangkaian seperti itu. Diantaranya adalah Krakatau 2x, Jayabaya, Malioboro Ekspres dan terakhir dengan Jaka Tingkir..
FYI: untuk KA Krakatau sekarang sudah berganti ya menjadi KA Singosari
Terus apa yang membuat saya ngebet buat naik KA ini? Tiada lain dan tiada bukan karena tarifnya yang murah; cuma 45k. Tentu untuk ukuran kelas ekonomi dengan seat 2-2, ini menjadi sesuatu yang wah, mengingat kebanyakan KA lain yang pakai model seat seperti ini harganya bisa mahal..
Lalu pertanyaannya; kenapa tarif KA ini bisa murah? Itu dikarenakan dia mendapatkan PSO alias subsidi. Dan oleh sebab itu, KA Cikuray ini pun menjadi kereta ekonomi pertama yang bertarif PSO, namun dengan rangkaian yang konfigurasi tempat duduknya 2-2. Sebelumnya KA Ekonomi yang ber-PSO itu identik dengan rangkaian kereta ekonomi yang bertempat duduk 2-3 alias kereta ekonomi legendaris..
Jadi menurut saya, KA ini benar-benar spesial kalau dilihat dari harganya dan juga rangkaian yang dipakainya. Di luar itu, tentu alasan lainnya (saya menaikinya waktu itu) karena KA ini adalah KA dengan rute baru, meski rute yang saya naiki bukanlah rute yang asing bagi saya..
*udah ah prolognya, soalnya ini aja udah kepanjangan..wkwk
Oke tanpa panjang lebar lagi, mari kita mulai saja kisah kasihnya saya ketika itu bersama KA Cikuray..
Pagi itu pasca turun dari KA Kahuripan di Kiaracondong (Bandung), saya kemudian keluar stasiun buat sekedar cari sarapan dan atau sekedar cari angin. Apalagi kota ini kan terkenal sekali dengan hawanya yang adem nan sejuk. Jadi ya hitung-hitung ini buat penyegaran badan saya juga, setelah berjibaku dengan penat dan lelahnya di perjalanan sebelumnya..
Tak lupa moment ini juga saya gunakan buat mencari kamar mandi umum, dengan tujuan untuk sekedar bersih-badan dan lalu ganti kostum, sebelum nanti on board dengan KA yang akan saya naiki nanti. Alhamdulillahnya, waktu itu fasilitas yang saya cari tersebut saya dapatkan tak jauh dari stasiun Kiaracondong (tepatnya di area Pombensin)..
Skip
Selanjutnya pada sekitar pukul setengah 9-an, saya pun kembali masuk area stasiun Kiaracondong buat persiapan boarding dan check in KA yang sebentar lagi saya akan naiki. Sejurus dengan itu, saya pun mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk dengan membeli membeli sedikit perbekalan di minimarket setempat..
Dan akhirnya KA yang saya tunggu-tunggu pun datang. Ya dialah KA Cikuray yang akan membawa saya dari stasiun terbesar kedua di kota Bandung tersebut, buat menuju stasiun Pasar Senen Jakarta. Kala itu hitungannya tepat waktu masuk KAC, yakni jam 9:37 sebagaimana jadwalnya..
sedangkan ini suasana di area ruang tunggunya, yang begitu ramai ketika itu
terus ini suasana boardingnya, terkhusus untuk calon penumpang KA Cikuray
FYI: KA yang tengah stabling itu adalah rangkaian KA Pasundan, yang juga mau tengah persiapan berangkat pada hari itu. Meski demikian sejatinya rangkaian KA ini adalah rangkaian KA Kahuripan juga, yang sebelumnya saya naiki. Itu dikarenakan kedua KA ini ternyata sering tukar rangkaian sekarang dan ini saya baru tahu
lalu ini suasana di area ruang tunggunya yang cukup ramai pada saat itu
Setelah KA-nya datang, kemudian saya pun masuk ke dalam rangkaiannya yang tentunya bersama para calon penumpang lain. Lalu setelah itu, saya pun duduk sebagaimana yang tertera di tiket yakni kereta ekonomi 3, nomor 3D. Ketika itu suasana di dalam KA-nya cukup ramai, termasuk di kereta saya. Maklum yang naik KA ini dari KAC memang cukup banyak..
Oh ya sekedar informasi kalau KA Cikuray yang akan saya naiki ini, pemberangkatan awalnya dari stasiun Garut. Dan KA ini hanya satu kali trip per harinya, dari kedua arah. Jika dari Garut pagi, maka jika dari Pasar Senen sore hari..
Hanya sekitar 3 menit saja KA ini singgah di Kiaracondong, buat menaik turunkan penumpang. Karena selanjutnya ia meneruskan lagi lajunya buat menuju ke arah barat, sampai nanti tiba di Jakarta atau stasiun Pasar Senen..
FYI: tanda simbol merah itu adalah stasiun-stasiun pemberhentiannya
Tadinya selama di perjalanan KA ini, saya sempat tergoda untuk menikmati setiap pemandangan indah yang terhampar di balik jendela kereta. Terutama sekali di petak Bandung-Purwakarta. Dan memang viewnya di jalur ini juara banget (orang-orang yang sering naik KA di lintas ini pasti tahu dong ya)..
Cuma karena waktu itu saya merasa capek bin ngantuk, jadinya saya cuma sebentar saja menikmatinya. Pada akhirnya saya pun jadi lebih banyak istirahat di dalam KA dengan cara memejamkan mata alias tidur, meskipun cuma sekedar tidur-tidur ayam gitu..
Selanjutnya sang mentari pun terus bergerak dari timur ke barat di hari itu. Dalam pada itu perjalanan kami juga terus melaju hingga tak terasa sinarnya sudah menerpa di atas ubun-ubun kepala kami. Dan itu pertanda, kalau hari sudah semakin siang..
Dan akhirnya perlahan namun pasti, laju perjalanan kami pun mulai menemui titik akhirnya. Itu ditandai dengan tibanya KA ini di stasiun Bekasi, yang notabene ini berarti sudah masuk kawasan Jabodetabek. Setelah itu tak lama kemudian kami mulai tiba di Jakarta, dengan berhentinya KA yang saya naiki hari itu di stasiun Jatinegara..
Sejatinya laju perjalanan KA ini masih terus berlanjut hingga ke Pasar Senen, yang merupakan stasiun terminusnya. Dan saya pun sebenarnya secara relasi di tiket, harusnya turun di sana. Namun karena beberapa alasan, maka saya putuskan buat turun di Jatinegara saja. So dengan begitu petualangan saya dengan KA Cikuray ini pun harus terhenti sampai JNG saja..
*ketika itu kami berhenti di sini buat tunggu silang dengan akang Gopar yang dari arah Jakarta
*no selfie, no naik sepur..wkwk
Karena ceritanya mau turun di JNG, maka saya pun turun dari KA ini yang tentunya dengan beberapa penumpang lainnya yang juga punya niat yang sama; turun di stasiun ini. Saya sendiri setelah itu keluar area stasiun, namun tak lama masuk lagi karena mau berniat naik KRL di stasiun yang berada di daerah Jakarta Timur tersebut..
*dan inilah alasan yang membuat saya ingin turun di sini, soalnya biar praktis..emang di stasiun Pasar Senen juga bisa sih, tapi kan kalau naik KRL dari sana rutenya memutar dan itu waktunya jadi lama
Oke karena ceritanya sudah sampai di tujuan dan saya juga sudah turun dari rangkaian KA, maka usai sudah cerita trip report kita kali ini. Thank's ya bagi yang sudah menyimak dan membacanya dari awal. Semoga thread ini bisa bermanfaat buat anda..
Oh ya maaf kelupaan; kalau dalam trip report KA kali ini saya tidak mencatat lapkanya. Jadi dengan demikian, maka saya pun tidak akan mencantumkan catatan waktu lapkanya perjalanan KA Cikuray yang saya naiki pada hari itu..
Saya tidak mencatatnya karena waktu itu agak malas dan juga sitkon lagi dalam keadaan lelah bin capek. Jadi sekali lagi maaf ya teman-teman. Dan permohonan maaf ini juga sekaligus atas kekurangan dan ketak sempurnaan cerita dalam trip report ini..
Maklum! Meski saya sudah sering naik KA dan juga sudah sering buat cerita trip reportnya di blog ini, namun ntah kenapa selalu saja ada yang merasa kurang atau salah/keliru dalam cara penyampaiannya. Baik itu secara tulisannya, maupun informasi yang menyertainya.. Hehe
Oke, saya sudahi saja ya thread ini. Soalnya pegal nulisnya dari kemarin-kemarin, seperti nggak kelar-kelar..wkwk
Pokoknya sampai jumpa di cerita trip report saya selanjutnya..
Memang selanjutnya mau kemana?
Saya belum tahu, karena sejuah ini belum ada rencana (sama belum ada uang juga..wkwk)
















