12 Evolusi Besar Yang Pernah Dilakukan Oleh PT. KAI Dalam Satu Dekade Ini
logo PT. Kereta Api Indonesia atau PT. KAI sebelum tahun 2020 (sumber gambar: wikipedia.org)
ilustrasi suasana di dalam perjalanan KA jarak jauh (suber gambar: dokumen pribadi)
Sebuah perubahan itu memang acap kali dibutuhkan, dengan tujuan agar menjadi lebih baik lagi atau mungkin sekedar buat penyegaran. Selain itu perubahan juga terkadang memang benar-benar diharuskan karena untuk menyesuaikan dengan sitkon dan keadaan yang kekinian..
Dan itu juga yang berlaku pada dunia transportasi KRL Jabodetabek, yang kami bahas pada beberapa waktu yang lalu. Ya walaupun perubahan tersebut, dalam prakteknya mengundang pro dan kontra dari masyarakat, namun pada akhirnya mereka menerima juga di kemudian hari..
Nah itu jika di KRL Jabodetabek. Lalu bagaimana dengan di layanan transportasi KA jarak jauhnya? Apakah juga pernah melakukan evolusi besar-besaran sebagaimana yang dilakukan oleh kereta komuter andalan warga sekitaran Jabodetabek itu?
Oh pastinya ada dong dan bahkan mungkin sering. Ya karena PT. KAI yang dalam hal ini selaku operator tunggal layanan transportasi KA jarak jauh di Indonesia, sudah sangat sering melakukan perubahan yang meliputi beberapa kebijakan dan atau terobosan yang benar-benar baru..
Sudah tentu kebijakan-kebijakan yang baru itu, pada masanya ada yang diterima dan ada juga yang ditentang oleh para pelanggan setianya. Ya namanya juga hal baru, kadang tak semua orang bisa menerimanya. Terlebih bagi mereka yang tak biasa atau tak merasa nyaman dengannya..
Lalu apa sajakah perubahan atau evolusi yang pernah dilakukan oleh PT, KAI terhadap layanan transportasi KA jarak jauh? Menilik dalam satu dekade ini, setidaknya ada 12 yang pernah dilakukan oleh perusahan plat merah tersebut..
Dan inilah beberapa kebijakan dari hasil evolusi itu:
1. Sistem penjualan tiket yang berbasis online (2012)
Perubahan pertama yang pernah diterapkan oleh PT. KAI dalam transportasi KA jarak jauh adalah sistem penjualan tiket yang berbasis online. Yang mana kebijakan ini sudah dimulai dari sejak tahun 2012, meski baru benar-benar efektifnya pada tahun 2014..
Tentu terobosan ini sangat bermanfaat sekali buat masyarakat. Karena dengan begitu mereka jadi tak perlu repot-repot lagi pergi ke stasiun, buat sekedar mendapatkan tiket KA jarak jauh. Cukup duduk manis saja di rumah dan pantengin internet. Terus dapat deh tiket yang diinginkan..
Sampai sekarang kebijakan ini masih terus dipertahankan. Bahkan sekarang bukan cuma pesan tiket saja. Namun untuk perubahan dan pembatalan pun, kini bisa dilakukan secara online alias tak perlu ribet lagi ngurusnya di sebuah stasiun sebagaimana kebiasaannya sebelum ini..
2. Sterilisasi pedangan asongan di stasiun dan perjalanan KA (2012)
Terus perubahan kedua oleh PT. KAI untuk layanan KA jarak jauh adalah dengan mensterilisasi pedagang asongan di stasiun-stasiun atau di perjalanan KA. Ya kebijakan ini dimaksudkan buat memberi rasa aman dan nyaman kepada penumpang. Baik saat berada di stasiun, maupun saat sedang dalam perjalanan KA..
Meski tujuannya sebenarnya bagus, namun ada juga bebarapa orang atau masyarakat yang keberatan dengan kebijakan ini. Karena menurut mereka, para pedagang asongan itu adalah dewa penolong di saat mereka sedang kelaparan atau saat sedang butuh jajan..
Tentu wajar mereka beralasan begitu. Soalnya harga makanan di pedagang asongan itu lebih merakyat, ketimbang harga makanan yang dijajakan di dalam KA. Selain itu, konon rasanya juga lebih enak. So wajar jika mereka lebih memilih cari makanan atau jajanan di pedagang asongan ini..
3. Program pemasangan AC di KA bisnis dan ekonomi (2013)
Kemudian evolusi berikutnya yang pernah dilakukan PT. KAI dimasa lalu ialah membuat KA bisnis dan ekonomi menjadi ber-AC atau ada pendingin udaranya di setiap gerobongnya. Kebijakan ini memang dianggap sebuah kemajuan pada saat itu, mengingat dua kelas KA tersebut sebelumnya tidak pernah memakai fasilitas ini (kecuali kelas bisnis yang memakai kipas angin)..
Hanya sayangnya kehijakan ini membuat harga tiket di kedua layanan KA ini menjadi naik drastis pada saat itu. Bahkan tiket KA ekonomi yang notabene harganya merakyat (karena disubsidi oleh Pemerintah), jadi naik 2x lipat dari harga semula..
Tentu keadaan ini sempat dikeluhkan oleh sebagian masyarakat pada saat itu. Karena harganya dianggap sudah tak wajar. Bahkan gara-gara ini, ada sebagain pelanggan KA jarak jauh yang beralih ke transportasi umum lain seperti bus malam..
Akan tetapi belakangan seiring dengan berjalannya waktu, kebijakan ini sangat bisa diterima oleh semuanya. Ya walaupun pada akhirnya mereka harus merohoh kocek lebih dalam dalam lagi, untuk sekedar bisa naik KA jarak jauh..
4. Menghapus layanan kereta bisnis (2014)
Kelas bisnis adalah salah satu layanan kelas yang dioperasikan oleh PT. KAI di KA jarak jauh. Namun layanan kelas ini belakangan sudah sangat jarang. Tercatat mungkin saat ini hanya ada 2-3 KA saja yang masih menyediakan kelas yang sering disebutnya K2 tersebut..
Memang jarangnya K2 yang dioperasikan pada saat ini sudah diawacanakan sebelumnya oleh PT. KAI. Ya PT. KAI memang berencana akan menghapus layanan kelas bisnis. Dan rencana itu sudah mulai berjalan sejak dari tahun 2014 dengan korban pertamanya adalah dihapusnya KA Senja Utama Semarang, yang merupakan KA kelas bisnis relasi Jakarta-Semarang PP..
Tentu kebijakan ini pada awalnya sempat dikeluhkan oleh para pelanggan KA. Karena mereka menganggap, kelas ini masih dianggap nyaman bila dibandingkan dengan kelas lain (kelas ekonomi misalnya). Tapi ya pada akhirnya masyarakat mau menerima juga apa yang menjadi keputusan PT. KAI tersebut sampai dengan saat ini..
5. Membuat rangkaian panjang di beberapa KA (2015)
Gebrakan selanjutnya dari PT. KAI dan dianggap sebuah terobosan yang baru adalah dengan membuat rangkaian panjang di beberapa KA. Rangkaian panjang disini maksudnya adalah KA dengan gerbong yang panjangnya melebihi dari KA-KA lain. Bahkan panjangnya bisa 2x lipatnya lho..
Sebenarnya kebijakan ini bagus-bagus saja sih. Karena tujuan utamanya adalah buat bisa menampung lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan. Dengan begitu, maka nantinya banyak masyarakat yang akan terakomodir untuk bisa naik KA..
Hanya sayangnya kebijakan ini masih tetap ada kekurangannya, yaitu ada beberapa stasiun yang peronnya tak mencukupi buat memenuhi KA yang rangkaiannya panjang ini. Tentu ini jadi masalah, karena ini bikin nggak nyaman para penumpang ketika mau naik atau turun dari KA tersebut..
6. Merilis rangkaian KA Eksekutif dan Ekonomi New Image (2016)
Evolusi selanjutnya dari PT. KAI dalam satu dekade ini dan cukup diingat oleh para pelanggan setianya adalah dengan merilis rangkaian KA eksekutif dan ekonomi baru dengan brand New Image (NI). Rangkaian KA ini memang benar-benar baru alias fresh from open dari pabriknya yakni PT. INKA, yang merupakan produsen KA satu-satunya di Indoensia..
Sebenarnya niat PT. KAI ini bagus dan baik. Karena selain buat meningkatkan fasilitas dan layanan di kedua kelas itu, juga buat meremajakan sarana dan prasarana rangkaian KA (terkhusus yang eksekutif dan ekonomi) yang mungkin beberapa diantaranya sudah dianggap usang..
Hanya saja khusus untuk rangkaian KA ekonominya, dianggap produk gagal oleh sebagian masyarakat kita. Soalnya dianggap kurang nyaman. Walaupun begitu KA ekonomi buatan tahun 2016 ini masih dioperasikan hingga saat ini, terutama buat KA-KA yang jaraknya pendek atau sedang..
Sedangkan untuk yang kelas eksekutifnya juga masih bertahan dan dipakai oleh beberapa KA eksekutif yang non unggulan. Sementara KA-KA eksekutif yang unggulan, memakai rangkaian KA yang lebih baru atau yang rangkaian Stainless Stell (SS)..
7. Merilis rangkaian KA Ekonomi Premium (2017)
Berikutnya terobosan dari PT. KAI untuk dunia perkera apian Indonesia adalah dengan merilis KA ekonomi baru dengan brand KA ekonomi premium di tahun 2017. Sama dengan New Image, KA ini pun merupakan KA buatan anyar dan keluaran dari PT. INKA juga. Hanya memang kali ini tidak disertai dengan produk KA eksekutifnya..
Sebenarnya secara tampilan luar dan dalam, KA Ekonomi Premium ini nyaris tidak terlalu jauh berbeda dengan KA Ekonomi NI. Cuma bedanya KA ekonomi ini sedikit lebih yaman, jika dibandingkan dengan yang buatan tahun 2016 tersebut..
Sayangnya produk KA jenis ini hanya sedikit. Karena di tahun 2018, PT. KAI merilis lagi KA ekonomi baru, meski secara eksterior dan interior juga tak beda jauh. Tapi memang pada dasarnya PT. INKA hanya membuat beberapa rangkaian saja untuk KA Ekonomi Premium ini..
8. Merilis rangkaian KA Eksekutif dan Ekonomi Stainless Stell (2018)
Sebagaimana yang sudah disinggung di poin sebelumnya, kalau di tahun 2018 PT. KAI kembali merilis rangkaian baru untuk kelas eksekutif dan ekonomi. Bahkan kali ini jumlahnya lebih banyak, dari yang dirilis sebelumnya (tahun 2016 dan 2017)..
Dan KA baru ini diberi nama Stainless Stell (SS). Disebut begitu, karena memang rangkaian KA ini terbuat dari bahan stainless stell. Ya walaupun secara tampilan luar dan dalam (terutama untuk KA Ekonominya), nyaris sama dengan yang buatan tahun 2016 dan 2017..
Akan tetapi meski nyaris sama tampilannya, tetap ada kelebihannya untuk KA Eksekutif/Ekonomi SS ini. Salah satunya adalah desain eksteriornya yang terlihat lebih mengkilap. Karena itu kelihatannya jadi lebih luks dan mewah (tapi ini menurut kacamata penulis sih)..
Catatan: untuk sebagai refrensi tambahan (terutama untuk informasi di poin yang nomor 6, 7 dan 8), anda bisa membaca dua artikel di bawah ini:
9. Meniadakan fasilitas bantal gratis di KA Eksekutif (2019)
Selanjutnya kebijakan pernah diterapkan di transpotasi KA jarak jauh oleh PT. KAI adalah dengan menghapus fasilitas bantal gratis di KA ekekutif pada awal-awal tahun 2019. Jika sebelumnya kebijakan atau terobosan yang bersifat baru tanggapannya beragam (ada yang pro dan kontra), maka untuk yang ini nyaris semuanya menentang..
Tentu saja masyarakat pecinta KA pada menentang. Soalnya fasilitas bantal gratis ini adalah salah satu kelebihannya yang ada di kelas eksekutif. Sudah pasti dengan peniadaan fasilitas ini, bakal menganggu kenyamanan para penumpang yang naik di kelas tersebut..
Ntah apa alasan PT. KAI meniadakan fasilitas bantal gratis ini pada saat itu. Yang jelas gegara banyak diprotes oleh masyarakat, pada akhirnya fasilitas ini pun sempat dikembalikan alias kebijakan yang no. 9 ini dibatalkan pada saat itu juga..
Hanya sayangnya kebijakan ini di kemudian hari benar-benar diterapkan oleh PT. KAI. Dan sampai dengan detik ini, fasilitas bantal gratis di kelas ekekutif pun hanya jadi tinggal sejarah dan kenangan di perkereta apian Indonesia..
10. Merilis rangkaian KA Luxury (2019)
Gebrakan atau terobosan selanjutnya dari PT. KAI buat meningkatkan fasilitas dan pelayannnya adalah dengan merilis KA Luxury di tahun 2019. KA ini merupakan KA dengan fasilitas mewah. Oleh karena itu, KA ini pun disebut-sebut sebagai KA dengan kasta tertinggi di Indonesia..
Tentu karena fasilitasnya yang sangat wah itu, maka harga tiketnya pun sangat mahal sekali. Bahkan untuk rute tertentu, tarifnya bisa hampir 2x lipat dari tarif kelas eksekutif biasa. Meskipun begitu, peminat KA ini cukup banyak. Ini terlihat dari okupansinya yang selalu full, terutama sekali di musim-musim peak sesion..
Oh ya KA ini statusnya hanyalah sebagai kelas tambahan di beberapa KA eksekutif reguler. Dan dalam satu kali perjalanan, hanya menyediakan satu kereta saja dengan jumlah tempat duduk yang terbatas..
FYI: maaf ya saya tidak akan terlalu jauh membahas poin yang no. 10 ini..soalnya kebetulan belum pernah menaikinya..hehe
11. Sistem perubahan dan pembatalan jadwal yang berbasis online (2019)
Kalau kebijakan atau terobosan ini, sudah saya singgung sebelumnya pas di poin pertama. Ya seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat pada era sekarang ini, maka PT. KAI kemudian membuat kebijakan dengan menyediakan layanan dan fasilitas perubahan atau pembatalan jadwal KA secara online yang dimulai dari sejak tahun 2019..
Sebelumnya jika kita mau mengubah atau membatalakan tiket (khususnya tiket KA jarak jauh), maka kita harus datang ke stasiun tertentu buat mengurusnya. Tentu dengan adanya kebijakan ini, membuat kita menjadi tidak repot kalau mau mengurus hal itu. Dan pastinya juga ini jadi praktis dan nggak makan waktu buat kitanya..
Hanya memang layanan dan fasilitas ini, sejuah ini hanya tersedia di aplikasi KAI Access saja. Dan KAI Access ini adalah aplikasi tempat penjualan tiket KA dari PT. KAI..
12. Sistem penjualan tiket KA Lokal yang berbasis online (2019)
Bukan hanya bisa mengubah atau membatalkan tiket KA jarak jauh secara online. Namun PT. KAI di tahun 2019 juga membuat kebijakan dengan menyediakan layanan dan fasilitas pembelian tiket KA Lokal secara online. Sebelumnya, jika kita mau beli tiket KA Lokal, kita harus datang ke TKP langsung atau stasiun-stasiun yang jadi rute KA Lokal tersebut..
Namun sayangnya lagi-lagi layanan dan fasilitas ini cuma tersedia di aplikasi KAI Access. Tapi apapun itu, dua kebijakan yang saya tulis terakhir ini, benar-benar sangat membantu para pelanggan KA. Soalnya dengan begitu kita jadi nggak ribet lagi, jika seumpama mau urus pembatalan atau perubahan jadwal KA kita. Pun demikian juga ketika kita mau beli tiket KA Lokal..
Itulah setidaknya 12 evolusi besar yang pernah dilakukan oleh PT. KAI selama kurun waktu satu dekade ini. Terutama sekali untuk layanan KA jarak jauh dan atau mungkin KA Lokal..
Sebenarnya selain yang di atas, masih ada kebijakan, terobosan atau gebrakan lain yang mungkin pernah dilakukan juga oleh operator KA satu-satunya di Indonesia itu dalam periode 10 tahun terakhir ini. Cuma yang paling diingat oleh masyarakat, ya yang di atas itu..
Oke demikian informasi yang bisa saya sampaiakn pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata kalimat di dalamnya..

