Inilah 5 Fakta Tentang Chico Aura Dwi Wardoyo Yang Harus Anda Tahu

Inilah 5 Fakta Tentang Chico Aura Dwi Wardoyo Yang Harus Anda Tahu

5 Fakta Tentang Chico Aura Dwi Wardoyo


Chico Aura Dwi Wardoyo (sumber: PBSI)


Sudah lama admint nggak pernah bahas tentang olahraga bulutangkis di blog ini. Maklum, admint sempat hibernasi sama olahraga tepuk bulu ini dalam beberapa bulan terakhir ini..


*hibernasi di sini maksudnya adalah nggak intens mengikuti perkembangan informasi dan beritanya


Nah pada kesempatan kali ini, admint kembali akan bahas tentang olahraga yang sering mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dan pastinya topik kali ini berhubungan dengan turnamen bulutangkis BWF Malaysia Master 2022 yang dihelat akhir pekan lalu..


Memang ada informasi dan berita apa di turnamen itu? Tentunya hal yang menggembirakan dong. Ya tepatnya 2 wakil kita di sektor tunggal dan ganda putra, berhasil menjuarai turnamen tersebut..


Gelar pertama diraih oleh Chico Aura Dwi Wardoyo, setelah di final mengalahkan wakil asal Hongkong Ng Ka Long Angus dengan straight set 22-20 21-15. Sedangkan gelar kedua diraih oleh pasangan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang pada laga puncaknya berhasil mengalahkan kompatriotnya yakni M. Ahsan/Hendra Setiawan dengan straight set 21-12 21-19..


Chico Aura Dwi Wardoyo dan Fajar Alfian/ M. Rian Ardianto berpose dengan medali dan trophy juara Malaysia Master 2022 (sumber gambar: PBSI)


Sebenarnya ada satu lagi wakil kita di partai final di turnamen itu. Yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di ganda campuran. Sayang eks juara dunia junior itu harus takluk dari pasangan kuat asal Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong dengan dua game langsung; 17-21 12-21..


Keberhasil dua wakil kita yang juara di turnamen itu, tentu harus diapresiasi setinggi langit. Karena untuk pertama kalinya kita bisa membawa pulang lebih dari 1 gelar di turnamen BWF untuk level Super500 ke atas, setalah terakhir kali pada tahun 2020 lalu di Indonesia Master. Ketika itu kita meraih sebanyak 3 gelar dari tunggal dan ganda putra serta ganda putri..


Lebih-lebih lagi dua gelar kali ini salah satunya didapat dari sektor tunggal putra, yang mana sektor ini sudah lama puasa gelar untuk Indonesia, terkhusus untuk turnamen BWF yang level Super500 ke atas. Dan lebih spesial lagi karena yang meraihnya adalah pemain yang tak disangka-sangka yaitu Chico Aura Dwi Wardoyo, yang notabene pemain lapis keempat di Pelatnas PBSI..


FYI: PBSI adalah badan induk olahraga bulutangkis nasional kita


Pertanyaannya; memang siapa sih Chico ini? Dan prestasinya selama ini di bulutangkis nasional dan internasional apa saja? Dan apakah juga dia kelak bisa diandalkan untuk bulutangkis Indonesia dalam meraih prestasi berikutnya, terutama untuk sektor tunggal putra?


Pastinya anda juga penasaran kan dengan sosok pemain yang satu ini. Nah untuk itu, pada postingan kali ini kami akan membahas 5 fakta tentang Chico Aura Dwi Wardoyo. Lalu seperti apa sajakah fakta-faktanya itu? Yuk simak ulasannya berikut ini:


1. Putra Papua pertama yang meraih gelar BWF S500


Chico Aura Dwi Wardoyo ini adalah anak kelahiran Jayapura, provinsi Papua. Tentu keberhasilan ia bisa juara di turnamen itu, membuat masyarakat Papua bangga. Karena ia menjadi orang Papua pertama yang bisa menjuarai turnamen BWF yang level Super 500 ke atas..


Bisa dimaklumi jika ini menjadi semacam tonggak sejarah buat Indonesia dan utamanya buat daerah Papua. Sebab selama ini hampir tak ada atlet atau pemain asal daerah sana yang bisa berhasil menjadi pemain elite di perbulutangkisan dunia..


So dengan keberhasilan Chico juara di Malaysia Master 2022 ini, telah membuktikan bahwa orang-orang Papua ternyata bisa juga berprestasi di cabor bulutangkis. Bukan hanya bisa hebat di cabor atletik atau sepakbola saja, yang selama ini sudah menjadi trademarknya mereka..


Oh ya Chico ini aslinya bukan pure anak Papua. Tapi dia ada blasteran (suku) Jawa dari pihak bapaknya. Selain itu adik kandungnya juga merupakan seorang pemain bulutangkis juga yaitu Ester Nurumi yang bermain di sektor tunggal putri..


2. Final dan gelar pertama di turnamen BWF S500


Keberhasilan Chico raih gelar juara di Malaysia Master 2022 menjadi tonggak sejarah penting dalam karir bulutangkisnya. Betapa tidak, karena ini adalah final pertamanya di turnamen BWF kelas Super 500. Hebatnya di debut pertamanya ini, ia bisa mengkonversikan menjadi sebuah titel pertamanya dia di turnamen level tersebut..


senyum Chico Aura Dwi Wardoyo di podium tertinggi Malaysia Master 2022 bersama sang runner up Ng Ka Long Angus (sumber gambar: badmintalk)


Sebelumnya prestasi terbaik Chico ini adalah dengan menembus final Spanyol Master pada tahun 2021 lalu. Kala itu di turnamen berlevel Super 300 tersebut, dia harus puas jadi runner up setelah kalah dari pemain Perancis Toma Junior Popov 15-21 17-21..


3. Akhiri paceklik gelar untuk tunggal putra Indonesia selama 2 tahun


Sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya di atas, jika Indonesia sudah lama puasa gelar turnamen BWF untuk sektor tunggal putra. Terutama sekali untuk turnamen yang level Super 500 ke atas. Tercatat pemain terakhir yang mampu melakukannya adalah Antony Sinisuka Ginting di Indonesia Master edisi tahun 2020..


Dan gelar juara dari Chico Aura Dwi Wardoyo di Malaysia Master 2022 ini, membuat dahaga itu terputus. Tentu kita semua bangga dong, karena dengan begitu kita jadi mempunyai tunggal putra andalan baru selain yang sudah kita punya saat ini yaitu Antony Sinisuka Ginting, Jonathan Christie dan Shesar Hiren Rustavito..


FYI: ketiga pemain yang kami sebut terakhir itu adalah 3 tunggal putra terbaik yang dimiliki Indonesia pada saat ini


4. Pemain Indonesia ketiga yang raih gelar lewat jalur kualifikasi


Yang namanya sebuah prestasi itu pasti butuh perjuangan. Pun halnya dengan yang dialami oleh Chico di turnamen ini. Bayangkan! Untuk bisa ke tangga juara, ia harus memulai turnamen dari babak kualifikasi, meski pas waktunya ia dapat "promosi" langsung ke babak utama..


Tentu ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa baginya. Sebab jarang-jarang ada pemain yang bisa melakukannya. Kalaupun ada ya sulit. Karena biasanya di babak-babak awal, sudah di hadang oleh para pemain unggulan yang lebih berpengalaman..


Meskipun demikian, Chico bukanlah pemain Indonesia pertama yang melakukannya atau menjuarai sebuah turnamen BWF yang dari jalur kualifikasi. Tercatat sebelumnya Simon Santoso juga pernah melakukannya di turnamen Singapura Open tahun 2014 dan Sony Dwi Kuncoro di turnamen yang sama, namun yang edisi tahun 2016..


FYI: Chico bisa bisa langsung ke babak utama karena pas hari H-nya turnamen, banyak pemain utama yang mengundurkan diri


5. Pertama kali bersinar di Kejuaraan Dunia Junior di tahun 2016


Meskipun nama Chico Aura Dwi Wardoyo ini masih terdengar asing (minimal sebelum ia menjuarai turnamen Malaysia Master 2022), namun sejatinya ia dari dulu adalah pemain berbakat dan potensial. Dan itu dibuktikan ketika dirinya masih jadi pemain junior..


Ya tepatnya pada event Kejuaraan Dunia Junior tahun 2016, dia bisa menggebrak hingga masuk ke babak final. Sayangnya pas laga puncak, ia harus takluk dari wakil China Sun Feixiang dengan dua game langsung 19-21 12-21..


Chico Aura Dwi Wardoyo saat tampil di podium Kejuaraan Dunia Junior tahun 2016 yang harus puas menjadi runner up (sumber gambar: BWF Wonder Fans/FB)


*urutan lengkap pemain yang ada di foto tersebut dari kiri ke kanan ialah sebagai berikut: Chico Aura Dwi Wardoyo (runner up), Sun Feixiang (juara), Lee Zee Jia (peringkat 3) dan Kantaphon Wangcharoen (peringkat 3)


FYI: dua nama terakhir adalah pemain dari Malaysia dan Thailand


Walau cuma runner up, namun pencapaian dia di sana ketika itu merupakan sebuah kejutan. Maklum di event tersebut Chico statusnya hanyalah sebagai unggulan ke-14. Dan ketika itu pun kita masyarakat pecinta bulutangkis Indonesia tak berharap banyak padanya..


Akan tetapi karena statusnya yang seperti tak diharapkan itu, membuat penampilan dia di event tersebut jadi seperti tanpa beban. Dan akhirnya ia pun jadi termotivasi dengan membuktikan kepada kita bahwa sesungguhnya dia bisa berbicara banyak di sana..


Sayangnya setelah itu kiprahnya jarang kedengaran lagi. Ntah prestasi runner up di Kejuaraan Dunia Junior itu membebani dia atau tidak, yang jelas selanjutnya dia hampir tak pernah membuat gebrakan lagi di sebuah turnamen BWF (even itu turnamen yang levelnya kecil)..


Namanya baru terdengar lagi saat dia mengikuti turnamen Spanyol Master tahun lalu dan ia mampu mencapai babak final di sana. Setelah itu ia sempat masuk tim Thomas Cup 2020 yang diselenggarakan di Aarhus Denmark pada tahun lalu, meski statusnya cuma jadi tunggal ke-4..


Itulah setidaknya 5 fakta tentang Chico Aura Dwi Wardoyo, pemain tunggal putra kita yang baru saja meraih gelar di turnamen Malaysia Master 2022 pada akhir pekan kemarin. Ya semoga saja prestasi ini bukan cuma sekedar kejutan belaka, sebagaimana kiprah dia di Kejuaraan Dunia Junior tahun 2016 yang tak berkelanjutan setelahnya..


Ya kita tunggu dan lihat saja nanti. Tapi harapannya ya tentu saja dia bukan laksana dinamit, yang hanya bisa meledak di waktu-waktu tertentu saja. Namun bisa terus konsisten menggebrak dan meledak di setiap turnamen yang diikutinya..


Oke demikian informasi yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat serta mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan kalimat pada tulisan yang kami buat ini..
Posting Komentar