5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh MC Dalam Acara PHBI
ilustrasi gambar oleh urbanjabar.com (edited by zaeabja17.com)
5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh MC Dalam Acara PHBI
Tampil berbicara di muka umum, memang gampang-gampang susah. Bukan hanya sekedar punya modal cuap-cuap di depan orang banyak. Namun juga harus memiliki mental berani dan mampu menguasai keadaan diri kita sendiri..
Akan tetapi itu saja kadang nggak cukup. Karena kita juga harus mengetahui materi apa yang akan kita omongkan, siapa audiensinya, dimana tempatnya serta yang tak kalah penting adalah kita berbicara dalam rangka apa dan sebagai apa..
Tentu kita juga harus memikirkan faktor-faktor yang saya sebut terakhir itu. Soalnya itu akan membuat penampilan kita nantinya jadi maksimal dengan tanpa cela sedikitpun. Selain itu, pastinya juga audiensi akan merasa terkesan dengan penampilan kita tersebut..
Nah terkait bahasan kita ini, seorang MC juga harus memperhatikan apa yang saya singgung di atas. Soalnya dia juga kan tugasnya berbicara di depan orang banyak untuk memandu jalannya sebuah acara. Jadi dia pun mestinya kudu tahu tentang faktor-faktor yang jadi pendukung buat dia bisa tampil baik dan bagus pas waktunya..
Lebih-lebih kalau memandu sebuah acara PHBI atau Perayaan Hari Besar islam. Seperti misalnya acara Maulid Nabi, Isra' Mi'raj, Tabligh Akbar, atau dan semacamnya. Kenapa kami seperti menekankan pada acara-acara seperti ini? Karena acara tersebut kan sifatnya religi. Jadi sudah tentu dong kehidmatan harus dijaga. Oleh karena itu, mestinya MC-nya juga mengkondisikan hal itu..
Tapi memang intinya jadi seorang MC di sebuah acara PHBI itu kadang tak bisa sembarangan. Karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan, jika dibandingkan dengan memandu acara lain yang sifatnya umum. Dan jika hal ini dinafikan, maka besar kemungkinan anda akan membuat beberapa kesalahan yang tak diduga, selama anda memandu acara..
Lalu kesalahan apa sajakah yang dilakukan seorang MC di sebuah acara PHBI? Berkaca dari yang kami amati selama ini, berikut ini 5 adalah diantaranya:
1. Tak menyisipkan "Kalimat Muqoddimah" pas memulai acara
Karena ini acara keagamaan, maka mestinya seorang MC-nya juga harus memakai kalimat muqoddimah, layaknya seorang penceramah agama yang akan memberikan tausyiah. Kenapa hal ini harus dipakai dalam acara-acara keagamaan? Soalnya biar selaras dengan tema acara..
Sebenarnya ini bukan kewajiban sih alias hanya sekedar opsi saja. Cuma kalau seumpama dipakai, ya itu jauh lebih baik. Dan pastinya ini akan menambah kesan baik penampilan anda sebagai pembawa acara di event tersebut..
2. Tidak memakai bahasa yang sopan
Seorang MC ketika memandu sebuah acara, memang sudah seharusnya memakai bahasa yang sopan. Tak terkecuali di acara-acara keagaaman atau PHBI. Lebih-lebih kalau di acara-acara kaya begini, yang hadir adalah para tokoh ulama dan kyai, yang mana kita harus takdzim dan hormat kepadanya dengan berucap kata-kata yang halus nan sopan saat di on stage..
Ya intinya seorang MC selama memandu jalannya acara seperti ini, harus dijaga bahasanya. Soalnya jangan sampai keluar tutur kata yang kasar atau tak sopan, meski itu umum dipakai dalam bahasa pergaualan sehari-hari..
3. Lupa menyebutkan nama-nama tokoh penting yang hadir dalam acara
Nah poin yang nomor tiga ini juga harus diperhatikan oleh seorang MC di sebuah acara PHBI. Apalagi kalau yang lupa disebut itu adalah para tokoh ulama atau kyai yang masyhur, yang kebetulan datang ke acara tersebut..
Kenapa hal ini penting juga untuk diperhatikan? Karena dengan kita menyebutnya, itu berarti kita seperti telah memberikan rasa dan salam hormat kepadanya. Bahkan mesti kita secara personal tidak mengenalnya atau tidak terlalu akrab..
4. Terlalu dominan memakai bahasa lokal/daerah
Sudah lazim rasanya, jika di acara-acara keagamaan atau PHBI, terkadang MC-nya kerap memakai bahasa lokal/daerah buat memandu jalannya acara. Terutama sekali kalau di kampung-kampung. Ini kami ngomong begini, karena di kampung kami sering terjadi..
Sebenarnya nggak apa-apa sih, kalau memang acara tersebut audiensinya kebanyakan dari masyarakat di tempat acara tersebut. Dan acaranya kebetulan digelar dalam skala yang kecil atau masih dalam lingkup di tempat acara dimaksud..
Yang jadi masalah adalah kalau acaranya dibuat besar dengan mengundang banyak orang. Dan itu memungkinkan orang-orang yang dari luar wilayah tersebut, hadir juga ke sana. Nah kalau sudah begini, rasanya pemakaian bahasa lokal saat memandu acara, menjadi tidak pas. Soalnya khawatir orang-orang yang bukan dari daerah tempat acara tersebut menjadi nggak faham..
5. Terlalu banyak menyisipkan kata-kata/kalimat humor saat memandu acara
Dan poin yang terakhir kesalahn fatal yang dilakukan oleh sorang MC di acara keagamaan atau PHBI adalah terlalu banyak atau sering menyisipkan kata-kata/kalimat humor saat memandu acara. Tentu poin yang ini juga harus diperhatikan, karena salah-salah nanti kita dianggap sebagai MC yang tak tahu adab dan sopan santun..
Kenapa? Karena kan kalau acara seperti ini, yang hadir adalah tokoh-tokoh ulama dan kyai. Jadi dengan kita tak melakukannya (meski mungkin niatnya cuma sekedar berkelakar saja), maka kita sudah berusaha menjaga etika kita di hadapan para tokoh keagamaan tersebut..
Itulah 5 diantaranya kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang MC, dalam setiap acara PHBI atau acara keagamaan. Nah sekarang bagaimana? Apakah anda merasa sering melakukannya, jika seumpama anda sering didaulat jadi pembawa acara di acara-acara seperti itu?
Jika iya, semoga kelak bisa memperbaikinya ya jika seumpama anda ditawari lagi tugas serupa di kemudian hari. Soalnya biar penampilan anda nantinya nggak malu-maluin di hadapan para audiensi dan tentunya para tokoh-tokoh penting dan dihormati, yang hadir di acara tersebut..
Oke demikian ilmu dan infromasi yang bisa kami bagikan pada kesempatan hari ini. Semoga bisa bermanfaat serta mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat yang kami buat dalam postingan ini..
