Tips Menghilangkan Rasa Takut Kepada Jin dan Sebangsanya

Tips Menghilangkan Rasa Takut Kepada Jin dan Sebangsanya

Ilustrasi gambar sesosok makhluk halus (sumber gambar: mojok.co)


Tips Menghilangkan Rasa Takut Kepada Jin dan Sebangsanya


Sejatinya manusia itu cenderung takut melihat hal-hal gaib atau makhluk halus seperti jin, setan atau dan sebangsanya. Wajar jika merasa takut, sebab keberadaan mereka terkadang mengganggu kita atau bahkan yang paling ngeri, bisa mengancam keselamatan jiwa kita..




Ya walau kadar ketakutannya setiap orang terhadap hal tersebut pasti berbeda-beda (seperti ada yang biasa saja atau ada yang paranoid sama sekali), namun tetap saja itu bukan alasan buat kita untuk tak menganggap remeh keberadaan mereka, meski sekalipun anda misalnya orang yang sangat berani..




Kenapa demikian? Karena sudah bukan rahasia lagi jika ada mitos; kalau kita berani "melawan" golongan mereka, nanti yang ada mereka akan tambah penasaran dengan kita dengan sering mengganggunya setiap saat. Nah kalau sudah begini, kita juga nanti yang repot..




Berani di sini maksudnya seperti sombong bisa menghadapi mereka (kalau kata orang masyarakat Sunda mah disebutnya Sompral). Padahal sejatinya kita orang-orang yang tak mempunyai kekuatan apa-apa, terkecuali mungkin orang pintar seperti paranormal, dukun atau dan sebagainya..




Oleh karena itu, keberadaan mereka seharusnya kita sikapi dengan tidak terlalu berlebihan. Tidak terlalu paranoid, tapi jangan juga terlalu Sompral. Meski demikian tentu ada cara-cara buat bisa menghalau keberadaan mereka yang mungkin saja kedatangannya akan mengusili kita..




Dan inilah 14 tips atau cara menghilangkan rasa takut kepada jin atau dan sebangsanya (baca: makhluk-makhluk gaib yang tak kasat mata):




1. Mengetahui dan memahami bahwa ada makhluk lain dari unsur api yang tidak kasat mata (gaib) yakni Jin dan sebangsanya yang menghuni bumi ini bersama-sama manusia. Kita disuruh berkasih sayang kepada semua yang ada di muka bumi, termasuk bangsa jin. Antara lain dengan tidak kencing di tanah yang berlubang  yang kebanyakan dihuni oleh kaum jin, serta dilarang beristinja’ dengan tulang, karena menjadi makanan jin.




2. Manusia adalah makhluk yang paling mulia dan diberikan banyak kelebihan oleh ALLAH yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya (Q.S.al-Isra’: 70). Karena itu tidak pantas manusia tunduk dan merasa takut kepada jin dan sebangsanya.




3. Sesungguhnya tipu daya setan/jin itu lemah (Q.S.An-Nisa’ : 76). Justeru manusia  yang beriman, bertaqwa dan ikhlas sajalah yang paling kuat dan mulia serta tidak bisa dikalahkan atau ditundukkan oleh setan/jin (Q.S.al-A’raf :27).




4. Setan itu tidak lebih hanya sekedar : Mindzilu Hadzihid Daar ( مِنْذِيْلُ هٰذِهِ الدَّارِ )

atau “Kain lap di rumah kita” yang sangat remeh, hina dan tidak berharga sama sekali.




5. Setan/jin itu pernah disuruh sujud oleh Allah SWT kepada Nabi Adam A.S (Q.S.al-Baqarah : 34). Hal itu menunjukkan bahwa derajat keilmuan dan ketaqwaan manusia lebih tinggi daripada jin/setan.




6. Kita diberi banyak rahasia do’a untuk menundukkan bangsa jin/setan atau agar selamat dari gangguan/godaan mereka. Diantara do’a-do’a agar kita terhindar dari gangguan setan/jin adalah dengan membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas, 3 ayat terakhir surat al-Baqarah, juga dzikir-dzikir berikut :



أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (×٣).
 

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Ia ciptakan.”




بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى الْأَرْضِ وَ لاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (×٣).
 
 
“Dengan menyebut nama Allah yang dengan perlindungan namaNya,tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang bisa membahayakan (kita). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”



أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَ عِقَابِهِ وَ مِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ اَنْ يَحْضُرُوْنَ (×٣).
 

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari amarah dan siksaNya, serta dari kejahatan hamba-hambaNya dan godaan ssetan  dan dari kehadiran mereka.”





7. Kalau kita sudah masuk dalam benteng perlindungan Allah SWT, maka tidak ada satupun makhluq yang bisa menembusnya. (Q.S.Al-Isra’ : 45, Al-A'raf : 200-2001).




8. Barangsiapa yang takut kepada Allah SWT, maka semua makluq akan segan dan hormat kepadanya. Sebaliknya barangsiapa yang takut kepada makhluq, maka semua makhluq akan berani kepadanya.




9. Gus Amak atau K.H. Allama Alauddin Ashiddiqi M. Pd.I, yang merupakan pendiri Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA), pernah memberi resep agar kita tidak takut jin/setan yaitu dengan membayangkan wajah setan/jin itu seperti wajah tokoh-tokoh animasi yang digemari anak-anak. Seperti misalnya; Doraemon, Donal Bebek, atau dan sejenisnya. Bukan membayangkannya yang seram-seram dan menakutkan.




10. Jangan memberi predikat atau anggapan yang bombastis terhadap jin, seperti menganggap jin bisa mencelakan atau mematikan manusia. Padahal tanpa izin Allah SWT, itu semua mustahil terjadi.




11. Ingat makna kalimat Hauqolah (Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah) yaitu tidak ada makhluk apapun yang memiliki daya dan upaya untuk memberi maupun menolak manfaat atau madharat tanpa izin dari Allah SWT.




12. Jangan suka menonton film atau tayangan horor, sehingga bisa mebuat seseorang bertambah takut dan terbayang-bayang akan selalu bentuk jin/setan. Karena sesungguhnya itu hanya khayalan atau buatan imajinasi sutradara semata, dan tentu pada hakekatnya tidak sama dengan aslinya.




13. Ketahuilah bahwasanya bangsa jin itu takut kepada manusia, sebagaimana manusia takut kepada jin. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Mujahid R.A.:



اِنَّهُمْ يَهَابُوْنَكُمْ كَمَا تَهَابُوْنَهُمْ
 

“Sesungguhnya bangsa jin itu takut kepada kalian (manusia), seperti halnya kalian takut kepada mereka. (bangsa jin).”





14. Menurut keyakinan orang tua dahulu (atau mitos mungkin), bahwasanya melihat setan itu justeru akan memperoleh rezeki dan bukan malah akan mendapat apes atau kesialan. Dan anggapan itu konon benar-benar nyata menurut sebagian orang. Jadi terlihat atau tidak sosok jin/setan, semuanya bisa menguntungkan kita. Tergantung bagaimana kita menyikapinya dari sejak awal.


Oke, demikianlah informasi yang bisa saya ketengahkan pada hari ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan istilah dalam tulisan di atas..


*Artikel asli ditulis oleh Cep Herry Syarifuddin (Pemimpin Ponpes Sabilurrahim, Cileungsi Bogor), dengan beberapa sedikit perubahan

Posting Komentar