5 Alasan Kenapa Gopar Harus Tetap Bertahan di Perkeretaapian di Indonesia

5 Alasan Kenapa Gopar Harus Tetap Bertahan di Perkeretaapian di Indonesia

Ilustrasi gambar dari dokumen pribadi


Baru-baru ini, beredar kabar kalau KA Argo Parahyangan atau yang sering kita sebut Gopar, akan dihapus seiring akan dioperasikannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada tahun 2023 mendatang. Konon alasan diberhentikannya itu, karena pemerintah ingin fokus menaikkan brand kereta baru tersebut..


Selain itu alasan lainnya adalah karena kalau kang Gopar masih beroperasi sementara KCJB sudah mulai jalan, maka khawatir kereta cepat kerja sama antara Indonesia dan China itu, akan "terganggu" okupansinya. Maklum kang Gopar ini termasuk KA laris dan sudah punya pangsa pasarnya tersendiri..


Ya intinya, para penumpang Gopar ini nantinya seperti akan "dipaksa" untuk ganti moda transportasi yang baru itu (walau masih KA juga). Baik ketika hendak bepergian dari Jakarta ke Bandung, maupun sebaliknya dari Bandung ke Jakarta..


Nah yang jadi pertanyaannya adalah; benarkah kabar tersebut? Atau hanya sekedar isu belaka?


Sejauh ini, memang masih rumor kabarnya. Tapi yang menggelitik saya dalam masalah ini adalah; Terus jikapun benar kabar itu, kenapa mesti dihapus Gopar?


Padahal Gopar dan KCJB meski sama-sama moda transportasi KA, tapi mereka jalan di jalur yang berbeda. Selain itu operatornya juga beda. Jika Gopar oleh PT. KAI, sedang KCJB oleh PT. KCIC..


Ilustrasi rangkaian Kereta Cepat Jakarat-Bandung (sumber gambar: kompas.com)


Di sisi lain kehadiran KCJB ini memang sebuah terobosan baru bagi perkeretaapian Indonesia. Tentu saja karena sistem kereta cepat itu adalah sebuah hal yang baru bagi negara kita. Apalagi kereta jenis tersebut, jarang ada di berbagai negara terkecuali mungkin di negara-negara maju..


Hanya sayangnya sejak awal, kehadirannya banyak menimbulkan pro dan kontra. Karena ada yng setuju dan juga yang tidak setuju. Selain itu pengerjaannya yang molor dan memakan waktu lama serta menguras keuangan negara (memakai dana APBN soalnya), membuat proyek ini semakin dipertanyakan oleh masyarakat..


Saya pribadi termasuk orang tidak setuju dengan proyek kereta cepat ini. Alasannya cukup simpel; karena negara kita belum perlu kereta jenis itu. Toh dengan yang ada saja saat ini (KA yang dioperasikan oleh PT. KAI), sudah cukup koq..


Oke kita balik lagi ke topik tentang isu bakal dihapusnya KA Argo Parahyangan


Sontak saja isu bakal digusurnya si Gopar ini dengan beroperasinya KCJB, membuat para pecinta KA seketika resah dan galau. Tak terkecuali saya pribadi, yang juga selaku pecinta moda transportasi ini. Terlebih saya pun cukup sering naik KA yang sudah berusia 12 tahun tersebut..


Ilustrasi gambar dari dokumen pribadi


Wajar jika saya dan kolega merasa demikian. Soalnya kang Gopar ini termasuk salah satu KA favorit. Walau rute KA ini jaraknya dekat dan durasi perjalanannya pun hanya 3,5 jam saja, tapi tetap saja kami mempunyai kesan tersendiri dengan KA itu..


Jadi memang sudah selayaknya kang Gopar ini dipertahankan, meski KA yang baru dengan rute yang sama bakal hadir di tengah-tengah kita. Bukan, bukan semata karena ikatan emosional saja kalau dari kacamata pribadi. Namun lebih dari itu..


Ya setidaknya ada 5 alasan kenapa KA ini harus tetap bertahan, meski nanti bakal ada KCJB. Dan kelima alasan itu, cukup logis kalau menurut saya pribadi..


Lalu apa saja alasan-alasan itu? Berikut ini ulasannya untuk anda:


1. KA yang sangat legendaris


Yang pertama alasannya karena kang Gopar ini termasuk KA yang sangat legendaris. Maklum cikal bakalnya sudah ada sejak dari tahun 1970-an. Ya tepatnya ketika KA Parahyangan mulai beroperasi di jalur Jakarta-Bandung ataupun sebaliknya..



Papan nama KA Argo Parahyangan ketika masih memakai rangkaian campuran (sumber gambar: dokumen pribadi)


Setelah itu KA ini terus eksis dan bertahan hingga akhirnya pensiun di tahun 2010. Pada saat itu KA yang punya dua kelas ini (eksekutif dan bisnis), harus merger dengan KA Argo Gede yang belakangan menjadi KA Argo Parahyangan seperti yang kita kenal sekarang ini..


FYI: KA Parahyangan dan KA Argo Gede pada masanya adalah dua KA yang rutenya sama. Bedanya hanyalah di layanan kelasnya. Jika yang pertama kelasnya campuran, sedang yang terakhir itu kelasnya full eksekutif


2. Brandnya sudah melekat di masyarakat


Kemudian alasan yang kedua karena KA Argo Parahyangan itu brandnya sudah melekat di masyarakat. Anda tahu kenapa KA Parahyangan dan KA Argo Gede dilebur namanya menjadi KA Argo Parahyangan (sebagaimana yang sebelumnya saya ulas di poin satu)?


Jadi cerita aslinya begini:


Konon sebenarnya pada tahun 2010 itu, KA Parahyangan akan dihapus permanen dan Argo Gede masih tetap jalan. Namun karena adanya keluhan dari masyarakat (terutama para pelanggan setianya KA Parahyangan) yang kecewa lantaran KA-nya mau dihapus, membuat PT. KAI akhirnya mengubah KA Argo Gede menjadi KA Argo Parahyangan..


Nah dari cerita di atas saja kita bisa melihat bahwa, antusiasme dan perhatian masyarakat ini begitu tinggi terhadap KA Argo Parahyangan. So bisa dibayangkan nanti jika seumpama KA ini bakal benar-benar berhenti beroperasi. Sudah tentu para pelanggan setianya akan kembali bereaksi, sebagaimana dulu pas kejadian tahun 2010 itu..


3. Jadi semakin banyak alternatif pilihan


Seharusnya dengan adanya KCJB ini, akan membuat semakin banyak alternatif pilihan buat masyarakat. Terutama untuk moda transportasi KA di jalur Jakarta-Bandung atau sebaiknya. Apalagi dia itu nantinya pakai jalur sendiri plus stasiun pemberhentian atau stasiun keberangkatan dan kedatangannya juga beda sendiri..


Nah inilah saya pribadi bingung; koq bisa-bisanya pihak-pihak terkait punya ide buat menggusur KA yang sudah eksis lama, hanya demi menegaskan keberadaan KA baru tersebut?


Padahal mah biarkan saja mereka bersaing dalam mencari pangsa pasarnya sendiri. Apalagi kedua KA ini kan sejatinya dikelola sama pemerintah juga. Jadi harusnya nggak usah saling mengorbankan antara satu dengan yang lainnya..


4. Yang baru belum tentu sukses


Kalaupun pun benar nanti bakal dihapus (mungkin kasusnya kaya kejadian mergernya KA Parahyangan dan KA Argo Gede di tahun 2010), belum tentu KA yang baru yaitu KCJB bakalan sukses. Apalagi konon KA itu tarifnya jauh di atas kang Gopar..


Alih-alih tujuannya untuk "merasionalisasi" KA di jalur yang sama, yang ada malah KA baru ini nanti pangsa pasarnya malah seperti yang tak diharapakan oleh beberapa pihak. Apalagi banyak sejarah KA baru di Indonesia yang umurnya tak lama, oleh sebab peminatnya kurang..


Bahkan dulu kenapa Parahyangan dan Argo Gede dimerger, ya karena salah satu alasanya okupansinya jelek. Terutama dalam 5 tahun terakhir di era itu. Jadi kerkaca dari kejadian yang sudah-sudah, rasanya terlalu terlalu berani dan ambil risiko, jika mau menghapus kang Gopar di perkeretaapian Indonesia..



5. Gopar menawarkan view perjalanan yang bagus


Oke KCJB itu menawarkan perjalanan yang singkat nan cepat, meski harga tiketnya selangit. Selain itu berasa keren saja kita menaikinya, oleh sebab kendaraan ini dianggap sebagai moda transportasi canggih dan hebat. Ya layaknya yang dipunyai negara-negara maju, seperti Jepang, China atau beberapa negara di Eropa..


Akan tetapi ada yang tak dipunyai KCJB jika dibandingkan dengan kang Gopar. Ya walau durasi perjalanannya lebih lama, namun ia bisa menyajikan view perjalanan yang indah, yang pastinya bisa menyejukkan mata kita..



Salah satu pemandangan indah yang terhampar di rute perjalanan KA Argo Parahyangan (sumber gambar: dokumen pribadi)


Mungkin yang sudah sering (atau minimal sudah pernah), pasti tahu jika keunggulan perjalanan Gopar itu, ya salah satunya bisa melihat pemandangan yang bagus nan apik di balik jendela kereta. Dan hal itulah yang membuat KA ini cukup laris diminati oleh masyarakat..


Kalau dengan KCJB, mana bisa seperti itu? Meskipun mungkin rute, jalur dan daerah yang dilewatinya sama. Karena kalau perjalanannya terlalu cepat, apanya yang bisa dilihat? Yang ada malah kita merasa nggak puas, oleh sebab pemandangannya hanya sekilas saja..


Ituah setidaknya 5 alasan kenapa kang Gopar ini mesti tetap bertahan, di perkeretaapian Indonesia. Terutama sekali untuk jalur kereta Jakarta-Bandung atau sebaliknya, meski nanti ada Kereta Cepat Jakarta Bandung atau KCJB sekalipun..


Saya rasa, semua orang pun sepakat dengan kelima alasan di atas. Terkhusus bagi mereka para pelanggan KA ini atau umumnya para pecinta KA. Sebab kehadirannya di dunia persepuran Indonesia, sudah merupakan sejarah tersendiri. Dan pastinya kita semua tak mau sejarah itu kelak hanya tinggal kenangan saja buat anak cucu kita..


Oke demikian informasi yang bisa saya kasih pada hari ini. Semoga ini bisa bermanfaat, serta mohon dimaafkan apabila ada tutur kata atau kalimat yang salah dalam postingan ini..
Posting Komentar