[TR] Tiga Misi Bersama Si KutSel
[TR] Tiga Misi Bersama Si KutSel
Prolog: Salah satu KA Ekonomi di Indonesia yang statusnya masih PSO adalah KA Kutojaya Selatan, yang rutenya dari stasiun Kiaracondong (Bandung) menuju Kutoarjo (Kab. Purworejo) atau sebaliknya. Dan kebetulan pada beberapa waktu yang lalu, saya mencoba naik KA ini dari Kiaracondong ke Kutoarjo, alias dengan full rute..
*PSO= KA yang tarifnya disubsidi oleh Pemerintah
Lalu ada cerita dan moment apa, saat saya naik KA yang oleh banyak orang sering disebut KutSel itu? Tapi sebelum saya menjawab dan sekaligus juga menceritakan kisah perjalanannya, terlebih dahulu saya mau menjelaskan kalau sesungguhnya saya mempunyai 3 misi di perjalanan ini..
Oh ya? Tentu dong! Karena setiap perjalanan yang saya lakukan itu, pasti mempunyai misi tertentu. Ya setidaknya ada tujuan yang ingin digapai oleh saya..
Memang apa tujuannya mas bro???
Yang pertama saya ingin mencoba kembali naik KA ke Bandung dari Jakarta, dengan cara yang murmer alias dengan cara kere. Untuk yang ini, saya pernah mencobanya dulu pas tahun 2019 lalu (lihat threadnya di sini)..
Terus misi yang kedua adalah mau ngetrip ke Jogja dari Jakarta, dengan cara yang hemat bin irit. Lho, memangnya naik KA ini bisa langsung ke Jogja? Bukannya KA ini terminusnya di daerah timur, di stasiun Kutoarjo ya?
Untuk penjelasannya, bisa disimak nanti di cerita perjalanannya..
FYI: untuk 2 misi yang pertama, ada kesinambungan ya
Dan untuk misi yang ketiga, tentu saja tiada lain dan tiada bukan hanya sekedar ingin mencoba naik KA ini. Kebetulan KA yang tarif tiketnya cuma 62k tersebut, memang belum pernah saya naiki sejauh ini..
Yuk ah tanpa panjang lebar lagi, mari kita simak saja cerita perjalanan saya dengan si KutSel ini..
Seharusnya hari minggu 25 Desember 2022 kemarin itu, menjadi hari yang menyenangkan buat saya. Karena pada hari itu saya mau ngetrip ke luar kota yang pastinya dengan sepur, yang merupakan transportasi umum favorit saya selama ini..
Saya tentu saja merasa senang, karena pada akhirnya saya bisa ngetrip liburan lagi di edisi akhir tahun. Sebelumnya saya terakhir melakukannya pada medio tahun 2017 lalu. Wow, sudah lama banget ya..
Akan tetapi perasaan senang itu sempat terganggu dengan adanya sebuah drama, yang terjadi saat saya naik KRL dari Bogor ke Manggarai pada hari itu. Ya jadi ceritanya pada saat itu, saya mengalami insiden ketinggalan tas di KRL tersebut..
Apesnya, saya baru sadar pada saat telah turun dari rangkaian KRL-nya. Bahkan sudah jauh berjalan menuju ke bagian yang lain..
Tentu saja ketika pas tersadar itu, saya langsung buru-buru naik KRL lagi yang barusan saya naiki. Namun sayang sepertinya KRL tersebut sudah meneruskan perjalanannya lagi ke stasiun berikutnya..
Tapi saya tak habis akal pada saat itu. Dengan naik KRL lagi ke arah yang sama, saya pun mencoba berusaha "mengejar" barang itu. Ya harapannya, semoga barang itu masih aman dan lalu saya pun masih bisa mengambilnya lagi..
Pada akhirnya barang itu pun memang bisa kembali ke tangan saya dengan utuh. Alhamdulillah, senang pastinya saya. Namun demikian gara-gara kejadian ini, waktu saya jadi tersita habis. Akibatnya space waktu yang saya punya pun jadi sedikit..
Tak hanya itu. Efek dari insiden ini, saya pun jadi tak punya waktu buat merekam dan mengabadikan perjalanan saya dengan KA Walahar, yang merupakan etape pertama dari keseluruhan rangkaian trip KA saya kali ini..
Hufft, benar-benar deh waktu itu panik dan H2C. Panik karena sempat ketinggalan tas di KRL, meski pada akhirnya bisa ditemukan lagi. Lega? Tentu saja belum. Karena pada saat itu, langsung H2C oleh sebab memikirkan jadwal KA Walahar di stasiun Cikarang..
Akan tetapi memang keberuntungan masih memihak saya. Karena ternyata saya masih bisa "mengejarnya" di sana, meski dengan space waktu yang sedikit..
Eh tapi bentar..!!! Memangnya agan mau naik KA apa sih? Di judul ceritanya mau naik KutSel. Lha, koq dalam kejadian di atas, malah ceritanya mau naik Walahar???
Jadi begini mas bro..!!! Saya kan naik KA Kutojaya Selatannya itu di stasiun Kiaracondong (Bandung). Dan buat menuju ke sananya, saya estafet naik KA Lokal dari stasiun Cikarang dan lalu lanjut di stasiun Purwakarta. Atau singkatnya saya naik 2 jenis KA Lokal buat menuju ke stasiun pemberangkatan KA ini..
Sebenarnya cara estafet ke Bandung dengan 2 KA Lokal ini, sama persis dengan yang saya lakukan dulu di tahun 2019. Hanya bedanya dulu startnya di stasiun Tanjung Priok, sedangkan pas kemarin itu startnya dari stasiun Cikarang..
Terus perbedaannya lagi, jika di edisi pertama saya turunnya di stasiun Bandung. Sementara kali ini saya turun di stasiun Kiaracondong. Karena kan memang niatnya mau naik si KutSel di stasiun yang berkode KAC tersebut..
Oh ya sebenarnya saya ada niat buat menceritakan trip report KA Lokalnya. Akan tetapi karena adanya insiden ketinggalan itu, membuat rencananya jadi berantakan. Kenapa? Sebab pas on boardnya, saya keburu kehilangan mood. Ditambah lagi pada saat itu, space waktunya yang mepet-mepet, membuat saya jadi tak punya banyak waktu buat sekedar foto-foto di dalam perjalanannya..
Oke, sampai sini faham ya. So untuk selanjutnya, saya mau menceritakan tentang trip si KutSel saja ya. Soalnya kalau dingat-ingat, jadi kesal sendiri..
========== ========== ========== ========== ==========
Malam itu, setelah menempuh perjalanan selama 2.5 jam, saya pun tiba di stasiun Kiaracondong. Ketika itu KA Cibatuan yang saya naiki dari stasiun Purwakarta, tiba di KAC pada sekitar jam setengah 8-an lewat. Hitungannya hampir tepat waktu kala itu..
Alhamdulillah, senang pastinya saya dengan tibanya di stasiun ini. Tentu senangnya bukan karena sebentar lagi saya mau naik si KutSel. Namun lebih dari itu; karena pada akhirnya trip ini terlaksana juga, meski sempat ada drama dulu pas di Jakartanya..
Apalagi kebetulan KA Cibatuan yang saya naiki itu, nggak telat pas tiba di KAC-nya. Ya setidaknya saya jadi punya space waktu yang cukup buat mempersiapkan trip dengan si KutSel ini. Sebab jarak waktu antara kedatangan saya di KAC dengan jadwal KA tersebut, masih 2 jam lebih..
Meski demikian gegara ada drama itu (yang mana ini menguras emosi hati dan fikiran saya), sempat membuat mood saya dalam trip ini jadi berkurang. Bahkan nyaris saja saya sempat kelupaan buat mengcapture beberapa moment bersama si KutSel ini, terutama pas di awal-awal..
Asli deh ini trip ter-apes yang pernah saya lakukan selama dalam kurun 4 tahun terakhir ini. Walau begitu, memang ini bukan yang paling apes sih. Dan bukan juga yang paling ngenes.. Haha
Mana kejadian serupa kembali terjadi lagi, pas nanti di stasiun tujuannya. Apesnya, kasusnya kurang lebih sama; ketinggalan barang, meski kali ini bukan tas, melainkan barang yang lain..
Nah lho, ada kejadian apa lagi? Duh si agan, ada saja kesialan yang menimpa dalam perjalanan KA yang agan lakukan kali ini..
Ya begitulah mas bro..! Eh tapi jika penasaran, bisa disimak ceritanya nanti ya. Yang jelas, sebagaimana di kejadian pertama, ujung-ujungnya tetap happy ending lho.. Hehe
Oke, kita back topic ya
Dan akhirnya setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam, saya pun kemudian check in dan masuk ke dalam area peron stasiun Kiaracondong. Ketika itu sitkonnya ramai di sana. Menariknya, orang-orang yang memenuhi area KAC bukan hanya calon penumpang KutSel saja. Tapi juga para calon penumpang KA Kahuripan, yang berangkat selang 1 jam dari KutSel..
Selanjutnya setelah masuk ke area peron, saya pun masuk ke dalam rangkaian KA, yang tentunya bersama para calon penumpang lainnya. Kebetulan memang pada saat itu KA-nya sudah stand bye di jalur 4 (kalau nggak salah)..
suasana keramaian yang terjadi di area KAC, terutama di bagian luarnya (halaman stasiun)
sedangkan ini suasana boarding pass untuk calon penumpang KutSel
lalu ini suasana di area peron dalam KAC pada saat itu
nah kalau yang ini rangkaian KutSelku, yang akan membawa saya ke Kutoarjo pada malam itu
sementara itu di suasana di bagian dalam keretanya, terutama di bagian kereta saya
Oh ya sekedar informasi, kalau ini adalah pengalaman ketiga saya naik KA jarak jauh di stasiun Kiaracondong. Terkhusus yang ke arah timur. Karena sebelumnya saya pernah naik KA Kahuripan di stasiun ini, pada tahun 2015 dan tahun 2019..
*meski naik KA yang sama, tapi jadwal jam keberangkatannya berbeda lho di dua edisi tersebut..pun begitu juga tujuannya
Dan akhirnya, pada saat jarum jam menunjukkan waktu pukul 22:05, KA Kutojaya Selatan yang sedang saya naiki ini pun diberangkatkan dari KAC, sesuai dengan jadwalnya. Pada hari itu, okupansi KA ini cukup full. Maklum, namanya juga sepur ekonomi yang tarifnya murmer..
Hanya memang khusus di gerbong saya, ada beberapa yang kosong. Asyiknya diantaranya itu ada di sekitar tempat duduk saya. So dalam perjalanan ini, saya pun jadi bisa duduk dengan selonjoran..
Ini beneran lho! Dari yang harusnya berkapasitas maksimal 4 orang, hanya diisi oleh dua penumpang saja. Dan tentu saja hal ini membuat saya makin nyaman bersama si KutSel pada malam itu..
FYI: tempat duduk saya itu ada di baris 3E..sedangkan yang kososngnya itu ada di depan saya (4DE)
Selanjutnya laju KA ini pun terus bergerak menuju ke arah timur. Dalam pada itu, suasana di luar makin sunyi nan gelap, yang menandakan kalau waktu malam telah menunjukkan identitasnya. Pun begitu juga sitkon di KA yang naiki yang sepi dari keramaian dan keriuhan..
*ya iyalah! kalau perjalanan malam mah, orang-orangnya lebih memilih istirahat ketimbang beraktivitas
Pada perjalanan malam itu, KA bernomor perka 312 ini, hanya berhenti di stasiun-stasiun seperti Cipendeuy, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Gombong serta beberapa stasiun kecil (lupa persisnya apa), buat bersilang dengan KA yang dari arah awan kami..
Pada perjalanan malam itu juga laju kami cukup lancar. Bahkan nyaris tepat waktu, kala singgah di stasiun-stasiun pemberhentiannya..
stasiun Cipendeuy, salah satu tempat pemberhentian KA ini pada perjalanan hari itu
sedangkan ini penampakkan rangkaian KA-nya
plang nama KA Kutojaya Selatan, yang saya potret saat berhenti di CPD
*si KutSel berhenti di sini buat bersilang dengan KA Turangga yang dari arah Suarabaya
Oh ya pada prolog di atas, saya menyebutkan kalau salah satu misi saya di perjalanan ini adalah mau ke Jogja dari Jakarta dengan cara hemat bin irit. Lalu apa maksud dari misi tersebut?
Jadi begini ya gaess penjelasannya..!
KA dari Jakarta yang arah Jogja, sejauh ini yang tarifnya sangat murah meriah cuma KA Bengawan (harga tiketnya 74k). Sayangnya untuk bisa mendapatkan tiket KA ini cukup sulit. Bahkan terkadang sudah habis dari jauh-jauh hari..
Nah trip yang saya lakukan pada hari itu, adalah solusi dari pilihan alternatifnya jika seumpama kita susah mendapatkan tiket KA Bengawan. Sebab jika dihitung-hitung, biayanya hanya habis sekitar 82k saja. Atau hanya selisih 8k saja dengan harga tiket KA Bengawan..
Lho, itu bagaimana koq selisihnya bisa beda sedikit? Terus stepnya bagaimana jika kita mau mencobanya?
Untuk step-stepnya kurang lebih begini:
1. Pertama naik KA Walahar dari Cikarang ke Purwakarta (harga tiket 4k)
2. Terus lanjut naik KA Cibatuan daro Purwakarta ke Kiaracondong (harga tiket 8k)
3. Setelah itu lalu naik si KutSel ini dari Kiaracondong menuju Kutoarjo (harga tiket 62k)
4. Dan terkahir, dari Kutoarjonya naik KA Prameks buat menuju stasiun Yogyakarta (harga tiket 8k)
Jadi kesimpulannya, buat bisa ke Jogja dengan cara di atas kita harus naik 4 KA yang berbeda. Dan itu rinciannya adalah 3 KA Lokal dan 1 KA jarak jauh, dengan estimasi waktunya sekitar 19-20 jam perjalanan (dihitung mulai dari Cikarang ya)..
Memang sih cara ini banyak memakan waktu. Tapi kalau sudah dijalani mah, tetap happy and enjoy koq. Apalagi kalau sudah terbiasa naik KA yang sistemnya sambung menyambung gitu.. Hehe
Saya juga baru pertama kali lho, mencoba naik KA dengan cara seperti ini. Terkhusus yang tujuan utamanya ke Jogja, dengan pemberangkatan awal dari kota Jakarta. Dan Alhamdulillahnya, eksperimen saya ini cukup berhasil, meski sempat ada kejadian yang tak diharapkan pada saat naik KRL, atau pada saat dari Bogor ke Manggarainya..
Eh tapi sebenarnya ada yang lebih praktis lagi dari cara di atas. Bahkan yang ini tidak banyak makan waktu, meski tetap nantinya lewat Bandung juga cara naik KA-nya..
Lalu bagaimana dengan cara naik KA yang terakhir itu stepnya?
1. Yang pertama naik KA Cikuray dari Pasar Senen ke Kiaracondong (harga tiket 45k)
2. Terus nanti lanjut naik KA Kahuripan dengan tujuan Lempuyangan (harga tiket 80k)
Jadi kalau dengan cara yang ini, hanya dengan naik 2x KA saja. Sedangkan estimasi waktunya sekitar 13-14 jam perjalanan..
FYI: terkait bahasan ini, mungkin nanti saya akan membahasnya di thread khusus..soalnya kalau dilanjutkan lagi, jadi kepanjangan dong thread ini..hehe
Oke sekarang kita back to topik ya
Dan perlahan laju kami pun mulai semakin menjauh. Sementara itu, penghuni di KA ini pun semakin menyusut. Hal itu dikarenakan beberapa diantaranya sudah mulai pada turun di stasiun-stasiun sebelum stasiun akhir KA ini..
dan ini beberapa penumpangnya yang turun ketika itu
Selanjutnya waktu pun terus bergerak, hingga tak terasa ufuk dari timur sudah mulai menampakkan diri. Kalau sudah begini, maka tanda-tanda waktu pagi sebentar lagi akan mulai datang buat menyambut hari yang baru..
Dan benar saja, tak lama waktu pagi datang menyapa kami dengan ditandai terangnya langit di luar sana. Sementara itu laju kami juga sudah mulai menapaki stasiun Kutoarjo. Yang mana itu berarti, perjalanan KA ini sudah menemui titik akhir..
Ya si KutSel ini memang dijadwalkan tiba pagi hari di KTA. Kebetulan pada perjalanan hari itu tibanya sekitar jam 5 pagi lewat 16 menit atau hanya telat sekitar 2 menit menurut jadwalnya. Cukup bagus untuk ukuran KA kelas ekonomi..
Alhamdulillah! Etape ketiga perjalanan saya pada hari itu telah usai. Dan pastinya dilalui dengan tanpa adanya kendala atau halangan. Selain itu tentu saja saya pun merasa nyaman dengan perjalanan si KutSel ini, oleh sebab leganya tempat duduk saya di KA ini.. Hehe
Oh ya sekedar informasi kalau ini adalah kali ketiga saya naik KA jarak jauh yang mengakhiri perjalanannya di stasiun Kutoarjo. Sebelumnya saya pernah naik Sawunggalih Malam pada medio tahun 2015 lalu yang juga turun di sini, serta pada saat ngetrip libur lebaran tahun ini dengan KA Gajayana..
lalu setelah itu para penumpangnya pun mulai berbondong-bondong keluar dari KTA buat menuju ke tempat masing-masing
Karena ceritanya sudah sampai di stasiun tujuan akhir, maka itu berarti trip report saya bersama si KutSel sudah selesai pada hari itu. Tentu saja ini bukan akhir dari perjalanan saya sesungguhnya. Sebab setelah ini, masih ada satu etape lagi perjalanan yang harus saya tuntaskan..
Maksudnya setelah ini mau naik KA yang ke arah Jogjanya kah?
Yess..! Dan saya harus menunggu sekitar 3 jam lagi buat naik KA berikutnya itu. Sedangkan untuk nama KA-nya sendiri, sudah tahu ya. Soalnya di atas sudah disinggung.. Hehe
Bentar, koq harus nunggu selama itu? Memang nggak ada jadwal KA yang lebih dekat waktunya dengan kedatangan si KutSel?
Sebenarnya ada. Hanya memang jadwalnya terlalu mepet. Jadi untuk lebih amannya, ya saya ambil yang jadwal berikutnya, yang masa jedanya sekitar 3 jam..
Sebenarnya nggak terlalu lama itu. Asal kita bisa "memanfaatkannya" dengan cerdik, Insya Allah nggak bethe nunggunya..
Akan tetapi khusus kali ini, gegara kelamaan menunggu, maka saya pun dapat insiden lagi sebagaimana pas waktu naik KRL di Jakarta. Dan kasusnya sama; ada barang saya yang ketinggalan. Tapi kali ini bukan tas dan TKP-nya juga bukan di rangkaian kereta..
Memang barang apa sekarang yang ketinggalan? Oh ya Lapka untuk si KutSel ini mana ya? Biasanya agan kan, kalau bikin trip report KA, pasti ada catatan Lapkanya..
Untuk pertanyaaan pertama, bisa anda cari tahu jawabannya di artikel trip report berikutnya. Sedangkan untuk catatan Lapkanya, mohon maaf memang dari awal nggak niat buat bikin. Dan memang sekarang-sekarang ini, saya kalau buat trip report jarang banget mencantumkan Lapkanya. Ntah malas saja bawaannya..
Tapi di luar itu, drama yang sempat saya alami pas sebelum naik KA ini, memang ada pengaruhnya. Soalnya ini sempat mengurangi mood saya. Baik sebelum naik KA-nya, maupun pas on boardnya..
Oke segitu dulu ya cerita trip report saya kali ini. Untuk selanjutnya nantikan sambungannya yang pastinya tak kalah serunya dengan cerita trip report yang ini..
Oh ya sebelum saya benar-benar pamit, saya mau kasih pict dulu buat sebagai oleh-oleh.. Hehe
seperti inilah detail 4 perjalanan KA yang saya lalui pada hari itu..lelah pastinya, namun tetap seru saat dijalaninya
FYI: pada saat itu, trip KA Prameksnya belum saya lakukan (baru mau OTW)
*maaf ya jika cerita untuk trip KA Prameks juga nggak ada, sebagaimana dua KA Lokal yang saya naiki sebelum naik si KutSel..alasannya kalau untuk yang ini, karena sayanya keburu capek..hehe #ngeles


















