Cara Mengukur Keberhasilan Kinerja Sebuah Loyalty Program
Cara Mengukur Keberhasilan Kinerja Sebuah Loyalty Program
Mengukur keberhasilan sebuah kebijakan dan strategi dalam suatu usaha, memang membutuhkan waktu dan analisa yang mendalam. Hal ini juga berlaku saat kita akan mengukur kinerja dari sebuah loyalty program..
Lalu apa yang menjadi barometer berhasil atau tidaknya, dari program ini? Yuk mari kita bahas bersama seputar hal ini pada artikel di bawah ini..
Menggunakan Parameter Target
Sebelum melakukan program loyalitas, sebaiknya buat parameter dulu yang akan dicapai. Namun kalau bisa parameter ini dibuat realistis berdasarkan data-data yang sudah tersedia pada pelanggan. Contoh saja sebelum penerapan program, terlihat data pelanggan lama yang loyal hanya 10%..
Jika menggunakan target realistis, maka peningkatan ke 15% masih masuk akal. Dan jika asumsi logis ini nanti dipakai, maka gunakanlah hal itu sebagai target yang akan dicapai setelah program loyalitas diluncurkan..
Selanjutnya pada periode tertentu (misal 1 tahun), cek kembali data pelanggan yang tetap loyal. Jika target 15% terpenuhi, maka hal ini menjadi tanda keberhasilan program tersebut. Namun jika belum tercapai, maka itu artinya program loyalitas ini gagal dan perlu modifikasi lebih lanjut..
Meski demikian parameter di atas, bukanlah acuan buat menguji berhasil atau tidaknya sebuah loyalty program. Karena kita juga bisa memakai parameter lainnya. Contoh misalnya selain dengan cara mempertahankan pelanggan loyal 15%, kita juga bisa menggunakan pelanggan lama buat meningkatkan spending..
Lagipula dengan memakai lebih dari satu parameter, maka kelak evaluasinya bisa lebih kompleks dan mendalam. Dan tentu saja ini jadi lebih mudah dalam mengukurnya, bila dibandingkan dengan hanya berdasarkan satu parameter saja..
Baca juga: Loyalty Program Ottopoint Agar Pelanggan Semakin Loyal
Mengevaluasi Berdasarkan Banyak Aspek
Karena tujuan menggunakan loyalty program adalah menjaga kesetiaan pelanggan, maka parameter yang paling penting adalah seberapa banyak konsumen lama bertahan dalam menggunakan layanan usaha kita. Dan jika selama hal itu dipenuhi, maka biasanya program tersebut bisa dikatakan berhasil..
Meski demikian ukuran keberhasilan ini tidak akan cukup dalam hal bisnis. Karena jika program ini berhasil dengan maksud untuk menjaga kesetiaan pelanggan tapi pengeluaran untuk program tersebut besar, maka hal ini tetap menjadi hal negatif buat usaha anda..
Dan memang program loyalitas yang tidak sustainable, untuk jangka panjang tidak akan pernah memberi efek yang baik. Oleh karena itu, usahakan melakukan evaluasi keseimbangan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah keuntungan. Yaitu sukses programnya dan juga respon dari para pelanggan itu sendiri..
Kesimpulan
Dari penjabaran di atas, sudah jelas ya apa sesungguhnya yang dibutuhkan dan diperhatikan dalam mengukur keberhasilan kinerja sebuah loyalty program. Mudah-mudahan bahasan yang kami angkat kali ini, bisa bermanfaat bagi anda semuanya. Terutama sekali bagi anda yang hendak mengembangkan penerapan program loyalitas ini buat usaha anda..
Baca juga: Yuk Temukan Solusi Voucher Reward dan Loyalty Program Lainnya di Sini
