Lika-liku Perjalanan Saya Saat Menghadiri Acara Resepsi Satu Abad NU di Sidoarjo
Prolog: Pada hari Selasa 07 Februari 2023 lalu, organisasi NU punya hajat yaitu memperingati hari ulang tahun yang ke-100 dalam hitungan kalender Hijriyah. Kebetulan eventnya kali ini dihelat di Gelora Delta Sidoarjo (Jawa Timur) dengan tajuk; Resepsi Satu Abad NU..
Sebagai kader NU, tentu dong bisa datang ke event itu adalah sesuatu yang istimewa banget. Apalagi kebetulan acaranya dibuat semarak dan meriah, oleh karena rencananya akan banyak atraksi dan pertunjukkan yang mau digelar di sana..
Ya istilahnya saya nggak boleh melewatkan begitu saja event tersebut. Sebab bisa jadi ini moment yang bersejarah buat bangsa ini dan juga buat organisasi NU itu sendiri. Dan pastinya saya bangga, kalau bisa ikut berpartisipasi di dalamnya..
Lho, koq bisa gitu? Kan eman-eman. Sudah berjuang nyari tiket promoan (pastinya dong), eh malah pas hari H-nya nggak jadi berangkat..
Iya sih. Tapi saya punya pertimbangan lain, kenapa lebih memilih ikut naik bus bersama rombongan dari daerah saya..
Memang apa pertimbangannya? Atau minimal ada alasanlah, kenapa mesti mengorbankan tiket momoan yang sebelumnya sudah didapat itu..
Untuk lebih jelasnya, yuk disimak saja cerita lengkapnya di bawah ini..
Sebelum saya cerita lebih jauh, terlebih dahulu saya mau cerita kalau rencana perjalanan saya ke Sidoarjo dengan naik KA itu sebenarnya hanya opsi belaka, jika seumpama dari PCNU daerah saya nggak memberangkatkan kader-kadernya ke sana..
rencana dan jadwal keberangkatan tim PCNU dari daerah saya buat menuju ke Sidoarjo
seperti inilah penampakan bagian depan bus rombongan kami untuk perjalanan ke Sidoarjo
dengan jadwal KA inilah tadinya saya mau berangkat ke Sidoarjonya, sebelum kemudian saya cancel oleh karena saya lebih memilih ikut bareng tim PCNU kota saya
Sebagai kader NU, tentu dong bisa datang ke event itu adalah sesuatu yang istimewa banget. Apalagi kebetulan acaranya dibuat semarak dan meriah, oleh karena rencananya akan banyak atraksi dan pertunjukkan yang mau digelar di sana..
Ya istilahnya saya nggak boleh melewatkan begitu saja event tersebut. Sebab bisa jadi ini moment yang bersejarah buat bangsa ini dan juga buat organisasi NU itu sendiri. Dan pastinya saya bangga, kalau bisa ikut berpartisipasi di dalamnya..
logo acara Resepsi Satu Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo
Bak gayung bersambut, kebetulan pas punya niat itu, eh PT. KAI merilis tiket promo buat menyambut Hari Raya Imlek. Jadilah kesempatan itu saya manfaatkan buat merencanakan perjalanan saya hadir ke event tersebut. Dan Alhamdulillahnya waktu itu dapat 2 tiket promo untuk perjalanan PP..
Akan tetapi sayangnya pas waktunya, saya nggak jadi hadir dengan naik KA sebagai wasilah kendaraan buat menuju ke sananya. Namun saya malah naik Argo Karet aka bus bersama dengan teman-teman satu rombongan dari PCNU daerah saya (PCNU Kota Bogor)..
Bak gayung bersambut, kebetulan pas punya niat itu, eh PT. KAI merilis tiket promo buat menyambut Hari Raya Imlek. Jadilah kesempatan itu saya manfaatkan buat merencanakan perjalanan saya hadir ke event tersebut. Dan Alhamdulillahnya waktu itu dapat 2 tiket promo untuk perjalanan PP..
Akan tetapi sayangnya pas waktunya, saya nggak jadi hadir dengan naik KA sebagai wasilah kendaraan buat menuju ke sananya. Namun saya malah naik Argo Karet aka bus bersama dengan teman-teman satu rombongan dari PCNU daerah saya (PCNU Kota Bogor)..
Lho, koq bisa gitu? Kan eman-eman. Sudah berjuang nyari tiket promoan (pastinya dong), eh malah pas hari H-nya nggak jadi berangkat..
Iya sih. Tapi saya punya pertimbangan lain, kenapa lebih memilih ikut naik bus bersama rombongan dari daerah saya..
Memang apa pertimbangannya? Atau minimal ada alasanlah, kenapa mesti mengorbankan tiket momoan yang sebelumnya sudah didapat itu..
Untuk lebih jelasnya, yuk disimak saja cerita lengkapnya di bawah ini..
Sebelum saya cerita lebih jauh, terlebih dahulu saya mau cerita kalau rencana perjalanan saya ke Sidoarjo dengan naik KA itu sebenarnya hanya opsi belaka, jika seumpama dari PCNU daerah saya nggak memberangkatkan kader-kadernya ke sana..
Jadi istilahnya, saya mah mau berangkat secara mandiri saja ke event tersebut. Toh bisa ini. Secara saya tukang ngebolang gitu lho, terkhusus dengan kendaraan sepur.. Hehe
Kenapa saya bilangnya ini hanya sekedar opsi? Karena secara pribadi saya juga ingin hadir ke sana, tapi barengan dengan rekan-rekan dan kolega NU dari kota saya. Ya kaya hadir ke acara Muktamar NU di Lampung pada tahun 2021 lalu. Nggak apa-apa misalnya kalau harus urunan juga atau bayar per orang buat bisa ikut dan hadir ke event dimaksud..
*asal jangan mahal saja bayarnya..wkwk
Ini juga opsi jika seumpama PCNU kota saya memang berangkat. Tapi saya nggak diajak, karena mungkin bukan orang penting (memang siapa saya?). Kan setidaknya saya masih bisa tetap hadir, meski statusnya jadi RomLi alias rombongan liar.. Hehe
Pada akhirnya memang PCNU daerah saya mau berangkat ke sana dan kebetulan saya termasuk yang diajak. Tapi menurut saya konfirmasinya terbilang telat di mata saya. Soalnya pada saat itu, saya sudah kadung merencanakan perjalanan saya dengan KA buat menuju TKP acara. Dan tentu saja itu hasil dari hunting tiket promo yang sebelumnya sudah saya singgung di prolog atas..
Kenapa saya bilangnya ini hanya sekedar opsi? Karena secara pribadi saya juga ingin hadir ke sana, tapi barengan dengan rekan-rekan dan kolega NU dari kota saya. Ya kaya hadir ke acara Muktamar NU di Lampung pada tahun 2021 lalu. Nggak apa-apa misalnya kalau harus urunan juga atau bayar per orang buat bisa ikut dan hadir ke event dimaksud..
*asal jangan mahal saja bayarnya..wkwk
Ini juga opsi jika seumpama PCNU kota saya memang berangkat. Tapi saya nggak diajak, karena mungkin bukan orang penting (memang siapa saya?). Kan setidaknya saya masih bisa tetap hadir, meski statusnya jadi RomLi alias rombongan liar.. Hehe
Pada akhirnya memang PCNU daerah saya mau berangkat ke sana dan kebetulan saya termasuk yang diajak. Tapi menurut saya konfirmasinya terbilang telat di mata saya. Soalnya pada saat itu, saya sudah kadung merencanakan perjalanan saya dengan KA buat menuju TKP acara. Dan tentu saja itu hasil dari hunting tiket promo yang sebelumnya sudah saya singgung di prolog atas..
Lalu apakah ajakan dari PCNU ini kemudian saya tolak? Tentu saja tidak. Malah dengan senang hati saya menyambutnya. Tapi memang pada awalnya saya sempat bingung juga mau ikut atau nggak. Soalnya kan sudah punya planning sendiri buat event tersebut..
Lho, terus bagaimana dengan rencana trip dengan KA-nya? Apakah kemudian dibatalkan?
Memang dibatalkan sih pada akhirnya. Tapi nggak sesederhana itu. Karena saya konfirmasi ikut ke PCNU daerah saya juga niatnya buat opsi juga. Ya jaga-jaga kalau saya ternyata lebih sreg ikut yang ini, ketimbang berangat sendiri naik KA. Lagipula kan saya dari awal memang inginnya hadir ke sana barengan satu rombongan dengan rekan-rekan dan kolega saya..
Jadi walau sudah konfirmasi ikut, saya nggak langsung mengcancel rencana perjalanan KA saya itu. Soalnya siapa tahu saya batal ikut dengan tim PCNU kota saya oleh karena alasan tertentu..
Meski demikian dilema masih tetap menghantui saya ketika itu. Kenapa? Karena kebetulan di tanggal 4 Februarinya, saya ada rencana mau ikut ziarah ke wilayah Jawa Tengah bareng keluarga besar saya. Mana rencana perjalanannya 2 hari lagi..
Sudah tentu ini makin membuat saya tambah bingung. Karena saya harus berfikir; mana yang harus prioritaskan untuk saya ikuti. Soalnya jarak waktunya kan berdekatan. Jadi waktu itu saya harus berfikir logis, buat mengambil keputusan yang terbaik untuk saya..
Inginnya sih, waktu itu bisa ikut keduanya. Ziarah iya, ikut ke Sidoarjo iya. Terus ke Sidoarjo juga ada pilihan; mau ikut rombongan PCNU kota saya, atau berangkat sendiri dengan naik KA..
Tapi memang pilihan opsinya sebenarnya cuma 2 sih. Yang pertama jika jadwal kepulangan ziarah nanti bentrok dengan keberangkatan tim rombongan PCNU (atau minimal waktunya berdekatan), maka saya akan pilih opsi ke Sidoarjonya naik KA. Kebetulan rencana keberangkatan KA saya ke Sidoarjo jadwalnya sore hari..
Saya pilih opsi naik KA karena kan nggak mungkin baru saja datang dari perjalanan ziarah, saya sudah harus OTW lagi. Perjalanan ke TKP acara itu kan sangat jauh sekali. Ya setidaknya saya harus istirahat dulu dalam beberapa jam, sebelum kembali memulai perjalanan dengan tujuan yang lain..
Pada akhirnya saya pun lebih memilih ikut rombongan PCNU buat hadir ke event dimaksud dan lalu membatalkan keikut sertaan saya ziarah ke Jawa Tengah. Saya juga tentu saja membatalkan perjalanan KA, yang sudah saya rencanakan sebelumnya..
FYI: untuk titik kumpulnya ada perubahan ya..dari semula di Lapangan Sempur, jadi di Masjid Raya Bogor pada hari H-nya
*foto ini saya ambil pada pas hari H-nya kami memulai perjalanan (5 Februari 2023)
Lalu kenapa saya harus membatalkan keikut sertaan saya ziarah ke Jateng? Dan kenapa pula saya lebih memilih ikut rombongan PCNU, ketimbang berangkat sendiri naik KA?
Untuk yang pertama alasannya karena keberangkatan tim rombongan PCNU daerah saya ke Sidoarjo dijadwalkan tanggal 5 Februari 2023. Sementara di tanggal itu, saya belum kembali dari perjalanan ziarah ke Jawa Tengah, jika seumpama saya ikut..
Sedang untuk alasan yang kedua, setidaknya karena 3 hal berikut ini:
1. Ingin berangkat bareng dengan rekan-rekan dan kolega saya (kalau ini memang harapan dan keinginan saya sejak dari awal).
2. Ingin merasakan sensasinya naik kendaraan umum (selain KA tentunya), dengan melewati jalan Tol Trans Jawa.
3. Ingin berkunjung ke makam Syeikh Kholil di Bangkalan Madura dan sekaligus merasakan sensasinya melewati jembatan Suramadu. Kebetulan tim rombongan kami, ada rencana mau kesana dulu sebelum ke Sidoarjo.
Terdengar katro ya alasannya? Terutama untuk poin yang nomor dua dan tiga. Koq kaya sesuatu banget gitu, bisa merasakan atau menikmati kedua hal itu?
Tentu saja. Karena sesungguhnya dua hal itu, juga jadi cita-cita saya sejak lama. Mungkin bagi orang lain, ini biasa saja. Namun nggak bagi saya. Karena jalan tol Trans Jawa dan mungkin juga jembatan Suramadu adalah dua insfrastruktur jalan yang keren di mata saya. Dan pastinya itu membuat saya berharap ingin mencobanya pada suatu saat nanti..
Sementara itu untuk kunjungan ke makam Syeikh Kholil, memang ini juga keinginan saya sejak lama. Dan hingga saat ini, saya belum bisa mewujudkannya..
Jadi sesimpel itu sih alasannya, kenapa saya lebih memilih ikut rombongan PCNU. Kapan lagi coba, bisa merasakan perjalanan darat yang melewati Tol Trans Jawa? Dan kapan lagi, bisa berkunjung ke makam Syeikh Kholi dan sekaligus merasakan jembatan Suramadu?
Sebagai orang yang tukang ngebolang kesana kemari dengan sepur, tentu saja ini menjadi hal yang berbeda. Karena selama ini, saya hanya bisa naik kendaraan tersebut buat menuju destinasi yang dekat atau gampang dari tempat pemberhentiannya (baca: stasiun KA)..
Eh tapi sebenarnya untuk cita-cita ingin merasakan Tol Trans Jawa, sudah beberapa kali terlintas dalam benak saya ketika lagi ngebolang ke daerah Jawa (Tengah/Timur). Namun ntah kenapa saya seperti sulit merealisasikannya, oleh sebab saya kadung nyaman dengan naik KA..
Oh ya lupa, ada satu lagi alasan kenapa saya prefer lebih memilih ikut dengan tim PCNU; karena kalau ikut di sini nggak bayar alias gratis. Soalnya kebetulan semua ditanggung sama panitianya. Bahkan termasuk biaya makannya juga selama perjalanan PP..
Wah enak dong, dapat perjalanan gretongan...!
Emberr..?!! Jadi kita cuma sekedar bawa uang buat bekal jajan selama dalam perjalanan dan juga bawa tas, buat barang-barang bawaan yang kita perlukan selama di sana..
Meski demikian niat saya ikut bersama mereka nggak pure karena gratis semata. Namun lebih ke ingin bareng-bareng saja dengan teman-teman. Kan beda suasananya kalau barengan gitu. Ya jadi berasa lebih rame saja nanti di dalam perjalanannya.. Hehe
Di lain pihak, bisa dibatalkannya tiket KA yang sebelumnya sudah saya pesan itu juga mempengaruhi akan keputusan tersebut. Soalnya dengan begitu kan saya jadi nggak merasa rugi. Tahu sendiri kan, biasanya yang sudah-sudah tiket promo KA itu nggak bisa dibatalkan. Mau jadi berangkat atau nggak pas waktunya, ya tiketnya nggak bisa direfund..
Ya andai tiket KA yang promo itu nggak bisa dibatalkan misalnya, mungkin saya akan tetap berangkat sendiri dengan naik KA ke Sidoarjonya. Soalnya kalau nggak digunakan, ya tiketnya akan hangus. Dan saya akan rugi sebesar 100k atau seharga tiket tersebut (total jadi 200k dengan tiket pulangnya)..
*edisi nggak mau rugi bandar ceritanya..wkwk
Oke demikian cerita singkat tentang "behind the scene"nya perjalanan saya bersama rekan-rekan saya (PCNU Kota Bogor) ke Sidoarjo, yang dalam rangka menghadiri acara Resepsi Satu Abad NU. Memang ini belum lengkap, karena ceritanya belum tuntas..
Lha iya, cerita pas OTW-nya kan belum ada sama plus foto-fotonya juga. Piye toh?
Memang sengaja saya cut dulu. Soalnya kalau semuanya ditumpahin di sini, nanti takut kepanjangan threadnya. Ntar kan kalau gitu, loadingnya jadi lama. Benar nggak bro..??! Hehe
*edited: untuk cerita pas perjalanan ke Sidoarjonya, bisa anda simak di sini ya
Baca juga:



