Sejarah Sholawat Asygil dan Keutamaannya
ilustrasi gambar oleh iStockphoto (edited by zaeabjal17.com)
Sejarah Sholawat Asygil dan Keutamaannya
Di kalangan warga NU (Nahdliyin), Sholawat Asyghil merupakan salah satu sholawat yang sering dilantunkan sebagai puji-pujian di mushola, masjid maupun Majelis Ta'lim. Dan Sholawat ini kembali menjadi perhatian banyak orang saat dilantunkan oleh 4 vokalis cilik pada puncak Resepsi 1 abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, bulan Februari lalu.
Itu karena Sholawat yang diciptakan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq ini, berhasil menyihir jutaan pemirsa yang menyaksikan puncak resepsi 1 abad NU. Suara merdu dari 4 vokalis cilik beserta paduan suara dari UIN Sunan Ampel Surabaya, makin menciptakan harmoni saat diiringi orkestra yang dipimpin maestro legendaris Indonesia, Addie MS..
Lalu sebenarnya bagaimana sih sejarah terciptanya Sholawat ini? Berikut ini adalah ulasannya:
Menurut Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur, Prof Ahmad Zahro, Imam Ja’far ash-Shadiq secara Nasab merupakan cucu dari Rasulullah SAW. Jalur nasabnya yaitu Jafar bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali Al-Murtadlo..
“Shalawat Asyghil berasal dari Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H). Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umayyah dan awal era Abbasiyah yang penuh intrik dan konflik politik". Jelas Ahmad Zahro seperti dikutip NU Online dari Azahro Official, Ahad (12/2/2023)..
Sementara itu dalam Jurnal Studi Hadis Nusantara (2022) halaman 134-148, Nurjaman, Deden, Lukman Zain, dan Ahmad Faqih Hasyim menjelaskan bahwa Imam Ja’far ash-Shadiq rutin membaca Sholawat Asyghil dengan jamaahnya saat melakukan doa qunut subuh.
Sholawat itu muncul salah satunya ketika Ahlul Bayt atau Keturunan Nabi Muhammad SAW mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama di masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyyah. Lalu Ja’far Ash-Shadiq membuat sholawat Asyghil. Dia berdoa agar orang-orang yang dzalim itu ribut sesama mereka sendiri.
Pembacaan shalawat Asyghil juga tersambung kepada salah satu Wali besar al-Habib bin Umar al-Hinduan Ba’alawy. Karena Shalawat Asyghil sering dibacakan di Hadramaut Daurah Masyayikh Yaman hingga sekarang..
Oleh sebab demikian, Shalawat Asyghil juga dikenal dengan sebutan shalawat Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Ba’alawy (wafat 1122 H). Itu karena sholawat ini tercantum dalam kitab kumpulan shalawat Beliau, yakni: Al-Kawakib al-Mudhi’ah fii Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah..
Sementara itu di Indonesia, sebagaimana dikutip dari Tesis Sierly Ulya Maulida berjudul KH. Ali Manshur: Biografi dan Penggagas Sholawat Badar (UIN Sunan Ampel Surabaya, 2022), sholawat ini termasuk yang sering dibaca oleh para ulama. Bahkan dari sejak zaman penjajahan Belanda..
Tentu saja karena lafadz Sholawat Asyhgil ini sejatinya menunjukkan fungsinya untuk membentengi diri dari luar dan dalam. Sedangkan di kalangan Ulama' pesantren, tokoh yang dikenal memiliki sanad Sholawat Asyghil diantaranya adalah:
◼️Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. M. Anwar Mansur.
◼️KH. Anwar Manshur memperoleh ijazah Sholawat Asyghil dari KH Abdul Abbas Buntet Cirebon.
DALIL MEMBACA SHALAWAT ASYGHIL
Membaca shalawat merupakan pembuktian kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan mengenai perintah dan keutamaan bersholawat diantaranya tercantum dalam Al-Qur’an di Surat Al Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
REDAKSI SHOLAWAT ASYGHIL:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Allahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammad. Wa asyghilidh dhoolimiina bidh-dhoolimiin. Wa akhrijnaa min baynihim saalimiin. Wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan Para Shahabat Beliau."
FAEDAH / KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT ASYGHIL:
1. Dihapus dosa oleh Allah.
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ
“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan menghapus darinya sepuluh dosa.” (HR. Ahmad).
2. Diangkat derajatnya oleh Allah.
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i).
3. Dicintai Rasulullah SAW.
أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً
“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).
4. Bisa menghindari membicarakan kejelekan orang lain.
5. Mendapat pertolongan Allah SWT dalam banyak hal.
Oh ya ada perbedaan redaksi pada bagian paling akhir Sholawat Asyghil yang dinyanyikan saat puncak perayaan 1 Abad NU, yaitu berbunyi: "Wa sallim". Sedangkan yang selama ini populer di masyarakat adalah: "Ajma'iin"..
والله اعلم بالصواب
Demikian ilmu dan informasi yang bisa tim Zae AbJal berikan pada kesempatan kali ini. Semoga ini bisa bermanfaat serta mohon maaf jika seumpama ada kesalahan dan atau kekeliruan, pada tulisan yang kami buat di atas..
*Diolah dari berbagai sumber
