Awal Disyariatkannya Puasa Ramadhan, Zakat Maal dan Zakat Fithrah

Awal Disyariatkannya Puasa Ramadhan, Zakat Maal dan Zakat Fithrah

ilustrasi gambar oleh pixabay.com (edited by zaeabjal17.com)


Awal Disyariatkannya Puasa Ramadhan, Zakat Maal dan Zakat Fithrah


Saat ini umat muslim di seluruh dunia, sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tak terkecuali juga umat muslim yang ada di Indonesia. Dan pastinya kita semua menyambutnya dengan penuh suka cita. Sebab bulan Ramadhan itu dikenal sebagai bulan berkah, bulan maghfiroh dan juga bulan buat kita memperbanyak amal sholeh..


Terus bulan Ramadhan juga tak hanya identik dengan ibadah puasa saja. Namun juga ada kewajiban membayar zakat. Baik zakat maal (harta), maupun zakat fithrah. Jadi sejatinya di bulan Ramadhan itu, kita akan menunaikan 2 kewajiban ibadah pokok sebagai orang Islam..


Akan tetapi pernahkah anda berfikir; kapan sih sebenarnya di syariatkannya 2 kewajiban itu? Apakah bersamaan? Ataukah justru malah berbeda?


Untuk menjawab pertanyaan di atas, yuk simak penjelasannya di bawah ini:


1. Awal disyari'atkannya puasa wajib di bulan Ramadhan adalah pada bulan Sya'ban tahun ke-2 Hijriyyah.


Referensi:


فُرِضَ الصَّوْمُ فِي شَعْبَانَ فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ مِنْ الْهِجْرَةِ

[البجيرمي، حاشية البجيرمي على شرح المنهج = التجريد لنفع العبيد، ٦٣/٢]


2. Awal disyari'atkannya kewajiban zakat maal (harta) adalah pada bulan Sya'ban tahun ke-2 Hijriyyah. Dan itu bersamaan dengan kewajiban zakat fithrah juga (bulan Sya'ban ke-2 Hijriyyah)..


Meski demikian ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa kewajiban ibadah ini datangnya sebelum tahun Hijriyyah. Sementara itu menurut ahli Hadits, zakat maal mulai diwajibkan pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriyyah. Sedangkan zakat fitrah, pada dua hari menjelang Hari Raya setelah kewajiban puasa Ramadhan (tahun ke-2 Hijriyyah)..


Referensi:


وَفُرِضَتْ فِي شَعْبَانَ فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ مِنْ الْهِجْرَةِ مَعَ زَكَاةِ الْفِطْرِ وَقِيلَ: قَبْلَ الْهِجْرَةِ 

وَالْمَشْهُورُ عِنْدَ الْمُحَدِّثِينَ أَنَّ زَكَاةَ الْأَمْوَالِ فُرِضَتْ فِي شَوَّالٍ مِنْ السَّنَةِ الْمَذْكُورَةِ وَزَكَاةَ الْفِطْرِ قَبْلَ الْعِيدِ بِيَوْمَيْنِ بَعْدَ فَرْضِ رَمَضَانَ.

[البجيرمي ,حاشية البجيرمي على شرح المنهج = التجريد لنفع العبيد ,2/2]


Demikian ilmu dan informasi yang bisa kami berikan pada kesempatan hari ini. Semoga ini bisa bermanfaat serta mohon maaf apabila ada kesalahan dan atau kekeliruan di dalam thread ini..


Keterangan: Artikel asli ditulis oleh Ust. Zaidun, namun dengan beberapa sedikit perubahan.
Posting Komentar