[TR] Ngetrip Dengan Mas Ti-Je Untuk Kedua Kalinya

[TR] Ngetrip Dengan Mas Ti-Je Untuk Kedua Kalinya

[TR] Ngetrip Dengan Mas Ti-Je Untuk Kedua Kalinya


Prolog: Pada beberapa waktu yang lalu, TS kembali ngetrip dengan KA dengan tujuan ke daerah pantura Jateng. Untuk misinya sendiri adalah buat sebagai safar Ramadhan di bulan puasa tahun ini dan juga sekaligus untuk berwisata religi ke suatu tempat..


Sementara untuk KA yang dinaikinya, TS memilih sepur yang sudah 9 tahun nggak dinaiki. Ya tepatnya saya terakhir naik KA dimaksud pada tahun 2014 lalu. Dan itu jadi pengalaman pertama, tapi sekaligus jadi satu-satunya saya naik KA tersebut..


Berarti ini pengalaman kedua dong? Yoi bro..!!!


Duh jadi penasaran, naik KA apa sih sebenarnya kemarin itu? Terus kira-kira wisata religinya nanti ke daerah mana???


Sebenarnya di judul postingan sudah disebutkan yaitu Ti-Je. Hayoo, tahukan Ti-Je itu apa? Yang pasti ia bukan Trans Jakarta ya.. Hehe


Lalu apa dong kalau bukan Trans Jakarta? Duh jadi makin tambah penasaran saja euy..!!!


Makanya pantengin saja ya threadnya sampai selesai. Soalnya nanti akan dikupas habis. Oh ya jangan lupa juga, sedia kopi dan kacang garingnya. Ya barangkali saja, agan merasa bethe ketika sedang menyimak postingan ini.. Wkwk


Yuk ah tanpa perlu panjang lebar lagi, kita mulai saja cerita trip report kita kali ini. Soalnya takut kalian nanti makin jadi penasaran gaess.. Hehe


Malam itu Rabu 12 April 2023, saya sudah tiba di stasiun Pasar Senen pada sekitar pukul 8 malam (kurang lebih). Ketika itu karena jadwal pemberangkatannya masih lama, maka waktu yang ada saya habiskan buat ishoma dan melihat-lihat keadaan sekitar TKP..


Maklum! TS sudah lama nggak numpak sepur di stasiun ini (terakhir tahun 2019 kalau nggak salah). Jadi ya berasa kangen saja gitu dengan sauasananya. Selain itu, tentu saja kepo bin penasaran dengan sitkonnya seperti apa dan bagaimana pada saat sekarang ini..


Oh ya di prolog kan dispill, kalau KA yang akan saya naiki nanti adalah KA yang sudah pernah saya cicipi sebelumnya di tahun 2014 lalu. Dan di judul postingan juga sudah saya kasih cluenya. Walaupun begitu, ada perbedaan antara yang dulu dengan yang sekarang, meski status kelasnya masih sama..


*anda tahulah, kelas KA yang sering saya naiki selama ini apa..wkwk


Seperti contohnya jika pada 9 tahun lalu jadwal pemberangkatannya pagi, maka untuk sekarang jadwalnya malam. Tapi memang aslinya jadwal KA ini sejatinya malam. Dan ini sudah paten dari tahun sebelum-sebelumnya. Hanya memang pada tahun 2014 itu, jadwalnya sempat dipindah ke pagi hari. Tapi kemudian setelah itu jadwalnya balik lagi ke malam hari..


Terus dari harga tiketnya juga ada perbedaan yang mencolok. Jika pada tahun 2014 saya hanya membayar sebesar Rp. 45k, untuk naik KA ini. Maka untuk sekarang saya harus menebus tiketnya dengan harga empat kali lipatnya..


Wow! Jauh banget ya perbedaannya. Tentu saja, selain karena perbedaan nilai inflasi antara yang dulu dengan sekarang. Juga karena penyebabnya adalah status KA ini juga sudah beda dengan yang dulu..


Ya jika dulu KA ini harga tiketnya masih disubsidi atau dapat PSO dari Pemerintah. Maka untuk sekarang sudah tidak lagi, alias jadi KA yang harga tiketnya komersial..


*duh jadi tambah penasaran; naik KA apa sih sebenarnya agan ini? penasaran ya??? makanya simak terus thread ini ya..hehe


Oke kita kembali ke laptop ya gaess


Selanjutnya setelah menunggu selama kurang lebih 1,5 jam, saya pun kemudian check in a.k.a masuk peron stasiun guna persiapan on board KA yang mau saya naiki malam itu. Sebelumnya saya sempat ke mini market dulu, buat sekedar membeli perbekalan makanan dan minuman di perjalanan nanti..


Ketika itu saya masuk peronnya melalui pintu 2 atau pintu selatan. Hal itu memang dikarenakan KA-nya akan diberangkatkan di peron jalur 3 stasiun ini..


suasana di ruang tunggu stasiun Pasar Senen ketika itu

sedang ini suasana di pintu gate keberangkatan pintu 1 dan pintu 2

oops, baru tahu kalau di PSE sekarang ada hiburan live musicnya


Oh ya suasana di stasiun Pasar Senen pada saat itu, nggak terlalu ramai. Bahkan orang-orang yang seperjalanan dengan KA saya, juga nggak terlalu banyak. Maklum! Pada hari itu masih H-10 Lebaran. Jadi suasana arus mudik di stasiun ini, masih belum terasa..


Tapi ada untungnya juga sih, suasananya nggak ramai. Soalnya saya jadi leluasa di dalam KA-nya. Bahkan saya malah bisa tidur rebahan, dengan tanpa takut mengganggu orang lain.. Hehe


Dan akhirnya tepat di jam 21:40, KA yang akan saya naiki pada malam itu pun lepas landas di stasiun Pasar Senen. Itu berarti dimulailah petualangan saya dengan KA tersebut, yang sekaligus jadi petualangan kedua saya, setelah yang pertama di tahun 2014..


ini adalah suasana saat pintu pemeriksaan tiketnya atau boarding pass

sedang ini suasana di area peron 3 PSE, tempat dimana saya menunggu KA-nya

eng ing engg..! inilah penampakkan rangakaian KA yang akan saya naiki pada malam itu (jika dari luar)

sedangkan untuk nama KA-nya ya ini

*tahu kan, sekarang Ti-Je itu maksudnya apa..hehe

sementara itu ini adalah penampakkan di bagian dalamnya


Sekarang sudah tahu ya, kalau KA yang saya naiki pada malam itu KA apa. Yess! Ti-Je yang dimaksud adalah KA Tawang Jaya, KA Ekonomi yang melayani Semarang-Jakarta PP. Dan pada masanya KA ini sempat jadi KA andalan bagi para penglaju di rute ini..


Akan tetapi sayangnya semenjak KA ini statusnya menjadi KA komersial, perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh para pecintanya. Bahkan sempat ada masa, hilang dari peredaran. Atau dengan kata lain, ia tiba-tiba berhenti beroperasi..


Ini pun jalan karena lagi mau menjelang peak sesion saja. Sedangkan jika di hari-hari biasa, si mas Ti-Je ini biasanya tak ada alias PT. KAI tak mengoperasikannya..


Oke kita lanjut lagi ya cerita pas on boardnya


Dan perlahan namun pasti, si TJ yang sedang saya naiki malam itu mulai merangkak meninggalkan ibukota Jakarta buat menyusuri stasiun-stasiun yang disinggahinya. Dalam pada itu, suasana di rangkaian KA juga cenderung sepi. Tak terkecuali di kereta saya..


Maklumlah! Selain karena ini perjalanan malam, juga karena memang "para penghuninya" pada saat itu sangat sedikit sekali. Dan ini sudah saya singgung sebelumnya di paragraf atas..


Selanjutnya waktu pun terus berlalu, hingga tak terasa hari pun telah berganti. Meski demikian geliat para penumpang KA ini tak ikutan surut. Terlebih lagi pada saat menjelang waktu makan sahur tiba. Ditambah lagi ada prama dan prami KA yang juga ikutan sibuk mondar mandir, buat menjajakan barang dagangannya (makanan atau minuman)..


Tentu saja para prama dan prami itu menjajakan dagangannya karena mungkin saja ada penumpang yang butuh buat memenuhi kebutuhan makan sahur pada malam itu. Dan makan sahur itu adalah sebuah keniscayaan bagi mereka yang akan menjalankan puasa di esok hari..


Oh ya saya lupa bercerita, kalau ini adalah pengalaman keempat saya naik KA di bulan puasa. Sebelumnya saya pernah melakukannya di tahun 2018, 2019, dan tahun 2022 lalu..


Hanya memang pada 2 pengalaman terakhir naiknya yang perjalanan malam. Sedangkan di dua edisi sebelumnya, saya naik di perjalanan pagi dan dengan KA yang sama..


suasana di stasiun Cirebon Prujakan pada malam itu, saat kami berhenti di sana

sedangkan penampakkan rangkaian KA-nya

seperti biasa, perselfian tak pernah TS lewatkan jika sedang naik sepur..hehe

sementara itu ini adalah suasana pas kami berhenti di stasiun Tegal


dan ini adalah penampakkan rangkaian mas TiJe-nya


Dan langit gelap pun mulai menunjukkan eksistensinya di ufuk sana. Sementara itu di sini waktu perlahan-lahan mulai terus bergerak maju, hingga tak terasa ujung perjalanan kami mulai terlihat. Ya tepat pada waktu Subuh mulai berkumandang di kota Semarang dan sekitarnya, maka pada saat itu juga perjalanan KA Tawang Jaya akan resmi berakhir..


Lebih tepatnya lagi, petualangan saya dengan mas TiJe pada hari itu yang dimulai dari stasiun Pasar Senen, benar-benar harus terhenti manakala KA ini tiba di stasiun Semarang Poncol pada pukul setengah 5 pagi. Ya SMC memang stasiun terminusnya KA ini jika dari arah timur..


FYI: SMC adalah nama kode untuk stasiun Semarang Poncol


Setelah tiba di SMC, maka sejurus kemudian saya dan para penumpang lainnya turun dari rangkaian KA. Selanjutnya kami semua pun berduyun-duyun keluar dari area stasiun, untuk meneruskan lagi ke tempat tujuan masing-masing..


Saya sendiri waktu itu nggak langsung capcuss dari sana. Namun sempat ke masjid dulu buat menunaikan ibadah sholat subuh. Saya baru cabut dari SMC, pada saat matahari mulai muncul di langit pagi kota Semarang di hari itu..


penampakkan mas Ti-Jeku pada saat ia tiba di SMC

sedangkan ini suasana di dalam rangkaian KA-nya, pada saat kami menjelang tiba di sana

sementara itu ini adalah suasana di area peron SMC ketika itu

dan seperti inilah suasana di stasiun Semarang Poncol jika pas pagi hari datang menjelang


Oke dengan turunnya saya dari KA Tawang Jaya dan sekaligus juga tibanya saya di kota Semarang ini, maka dengan begitu berkahir pula petualangan saya dengan KA tersebut. Untuk selanjutnya saya pun harus segera bersiap buat melangkah ke destinasi berikutnya, yaitu berwisata religi ke kota Kudus..


Oh ceritanya mau ziarah ke makam salah satu walisongo ya gan?


Iya, tapi bukan yang seperti tahun kemarin ya. Karena kali ini tempatnya berbeda dan juga lebih jauh..


Oh gitu ya. Oke deh ditunggu nanti ya field reportnya ya mas bro..!!!


Siapp..??!!! Pokoknya pantengin saja blog ini. Karena pasti nanti ada postingannya tentang cerita kunjungan saya ke tempat dimaksud..


Oke segini dulu ya gaess trip reportnya. Karena ya kan memang ceritanya udahan naik sepurnya. Tapi tenang gaess. Karena cerita trip ini kan ada lanjutannya. Jadi ya thread ini bukanlah akhir dari segalanya.. Hehe


Yo wes saiki aku pamit and sampai jumpa lagi di thread berikutnya yang pasti ceritanya nggak bakal kalah seru dengan yang ini..
Posting Komentar