[FR] Pengalaman Pertama Saya Berziarah Ke Makam Sunan Muria
Prolog: Cerita ini merupakan acara kegiatan utama saya saat ngetrip dengan mas Ti-Je, pada beberapa waktu yang lalu. Jadi sekarang sudah tahu, kalau pada saat itu saya mau berwisata religi kemana. Ya sesuai judul threadnya, kalau pada hari itu saya berkunjung ke komplek makam Sunan Muria yang berada di daerah Kab. Kudus..
Sebenarnya cita-cita dan keinginan saya pergi ke tempat ini sudah lama. Bahkan mungkin barengan dengan niat saya ziarah ke makam Sunan Kudus. Kebetulan lokasinya berada di daerah yang sama, yakni di daerah tetangganya kota Demak tersebut..
Hanya sayangnya meski ada di kota yang sama, namun sejatinya kedua tempat ziarah ini lokasinya nggak saling berdekatan. So maka dari itu, maka saya putuskan buat mengunjungi satu persatu dulu. Ya setelah "berhasil" mengunjungi makam Sunan Kudus pada tahun lalu, maka untuk tahun ini saya berencana untuk berkunjung ke makam Sunan Muria. Dan Alhamdulillahnya kesampaian..
Akan tetapi meski pada akhirnya tercapai, namun saya merasa pada kunjungan pertama ini, saya merasa belum puas. Itu karena saya datang di waktu yang nggak tepat. Dan pada akhirnya saya pun jadi merasa ingin ke sana lagi, di lain waktu dan kesempatan..
Lalu, kenapa saya bisa datang di saat yang tak tepat? Apa mungkin suasana atau sitkonnya di sana kurang kondusif pada hari itu???
Penyebabnya bukan itu sih sebenarnya. Tapi ya pokoknya gitu deh. Untuk lebih jelasnya anda bisa simak cerita lengkapnya di bawah ini. Oke???
Pagi itu setelah turun dari mas Ti-Je, saya pun capcuss ke halte terdekat di stasiun Semarang Poncol. Saya ke halte tujuannya buat nyegat angkutan Bus Trans Semarang, yang arah Terminal Terboyo. Dan dari Terminal ini, nantinya saya akan naik bus buat menuju daerah yang dituju, yakni kota Kudus..
Selanjutnya nanti dari kota Kudus, buat bisa mencapai destinasi yang saya tuju kali ini adalah saya harus naik angkot tertentu. Setelah itu baru saya tiba di tempat tujuan, meski untuk mencapai lokasi makamnya (Sunan Muria), saya harus ngojek. Dan ini harus pulang pergi katanya..
Sekilas plan rute yang akan saya lewati buat menuju tempat wisata religi saya kali ini, sangatlah mudah untuk difahami. Pun juga saya membayangkan, kalau saya sepertinya nggak sulit untuk mencapai tempat dimaksud..
Akan tetapi sayangnya pada kenyataannya jauh panggang dari api. Bayangkan! Betapa saya harus menempuh waktu yang cukup lama, buat bisa sampai di sana. Itu pun saya harus memakai ojek pangkalan yang saya sewa dari tempat saya turun dari bus di kota Kudus (Terminal Jati). Mana mahal lagi ongkos ojeknya (60k)..
Bisa begitu, karena ternyata jarak dari tempat saya turun dari bus, cukup jauh. Ada mungkin sekitar 20 Km. Dan saya memutuskan buat memakai ojek, karena angkot yang menuju ke arah sana ternyata adanya jarang-jarang. Ini pun saya pilih sebagai opsi terbaik, karena memang nggak ada lagi alternatif pilihan transportasi umum buat menuju TKP..
*Tapi yo weslah! Sing penting aku tekan teng mriku, masio aku mesti bayar mahal ongkos ojeknya (eh tapi sebenarnya harga 60k itu harga nego lho! soalnya tadinya minta 70k..wkwk)
Pada akhirnya dengan cara ngojek itulah, saya bisa tiba di kompleks makam Sunan Muria. Alhamdulillah! Nggak apa-apa mesti keluar ongkos banyak buat bisa sampai di sini. Kan yang terpenting cita-cita atau keinginan saya terkabul.. Hehe
FYI: tempat ini juga jadi tempat titik saya turun dan naik bus dari Semarang ke Kudus (ataupun sebaliknya)
Oh ya di atas saya cerita, kalau saya sejatinya datang di saat yang tidak tepat. Dan itu membuat saya merasa belum puas, pada kunjungan saya yang pertama ke tempat ini..
Lalu kenapa saya bisa menyimpulkan demikian? Itu karena saya datang di saat sitkon atau suasananya sedang sepi banget. So makanya jadi berasa kurang seru..
Ntah saya merasa nggak ada feel dan soulnya pada saat itu. Karena kan biasanya sebuah tempat ziarah itu selalu ramai dengan orang-orang. Apalagi komplek makam Sunan Muria itu kan terkenal sebagai tempat wisata religi yang cukup populer di seantero nusantara ini..
Tapi memang belakangan saya juga baru tahu, kalau di setiap bulan Ramadhan memang di sini suka sepi pengunjung. Terlebih kalau di waktu pagi hari..
Konon faktor alasanrnya itu banyak. Salah satunya adalah karena komplek makam Sunan Muria ini lokasinya ada di tempat sepi penduduk. Wajar sih, secara letaknya itu ada di atas gunung lho! Dan akses menuju ke sananya terbilang sangat susah (secara transportasi)..
Ini berbeda sekali dengan lokasi makam Sunan Kudus yang berada di pusat kota Kudus, yang saya kunjungi pada bulan Ramadhan tahun lalu. Suasananya tetap ramai meski di pagi hari. Kebetulan pada saat itu saya juga berkunjung pas di pagi hari..
Terus selain cerita di atas, di tempat ini juga ada hal menarik yang saya nggak temui di tempat xiarah lain. Salah satunya adalah kalau komplek ini ternyata areanya nggak luas-luas amat..
Tapi jangan salah lho! Walau nggak luas tempatnya, namun akses jalannya putar puter. Terutama buat menuju ke area makamnya. Walau begitu, nggak terlalu capek sih. Dan masih mending jika dibandingkan dengan tempat-tempat ziarah lain. Karena ada yang harus jalan kaki dulu beberapa meter, buat menuju ke area makamnya..
Memang komplek makam Sunan Muria ini agak unik sih tempatnya. Karena letaknya berada di atas gunung, jadi ia posisinya kaya bertingkat gitu. Seperti misalnya lokasi masjidnya yang seperti berada di atas area makam utama..
*ini hanya pengamatan saya saja ya..ntah deh kalau aslinya seperti apa dan bagaimana..hehe
Oh ya pada saat saya ke sana, lokasi makamnya sedang mengalami renovasi. Dan juga lokasinya kebetulan persis berada di dekat gerbang pintu utama. Jadi sebenarnya kalau kita mau ke sana, bisa langsung ziarah ke area makamnya..
Meski demikian pada saat itu saya nggak langsung ke area makamnya. Namun saya malah berkunjung dulu ke masjidnya, melalui lorong jalan pas memasuki gerbang utama (lihat foto-foto di atas). Saya juga ke sana dulu sekalian dalam rangka ngaso dulu sebentar. Maklum ,selama dalam perjalanan KA dari Jakarta ke Semarang, saya kurang tidur..
*tapi ketika pas saya ke sana, tempatnya sedang tutup (ya iyalah! lha wong lagi waktunya berpuasa)
sementara itu ini adalah akses untuk pintu keluarnya
sementara itu ini adalah akses untuk pintu keluarnya
kalau ini? ya ini adalah tempat untuk naik dan turun ojek khusus buat menuju ke komplek makam Sunan Muria
FYI: naik ojek khusus ini sifatnya wajib ya..karena meski bawa kendaran pribadi, tetap harus memakai jasa angkutan itu dengan tarif 40k PP
Oke demikian cerita field report saya kali ini. Semoga ini bisa bermanfaat serta mohon maaf jika seumpama ada salah-salah kata atau kalimat yang saya buat dalam postingan ini..
Untuk selanjutnya nantikan cerita field report saya lainnya. Yang pasti kisahnya nggak akan kalah seru dengan yang ini. Dan yang pastinya juga, masih dalam rangka safar Ramadhan pada saat itu..
*cluenya adalah sebuah masjid tua di kota Semarang
Oh ya sebelum saya benar-benar mengakhiri thread ini, saya mau kasih tips dulu buat teman-teman yang mau berkunjung ke tempat ini atau komplek makam Sunan Muria:
- Usahakan bawa kendaraan sendiri/pribadi. Soalnya kalau ngeteng dengan naik angkutan umum (ojek/angkot), agak susah. Sudah gitu tarifnya mahal lagi, oleh sebab jaraknya yang cukup jauh.
- Usahakan berkunjung di waktu-waktu yang relatif ramai. Seperti misalnya pas libur Lebaran, libur anak sekolah atau pada hari libur tanggal merah. Soalnya kalau pas lagi sepi seperti pas saya kemarin, suasananya nggak seru. Salah satunya adalah banyak pedagang cindera mata atau oleh-oleh di tempat ziarah ini, yang pada tutup lapaknya.
- Di TKP sinyal handphone megap-megap. Bahkan cenderung hilang. Jadi jangan harap ketika berkunjung ke sini, anda masih bisa tetap bisa memainkan gadged anda.





















