[TR] Kesan Tak Biasa di Perjalanan GoPar Yang Ke-11 Kalinya

[TR] Kesan Tak Biasa di Perjalanan GoPar Yang Ke-11 Kalinya

Prolog: Argo Parahyangan atau GoPar adalah KA yang paling sering saya naiki sejauh ini. Bayangkan! Sampai dengan tahun 2019 saja, saya sudah naik KA ini sebanyak 10 kali. Wajar sih bisa sering, secara KA tersebut rutenya pendek; cuma Jakarta-Bandung PP..


Saking seringnya, saya bahkan pernah mengalami naik KA ini dengan berbagai macam kelas. Dari mulai kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi premium.


Bahkan lebih jauh ke belakang lagi, KA ini mempunyai nilai history tersendiri bagi saya pribadi. Ya kang GoPar ini adalah KA eksekutif pertama yang saya naiki dalam sejarah hidup saya. So bagi saya KA yang baru berusia 13 tahun tersebut, memiliki arti spesial..


Meski demikian tak setiap perjalanan saya dengan kang GoPar ini mempunyai kesan yang spesial. Karena ada kalanya saya anggap biasa saja. Tak terkecuali perjalanan saya dengan KA ini pada beberapa waktu yang lalu, atau untuk edisi yang ke-11 kalinya..


*mungkin karena sudah terlalu sering kali ya..hehe


Eh tapi jangan salah lho! Ada kesan tak biasa di perjalanan saya dengan kang GoPar kali ini. Dan pastinya itu nggak saya dapatkan, di waktu naik GoPar sebelumnya..


Nah lho, kesan apakah yang dimaksud? Apakah itu menyenangkan atau malah justru bikin sebal saya? Terus hal menarik apa sajakah yang saya dapat di perjalanan ini?


Biar dirimu nggak penasaran berkepanjangan, yuk simak cerita lengkapnya di bawah ini..


Pagi itu sekitar jam 9-an lewat, saya sudah tiba di stasiun Gambir. Kala itu suasana di GMR masih cukup ramai, walau musim arus mudik balik Lebaran sudah hampir usai. Tapi memang pada saat itu bertepatan dengan moment libur long weekend (libur 3 hari berturut-turut)..


Pada saat tiba di Gambir itu, saya langsung check in dan lalu boarding. Maklum, jadwal keberangkatan KA yang akan saya naiki hari itu yakni si kang GoPar tea, sudah dekat jamnya..


Selanjutnya setelah boarding, saya pun capcuss ke lantai atas buat menuju area peron stasiun ini. Dan benar saja, rangkaian GoPar yang akan saya naiki hari itu kebetulan sudah stanbye di sana. Atau tepatnya ia sudah stabling di jalur 1 GMR..


Oh ya di atas saya sempat bilang, kalau ada kesan tak biasa di perjalanan saya dengan kang GoPar kali ini. Lalu kira-kira apakah kesan tak biasanya itu?


Anda tahu kesannya apa itu? Yess. Ini adalah perjalanan GoPar saya dengan tiket termahal sejauh ini. Lho koq bisa begitu? Memang yang sebelum-sebelumnya tiketnya selalu murah ya?


Ya nggak gitu juga mas bro! Jadi ceritanya kan tiket kang GoPar yang saya naiki kali ini harganya 150k. Dan itu menjadi harga tiket paling murah untuk tarif KA ini secara keseluruhan. Itu pun dapatnya cuma kelas ekonomi premium..


Sementara itu harga tiket lainnya untuk KA ini ada yang 200k untuk kelas eksekutif dan atau 300-400k untuk kelas priority/luxury (KA kelas wisata). Dan harga tiketnya ini, sifatnya flat. Mau weekend, long weekend atau weekdays, sami mawon alias sama saja..


FYI: Aslinya KA ini hanya membawa 2 kelas (ekonomi premium dan eksekutif). Sedangkan untuk kelas lainnya itu hanya tambahan saja dan nggak setipa perjalanan tersedia


Sebelumnya tiket GoPar termahal yang pernah saya naiki sebesar 110k, di tahun 2019. Dan lagi-lagi itu pun dapatnya hanya kelas ekonomi premium thok. Sedangkan untuk kelas eksekutif, pada saat itu harganya masih 150k..


Meski demikian untuk KA Argo Parahyangan ini, saya pernah mendapatkan tiket dari harga yang paling murah sekali. Dari yang harganya yang cuma 1 rupiah, 7,5k, 15k hingga 45k pun pernah..


Lho, itu serius harganya cuma 1 perak doang? Iya benar serius. Suerr..!!! Nggak bohong deh gw.. Hehe


Percaya nggak percaya kan nte??? Ya harusnya percaya sih, secara saya sudah pernah buat trip reportnya di postingan ini..


Oke kita balik ke topik utama ya gaess..


suasana chechk ini di stasiun Gambir ketika itu

dan seperti inilah penampakkan rangkaian akang GoParku

sedangkan ini platname nya

terus ini suasana di dalam keretanya, terkhusus di kereta saya

sementara itu di saat yang bersamaan ada KA Argo Dwipangga Tambahan yang sedang persiapan dinas ke timur (rute Gambir-Solo Balapan PP)


Dan akhirnya tepat pukul 10:10, kang GoPar yang akan membawa saya ke Kota Bandung ini, berangkat sebagaimana jadwal resminya di stasiun Gambir. Kala itu suasana penumpangnya cukup ramai, meski ada beberapa yang kosong tempat duduknya..


Untungnya yang kosong itu ada di sekitar tempat duduk saya. Jadinya selama dalam perjalanan KA ini, saya bisa duduk lega tanpa harus terganggu dengan penumpang lain..


Selanjutnya waktu pun berlalu hingga mentari siang pun mulai menyapa dalam perjalanan kami di hari itu. Dalam pada itu, laju kami juga terbilang cukup lancar. Tapi ya namanya juga perjalanan dengan rute pendek, jadi ya kebangetan kalau harus banyak tersendat di sana sini..


Memang sih sempat berhenti lama di sebuah stasiun buat tunggu silang dari arah kami (lupa di stasiun mana). Namun itu pun sekali saja. Selebihnya kami cuma berhenti buat menaik turunkan penumpang saja di stasiun Bekasi dan stasiun Cimahi. Setelah itu ya bablas terus sampai Bandung, atau sampai stasiun terminusnya KA ini..


seperti inilah penampakkan akang GoParku, saat tunggu silang di sebuah stasiun yang sempat saya singgung di atas

sedangkan ini adalah view yang sempat saya tangkap di perjalanan ini


sementara itu suasana arus turun penumpang pada saat KA ini singgah di stasiun Cimahi


And finally pada sekitar jam setengah 2-an siang, kang GoPar yang membawa saya dari stasiun Gambir itu pun tiba jua di stasiun Bandung. Kala itu terhitung ontime kedatangannya, di stasiun yang jadi pusatnya Daops 2 tersebut..


Selanjutnya setelah tiba di BD, maka kami semua para penumpang turun satu persatu dari dalam rangkaian KA. Tak terkecuali saya sendiri. Setelah itu? Ya meneruskan ke destinasi masing-masing, yang tentunya setelah semuanya keluar dari area stasiun ini..


Meski demikian saya pribadi, pada saat itu masih stay di BD. Soalnya setelah ini saya mau melanjutkan perjalanan lagi dengan KA Lokal di stasiun ini. So waktu itu saya cuma keluar area peron stasiun saja, sebelum nanti masuk lagi buat prepare naik KA Lokal dimaksud..


suasana arus turun penumpang akang GoParku pada hari itu di stasiun Bandung

sedangkan ini suasana di bagian luar stasiun Bandung ketika yang ramai oleh calon penumpang KA Lokal

baru tahu, kalau di BD sekarang ada monumen lokomotif tua yang terparkir di area pintu masuk selatan (stasiun ini)


Memangnya saya mau lanjut kemana sih pada saat itu? Dan adakah tujuan yang saya inginkan?


Pokoknya ada deh. Dan tentu saja ada tujuan yang ingin saya gapai dalam perjalanan dengan KA Lokal tersebut..


Ya pokoknya disimak saja lanjutan dari cerita trip report ini. Soalnya ini masih berlanjut. Bahkan ini baru episode pertama lho (kaya sinetron saja ada episodenya..xixi)


Oke sekarang saya pamit undur diri ya, secara kan cerita perjalanannya sudah selesai. Ya kan kalau semuanya sudah beres, lalu apa lagi yang mau diceritakan??? Hehe


Terima kasih ya bagi yang sudah menyimak postingan in, serta mohon maaf jika ada kekurangan dan atau ketidak sempuranaan dalam thread ini. Oke gaess, sekali lagi saya pamit dan sampai jumpa lagi di jurnal trip berikutnya (clue: trip ke Daop 6)..
Posting Komentar