4 Cara Mengontrol Amarah Menurut Imam Ghozali

4 Cara Mengontrol Amarah Menurut Imam Ghozali

ilustrasi gambar oleh iStockphoto (edited by zaeabjal17.com)


4 Cara Mengontrol Amarah Menurut Imam Ghozali


Pastinya diantara kita pernah marah. Ntah marah kepada diri sendiri, ataupun marah kepada orang lain. Ntah marahnya dalam bentuk muka masam dan memerah, atau sambil meluapkan emosi yang meledak-ledak. Atau bahkan ada juga yang marahnya sambil diikuti dengan aksi kekerasan lewat tangan atau kaki orang tersebut..


Akan tetapi terlepas dengan apapun caranya, memang sikap marah ini sebaiknya kita hindari. Soalnya selain memang kita dianjurkan dalam agama, juga sikap marah itu mempunyai efek yang nggak baik dalam tubuh kita. Terutama sekali ke dampak psikisnya..


Terlebih lagi jika kemarahan itu kita luapkan ke orang lain. Tentu dampaknya juga bisa jadi bukan hanya buat diri kita saja, Namun orang yang jadi sasaran amarah kita pun, akan kena imbasnya juga..


Saya pribadi juga sering merasakan koq. Bahkan terkadang ada perasaan menyesal ketika kita telah meluapkan rasa amarah itu, meski dengan cara sederhana sekalipun. Apalagi kalau luapan amarah itu kita tunjukkan ke orang lain..


Nah terkait itu, lalu bagaimana caranya kah agar sikap marah ini bisa kendalikan? Tujuannya ya supaya agar nggak ada dampak buruk atau negatif setelahnya..


Tentu saja ada caranya. Salah satunya adalah dengan manut apa kata Imam Ghozali. Ya karena menurut beliau, ada 4 cara biar sikap marah ini surut. Terkhusus jika rasa amarah itu sedang memuncak di dalam jiwa dan benak kita..


Dan inilah 4 cara dalam mengontrol amarah menurut Imam Ghozali:



1. Memnaca ta'awudz


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم


Cara yang pertama adalah dengan membaca ta'awwudz berulang-ulang hingga perasaan marah itu reda dengan sendirinya. Imam Ghozali menyarankan ini, oleh karena marah itu adalah api yang berasal dari neraka. Dan neraka itu adalah rumahnya setan..


Jadi maka dari itu, kita dianjurkan membaca kalimat ini. Tujuaannya adalah agar kita minta perlindungan dari hawanya setan yang akan berkecamuk di dalam tubuh kita..



2. Jika belum reda, sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW; jika kita marah saat berdiri, maka segeralah duduk. Terus jika marahnya saat duduk, maka segeralah berbaring. Ini tujuannya adalah agar fisik kita relax dan lalu marah pun akan hilang seketika. Setelah itu, sudah pasti hati kita pun jadi tenang..


Cara seperti ini juga sering dipraktekkan oleh seorang dokter psikolog saat mewancarai pasien. Yang mana ia sering kali wawancara pasiennya dalam keadaan berbaring. Tujuannya adalah agar aliran darah mengalir rata ke seluruh tubuh, otot tidak tegang dan jiwa pun menjadi relax..



3. Jika belum reda, maka ambillah air wudhu. Ini sesuai dengan dawuhnya Nabi Muhammad SAW berikut ini:


إن الشيطان خلق من النار، وإنما تطفأ النار بالماء، فإذا غضب أحدكم فليتوضأ


Artinya: "Sejatinya setan itu tercipta dari api, dan yang bisa memadamkan api itu air. Maka saat dibakar amarah, segeralah berwudhu".


4. Ada kalanya kita marah karena kita merasa lebih tinggi derajatnya dari orang lain. Dan ini merupakan sifat sombong. Terus karena sifat sombong itu, maka keluarlah amarah tersebut. Tentu saja penyebabnya karena ada orang lain yang bikin kita jengkel..


Pastinya sifat sombong ini harus kita basmi. Caranya yaitu dengan menabur pipi kita dengan debu atau menempelkan pipi kita ke tanah. Tujuannya adalah agar kita sadar kalo kita hanyalah sekedar hambanya Gusti Allah yang rendahan, sehingga tak layak berperilaku sombong..


Terkait ini, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam sebuah haditsnya:


ألا إن الغضب جمرة في قلب ابن آدم، ألا ترون إلى حمرة عينيه وانتفاخ أوداجه، فمن وجد من ذلك شيئا فليضرب خده بالأرض


Artinya: "Ingatlah ! Sejatinya amarah itu jadi bagian dari kalbu tiap manusia. Ini karena saat amarah membekap manusia, maka matanya akan memerah dan urat lehernya akan membesar. Jadi siapa saja yang mendapati dirinya dalam keadaan demikian, maka tempelkan pipinya dengan tanah".


Itulah 4 cara mengontrol amarah menurut Imam Ghozali. Kira-kira diantara anda semua, adakah yang pernah mempraktekkan cara-cara di atas?


Kalau belum pernah, yuk usahakan mulai saat ini kita amalkan apa kata Imam Ghozali ini. Terutama kalau kita sedang dihinggapi perasaan marah. Tujuannya adalah agar amarah kita itu bisa terkontrol dan tidak merusak diri sendiri maupun orang lain..


Oke demikian ilmu dan informasi yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga ini bisa bermanfaat dan mohon maaf jika seumpama ada salah-salah kata atau kalimat di dalam postingan yang saya tulis ini..


*Diolah dari berbagai sumber
Posting Komentar