[TR] Sehari Bersama Kereta Laknat (Edisi Yang Kedua Kalinya)
Prolog: Pada medio tahun 2014 lalu, saya pernah naik KA Pasundan dari stasiun Jombang (Jawa Timur) menuju ke stasiun Kiaracondong Bandung. Kala itu KA ini statusnya masih PSO dengan tarif cuma 55k (sekarang statusnya non PSO dan harga tiketnya di atas 200k)..
Meski demikian untuk statusnya yang non PSO ini, hanya untuk yang regulernya saja ya. Sedangkan untuk KA yang tambahannya, masih tetap PSO alias harga tiketnya masih disubsidi oleh Pemerintah (walau besaran harganya sudah pasti berbeda dengan yang dulu)..
FYI: KA Pasundan Tambahan hanya beroperasi di musim-musim peak session saja..seperti misalnya pada saat arus mudik balik Lebaran atau libur Natal dan Tahun Baru
Pada masanya KA Pasundan ini sempat dijuluki kereta laknat oleh para pecinta KA. Itu karena si doi jalannya super lelet, oleh sebab di lintas dia sering disuruh ngalah sama KA lain. Belum lagi jarak tempuhnya yang terbilang cukup jauh (rutenya Surabaya-Bandung PP). So itu yang pada akhirnya membuat durasi perjalanan KA ini jadi lama banget..
Sudah tentu kalau naik KA ini, akan menjadi greget. Apalagi kalau yang naik yang versi tambahannya. Beuh, dijamin super kesel. Soalnya selain karena kelasnya ekonomi, juga statusnya KA Tambahan yang notabene sering disuruh minggir dulu sama KA-KA reguler (KA yang jalan setiap hari)..
Dan itu juga yang saya rasakan pada saat itu. Namun biarpun begitu, saya tetap happy menjalaninya. Soalnya saya memang sudah tahu "resikonya" seperti apa dan bagaimana kalau naik KA ini pada saat itu. Jadi ya waktu itu dinikmatin saja di perjalanannya..
Nah ceritanya pada sekitar 3 bulan yang lalu, saya kembali mencoba naik KA Pasundan Tambahan lagi, setelah yang pertama pada tahun 2014. Pertanyaannya; apakah jalannya masih lelet sebagaimana 9 tahun yang lalu?
Harusnya sih nggak ya. Secara grafik perjalanan KA antara tahun 2014 dengan era sekarang, sudah berbeda. Karena banyak sarana dan pra sarana perkereta apian di Indonesia yang berubah. Dan pastinya jauh lebih baik, ketimbang pada era tahun 2014..
Akan tetapi pada kenyataannya, kutukan kereta laknat itu masih tetap terjadi di perjalanan saya kali ini. Lho, koq bisa? Apakah KA Pasundan Tambahan ini masih sering ngalah di lintas dengan KA-KA lainnya? Terkhusus pada perjalanannya di era sekarang ini..
Pastinya bukan itu ya alasannya. Tapi kalau mau tahu jawabannya, yuk simak cerita kisah lengkapnya di bawah ini.. Hehe
Pagi itu sekitar jam setengah 10-an, saya langsung cabut dari tempat penginapan ke stasiun Purwosari buat persiapan on board naik KA Pasundan Tambahan. Sebelumnya saya sempat check out dulu di sana. Kebetulan saya memang nginapnya cuma satu hari satu malam saja..
Selanjutnya pas sudah sampai TKP, saya nggak langsung masuk stasiun. Tapi waktu itu sempat mencari makanan berat dulu, buat sebagai jatah makan siang saya di hari itu..
Sebenarnya pada saat itu belum waktunya jam makan siang sih. Namun karena jadwal keberangkatan KA saya nanti nanggung (sekitar jam setengah 12 siang), maka saya putuskan buat memajukannya. Soalnya kalau pas di perjalanan nanti takutnya ribet..
Oke dilanjut..
Setelah beres acara makan siangnya, barulah saya masuk stasiun alias chechk in. Ketika suasana stasiun Purwosari cukup ramai. Maklum pada hari itu masih suasana arus balik bagi para pemudik, khususnya yang dari arah timur menuju barat..
terus kalau ini suasana di area peronnya yang cukup sepi
*di stasiun ini, para penumpang baru boleh masuk ke area peron saat KA yang akan dinaiki benar-benar tiba..jika belum tiba, maka disarankan duduk di area ruang tunggu stasiun
Dan akhirnya KA yang saya tunggu-tunggu pun yakni KA Pasundan Tambahan, datang jua di stasiun Purwosari. Sejurus dengan itu, saya pun lalu naik ke dalam rangkaian KA. Kalau nggak salah, ketika itu KA ini tiba di PWS tepat waktu..
Sebuah pertanda baik pastinya ini. Secara kalau jadwal kedatangannya tepat waktu, tentu nanti jadwal persinggahannya (di stasiun-stasiun pemberhentiannya), pasti akan normal sesuai jadwalnya..
Memang sejatinya KA ini banyak perubahan antara yang dulu dengan yang sekarang. Selain jadwal ketepatan waktunya bisa diandalkan, juga durasi waktu perjalanannya nggak selama pas saya naik di edisi yang pertama. Tapi ini jika mengacu ke jadwal grafik perjalanannya yang sekarang ya..
penampakkan KA Pasundan Tambahan saat berhenti di stasiun Klaten..kala itu kami selain berhenti normal, juga buat sekalian tunggu disusul oleh KA lain
sementara itu ini adalah suasana di area peron stasiunnya ketika itu
Meski demikian pada kenyataannya, ia masih tetap dapat hambatan dan rintangan pas di lintas. Terutama pada perjalanannya di hari itu..
Lalu kira-kira apakah hambatan dan rintangannya itu? Untuk lebih jelasnya, yuk simak terus sampai akhir thread ini. Soalnya kalau diceritakan sekarang, jadi nggak surprise dong. Terus jadi nggak seru nanti anda menyimaknya.. Hehe
Oke, back to topik ya gaess..
Di perjalanan KA Pasundan Tambahan kali ini, saya duduk di kereta ekonomi 6 dengan nomor tempat duduk 23E. Sedang untuk okupansinya hampir full. Terutama sesaat setelah KA singgah dan berhenti di stasiun Lempuyangan Yogyakarta..
Karena ini trip siang dan kebetulan sitkon raga lagi fit (setidaknya nggak lagi dalam keadaan kurang tidur), maka waktu yang ada yang habiskan buat menikmati perjalanan KA ini. Salah satunya dengan mendengarkan musik via gadget yang saya bawa..
*kalau ini sih memang sudah kebiasaan saya kalau naik sepur..hehe
Selanjutnya waktu pun berlalu, mengikuti irama sang mentari yang terbit di hari itu. Kebetulan pada saat itu cuaca di luar cukup panas. Sebuah situasi yang bagus pastinya, mengingat kalau cuaca begini maka perjalanan pun akan semakin menyenangkan..
Kenapa demikian? Karena kalau cuaca bagus begini, maka kita pun jadi enak kalau seumpama mau melihat pemandangan di balik jendela kereta. Terus kalau mau foto-foto pun, nggak bakal ada kendala. Soalnya viewnya nggak terhalang oleh apapun. Ya setidaknya kalau cuaca sedang bagus, maka hasil foto-fotonya pun bisa bagus..
*hal yang sama berlaku juga ketika kita mau buat video
Akan tetapi sayangnya cuaca cerah pada hari itu, hanya bertahan hingga sampai sore saja. Sebab setelah itu hujan kecil hingga besar, mengiringi perjalanan kami selanjutnya. Bahkan ini bablas sampai Bandung lho, alias sampai kami semua tiba di tujuan akhir KA ini..
Tentu saja dengan keadaan cuaca yang seperti ini, membuat suasana di perjalanan kami menjadi terganggu. Soalnya kami jadi tak bisa ngapa-ngapain, terkecuali cuma duduk pewe saja di dalam rangkaian KA. Mau keluar pun saat KA berhenti misalnya, tetap nggak bisa karena takut kebasahan dan kehujanan..
Tak cuma itu. Bahkan kalau lagi dalam keadaan begini, perjalanan KA kadang suka terganggu. Seperti misalnya ada rinja atau gangguan alam yang memang tak bisa kita prediksi sebelumnya. Tapi amit-amit sih ya, kalau sampai kejadian. Terutama pada perjalanan kami hari itu..
*rinja = rintangan di jalan
Namun memang yang namanya musibah atau ujian datangnya suka dadakan. Dan kita tak bisa menolak ketika itu sudah menerpa kita..
Nah lho..?!! Memang kenapa dan ada apa dengan perjalanan KA Pasundan Tambahan hari itu? Mengalami musibahkan???
Lebih tepatnya kami kena musibah kecil pada perjalanan hari itu. Ya tanpa diduga, lokomotif yang menarik rangkaian KA ini, mogok di tengah jalan oleh karena rodanya slip. Dan salah satu penyebabnya adalah karena cuaca pada saat itu sedang hujan. Sedangkan untuk TKP-nya sendiri berada di daerah Tasikmalaya atau saat sudah berada di wilayah Daops 2 Bandung..
Tentu saja dengan adanya musibah kecil tersebut, membuat perjalanan kami terganggu. Diantaranya adalah kami harus menunggu selama kurang lebih 2 jam buat bisa kembali normal perjalanan kami. Apesnya lagi pas kami menunggu itu, kami cuma bisa duduk dan diam di dalam rangkaian KA. Itu karena kebetulan cuaca di luar sedang hujan..
Tapi memang kalupun mau keluar juga sitkonnya nggak nyaman. Soalnya kami berhentinya di sebuah area perbukitan yang penuh dengan rerimbunan pohon. Beuh, benar-benar suasananya serba nggak enak deh. Bahkan boleh dibilang "ngeri-ngeri sedap"..
Lha bagaimana nggak ngeri-ngeri sedap? Kalau seumpama KA ini mengalami musibah yang lebih besar dari itu (semisal anjlok contohnya), kan Naudzubillahi min Dzalik. Dan amit-amit ya kalau sampai benar-benar kejadian..
Atau setidaknya kami harus menunggu lebih lama dari itu (lebih dari 3 jam), buat bisa melanjutkan perjalanan lagi ke stasiun berikutnya. Kan pastinya kita semua pada nggak mau..
Akan tetapi untungnya kita cuma dapat "ujiannya" ya itu tadi; perjalanan kami tertahan selama kurang lebih 2 jam. Dan penyebabnya adalah karena roda lokomotifnya sempat slip..
Pastinya kami masih tetap bersyukur, oleh sebab rintangan atau halangan yang sempat kami lalui itu masih terbilang kecil. Walau begitu pada saat kejadian, sempat harap-harap cemas juga. Soalnya waktu itu sempat nggak ada penjelasan atau informasi, kalau perjalanan kami kena gangguan..
Di luar itu memang lintas di area ini (terkhusus di area TKP), memang rawan gangguan jika sedang musim hujan. Itu karena kontur jalannya yang banyak tanjakan dan turunan. Maklum di daerah ini, jalur relnya memang melintasi area pegunungan dan perbukitan..
Jadi ya kalau seumpama pada saat itu perjalanan kami kena rinja, ya sudah bukan hal yang aneh lagi sebenarnya. Soalnya memang sudah cukup sering perjalanan KA mengalami hal itu di petak ini dan umumnya sebagain besar wilayah Daops 2 Bandung. Terutama sekali jika seumpama cuaca sedang dalam kondisi tidak bersahabat..
Oke sekarang kita kembali cerita utamanya ya gaess..
Note: maaf ya untuk trip dengan KA Pasundan Tambahan ini, TS nggak banyak mengambil foto-foto..maklum saya kadung badmood pasca mengalami insiden mogok itu..dan foto-foto saat di BJR ini, adalah foto yang saya capture terakhir di perjalanan ini
Karena mengalami insiden mogok itu, maka perjalanan kami jadi nggak normal lagi secara jadwal. Lebih tepatnya lagi, kami jadi mengalami keterlambatan yang cukup lumayan. Ada mungkin sekitar 1-2 jam. Dan efeknya kami pun selalu telat tiba di setiap stasiun-stasiun pemberhentian kami (utamanya pasca kejadian tersebut)..
Sudah tentu, ini pun berimbas kepada para penumpangnya. Setidaknya mereka jadi harus lebih lama lagi di dalam perjalanan KA Pasundan Tambahan ini..
Akan tetapi untungnya PT. KAI selaku sang operator, seperti sigap dalam menghadapi sebab akibat dari peristiwa tersebut. Ya karena kita sudah dirugikan secara waktu, maka mereka pun kemudian membagikan air mineral yang isi satu botol kecil, buat sebagai kompensasi atas keterlambatan waktu yang dialami oleh KA ini..
Alhamdulillah pastinya PT. KAI masih memperhatikan hal ini. Setidaknya mereka sudah bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ya walaupun mereka dan juga kita-kita semua para penumpang, tak menginginkan hal itu terjadi pada saat itu..
Dan akhirnya KA Pasundan Tambahan yang sya naiki sejak dari stasiun Purwosari, tiba jua di stasiun terminusnya yakni Kiaracondong Bandung. Saya lupa waktu itu kami tiba pukul berapa. Tapi yang jelas, kami tiba di sana telat sekitar hampir satu jam lebih, dari yang semestinya..
Saya pribadi bersyukur kalau pada saat itu, kami telatnya cuma segitu. Soalnya kalau lebih dari itu, alamat saya bakal ketar ketir. Maklum, setelah ini saya mau nyambung naik KA lagi dengan jeda yang nggak lama (sekitar 2 jam)..
Oh ya pada saat tiba di KAC itu, suasana di luar sedanghujan deras. Jadi waktu itu para penumpang yang keluar dari rangkaian KA, harus rela hujan-hujanan bin basah-basahan..
Oke demikian cerita trip report saya kali ini. Semoga ceritanya menghibur ya. Atau malah bikin kesal, karena ikut gregetan KA-nya mengalami mogok di tengah perjalanan?
Semoga nggak ya. Lha saya saja yang mengalami di perjalanan itu, santai mawon gaess. Ya kalau sekedar bikin badmood sih, mungkin iya.. Hehe
Sekarang saya pamit ya. Dan sampai jumpa lagi di jurnal trip report berikutnya. Bye bye bye and salam sepur mania, soko nyepur dadi sedulur..


















