Inilah Macam-macam Lupa Yang Anti Main Stream
ilustrasi gambar oleh pixabay (edited by zaeabjal17.com)
ilustrasi gambar oleh iStockphoto (edited by zaeabjal17.com)
Inilah Macam-macam Lupa Yang Anti Main Stream
Kata orang, lupa itu adalah sifat manusiawi seseorang. Jadi kalau ada orang lupa dengan sesuatu, ya dianggap wajar. Apalagi sebagaimana kita tahu, kalau kita manusia itu tempatnya salah dan lupa..
Meski demikian ada juga beberapa macam lupa yang tak biasa. Ya tak biasa di sini, jarang orang melakukannya. Atau mungkin dengan kata lain, ini dianggap aneh alias anti main stream. Wajar saja, secara tak seharusnya dilakukan oleh orang-orang..
Tapi ya sekali lagi, yang namanya lupa itu kadang manusiawi. Dan ini bisa ke siapa saja. Pun juga nggak mengenal waktu, tempat dan keadaan..
Lalu apa sajakah kategori lupa yang dianggap anti main stream ini? Menurut pengalaman pribadi saya, setidaknya ada 10 macam. Dan inilah diantara ke sepuluh itu:
1. Lupa nama anak sendiri
Yang pertama adalah lupa dengan nama anak sendiri. Ini beneran lho pernah terjadi sama tetangga saya. Jadi ceritanya dia itu isterinya baru lahiran. Dan setelah itu anaknya dikasih nama olehnya, yang selaku bapak kandungnya sendiri..
Yang menarik, ketika suatu saat saya nanya kepadanya tentang nama anaknya, eh dianya malah lupa. Kala itu dia berkata: "Eh siapa ya namanya? Koq saya lupa? Padahal saya yang kasih namanya"..
Asli lho, ini menurut saya konyol. Masa iya nama anak sendiri sampai lupa? Padahal dianya sendiri yang kasih nama. Tapi mungkin fikir saya, dia belum benar-benar menghafalnya. Secara kan anaknya itu belum lama lahir ke dunia ini..
2. Lupa bawa anak ketika hendak pulang
Yang kedua adalah lupa bawa anak ketika hendak pulang dari suatu tempat. Ini pernah kejadian sama teman saya. Jadi ceritanya pada suatu hari, saya menghadiri acara tahlilan di rumah teman saya. Dan ketika itu, ada beberapa teman saya yang lain yang ikut hadir juga..
Nah kejadian lucu tercipta pada saat acara sudah selesai. Jadi ceritanya salah satu teman saya, ketika pas mau OTW pulang itu, diingatkan oleh sang tuan rumah: "Pak, itu anaknya yang kecil yang lagi tidur, nggak ikut dibawa pulang?"..
Mendengar teguran dari sang tuan rumah, sontak teman saya tersebut langsung kaget seketika: "Oh iya lupa. Hehe". Dan anda tahu nggak, reaksi teman-teman saya saat melihat kejadian tersebut langsung spontan tertawa. Bahkan ada yang sambil membully bin mengejek juga lho..
Ya iyalah. Bagaimana nggak dibully? Masa sama anak sendiri lupa? Mentang-mentang pada saat itu anaknya lagi tertidur pulas di TKP..
Tapi memang wajar sih dia bisa lupa. Secara ceritanya si anak tersebut ketiduran pas di tempat acara (jadi ceritanya dia diajak sama bapaknya). Dan setelah itu anaknya sempat dipindahkan ke tempat lain, ntah mungkin kamar tidur atau tempat yang layak buat istirahat..
Nah mungkin karena faktor itu, teman saya jadi lupa sama anaknya. Soalnya ketika dipindahkan itu, kan otomatis dia jadi seperti nggak berdekatan lagi sama anaknya. Dan ini berlanjut terus sampai dia pulang dari tempat acara..
3. Lupa parkir dimana
Kemudian yang ketiga lupa parkir dimana. Tapi kalau yang poin 3 tiga ini, banyak menimpa sama orang-orang yang sering pergi naik KRL yang di wilayah Jabodetabek..
Biasanya kronologisnya begini; misalnya ia bawa motor ke stasiun A buat naik KRL. Dan ia naik KRL, untuk menuju ke daerah tertentu. Lucunya ketika pulang dengan naik moda transportasi yang sama, ia malah turunnya di stasiun B. Dan bukan di stasiun A, sebagaimana pas berangkatnya. Kebetulan memang secara jarak, antara stasiun A dan B sangatlah berdekatan..
Tentu dong ketika turun di stasiun B tersebut, ia akan kelimpungan mencari motornya ada dimana. Soalnya ya pasti nggak bakal ketemu. Secara motornya kan tadinya ditaruh di stasiun A..
Kalau menurut saya, lupa seperti ini juga termasuk aneh sih. Bahkan mungkin konyol. Masa iya lupa motornya parkir dimana? Bukan cuma itu saja. Mungkin ia juga lupa, tadinya naik dari stasiun mana. Padahal mungkin saja ia termasuk sering naik KRL. Tapi mungkin ia sedang kehilangan fokus pada saat kejadian. Jadinya ya seperti blank seketika..
4. Lupa kalau berangkat bawa kendaraan sendiri
Terus termasuk lupa yang masuk kategori aneh juga adalah lupa kalau berangkat bawa kendaraan sendiri. Biasanya ceritanya begini; misalnya ia pergi ke suatu tempat dengan memakai kendaraan pribadi (bisa motor atau mobil). Lucunya ketika pas pulangnya, ia malah naik kendaraan umum..
Ini beneran lho pernah dialami oleh tetangganya kakak saya. Dan asli, ketika kakak saya menceritakannya ke saya, saya sontak langsung tertawa. Soalnya ya koq bisa kejadian kaya gitu. Dan mungkin juga saya merasa nggak habis fikir; itu orang koq bisa linglung gitu sama kendaraan yang dibawanya sendiri..
Tapi mungkin alasannya yang bersangkutan sedang kehilangan fokus pada saat itu. Jadinya ya fikirannya seperti langsung blank seketika..
5. Lupa arah pulang
Untuk yang kelima lupa arah pulang. Kalau ini pernah kejadian sama teman dekatnya kakak saya. Jadi ceritanya pada suatu hari, ia pergi ke sebuah pasar dengan naik angkot. Kebetulan jarak dari rumah ke pasar tersebut sangatlah dekat (mungkin sekitar 5 KM). Dan kebetulan juga lokasi yang didatangi, bukanlah tempat yang baru dikunjungi. Bahkan mungkin sering..
Nah yang lucu itu, ketika pas pulangnya. Karena ia ternyata salah naik angkot. Harusnya naik yang arah buat pulang. Atau logikanya, harusnya ia naik yang arah lawan arus tadi pas berangkatnya. Namun pada saat itu ia malah justru naik angkot yang searah dengan pas berangkatnya..
Otomatis dong kalau kaya gitu, bukannya ia bisa pulang. Tapi malah yang ada, ia makin menjauh jaraknya buat bisa tiba di rumahnya kembali..
Jujur, hampir semua anggota keluarga saya, nggak ada yang nggak heran dengan kejadian yang dialami oleh temannya kakak saya itu. Soalnya koq bisa ya kejadian kaya gitu? Soalnya secara logikanya harusnya ia hafal dengan arah pulangnya. Atau dengan kata lain, harusnya ia hafal naik angkotnya harus dari arah mana..
Akan tetapi pada kenyataannya ia justru seperti hilang ingatan pada saat itu. Dan akhirnya ia jadi salah angkot buat arah pulang menuju rumahnya..
6. Lupa menyalakan kompor
Selanjutnya untuk yang nomor 6, lupa menyalakan kompor ketika hendak memasak sesuatu. Kalau yang ini, biasanya terjadi di sekitar rumah kita. Dan saya pribadi juga pernah mengalaminya.. Haha
Biasanya kejadiannya kaya gini; ceritanya mau masak air matang dalam panci, ceret, bejana atau alat-alat sejenisnya. Dan karena kalau masak kaya gini tuh lama matangnya, makanya sering ditinggal lama. Karena ya memang kesal kalau ditunggu..
Nah kejadian lucu kalau seumpama sudah ditunggu lama, ternyata air yang dimasak belum matang juga. Ternyata usut punya usut, penyebabnya cuma sepele; karena ternyata memang kompornya belum dinyalakan. Tentu saja kalau kaya gini, sampai kiamat juga nggak bakalan matang itu air..
Asli kalau kaya gini tuh, antara kesal dan marah tapi ingin tertawa juga. Soalnya bisa begini karena akibat dari kekonyolan kita sendiri juga, yakni lupa menyalakan kompornya pas mau masak air itu..
7. Mau minum malah bawa piring
Pernahkah ceritanya suatu saat anda mau minum karena haus, tapi alat yang dibawa malah piring. Terdengar konyol bukan kalau kaya begitu? Iya, tapi adik saya yang bungsu pernah lho mengalaminya. Serius..! Ini pernah terjadi pada saudara termuda saya tersebut..
Jadi ceritanya dia baru pulang sekolah SMA. Dan kebetulan karena waktu itu cucaca lagi panas, jadinya dia haus yang teramat sangat. Oleh sebab itu, maka dia pun langsung bergegas ke dapur buat mengambil air minum. Sayangnya belum sempat dia mengambilnya, ternyata belakangan baru diketahui kalau stok air minum di dapur kami lagi habis..
Setelah itu, kecewakah adik saya? Oh tentu saja tidak. Karena ada opsi lain yakni minta ke tetangga sebelah, yang kebetulan masih satu keluarga dengan kami. Harapannya adalah semoga di sana masih ada air minum yang bisa diminta oleh adik saya tersebut..
Selanjutnya kekonyolan pun terjadi pada saat itu. Karena tanpa disadari ketika dia hendak bergegas pergi ke rumah tetangga kami itu, dia malah membawa piring. Bukannya gelas, sebagaimana kebiasaan kita selama ini kalau mau minum. Tapi untungnya dia keburu ngeh, dan lalu segera menggantinya dengan gelas..
Asli saya yang kebetulan melihat kejadian itu, langsung ketawa terbahak-bahak. Soalnya kesannya jadi lucu banget. Bukan hanya saya. Bahkan adik saya juga ikutan tertawa, sebagai ekspresi spontan atas yang dialaminya pada saat itu..
8. Keliru memanggil nama anak dan bapaknya
Pernahkah anda keliru memanggil nama anak dan bapaknya dalam satu kesempatan? Keliru di sini maksudnya adalah statusnya tertukar, sebagai anak dan bapak. Contoh misalnya nama teman kita Asep dan nama bapaknya Budi. Jadi kalau kita ketemu salah satunya, sebisa mungkin kita harus tepat memanggilnya; Asep sebagai anaknya dan Budi sebagai bapaknya..
Akan tetapi lain dengan teman saya yang pernah keliru memanggil nama anak dan bapaknya dalam satu kesempatan. Jadi ceritanya dia suatu saat mau main ke rumah temannya yang bernama Edi. Dan Edi ini putranya Pak Ujang yang kebetulan secara jarak, rumahnya sangat berdekatan. Jadi teman saya ini juga sangat kenal dengan bapaknya..
Sayangnya ketika pas sampai di rumahnya, si Edi ini ternyata nggak ada. Yang ada waktu itu yang nyamperin adalah Pak Ujang yang notabene bapaknya. Tentu saja karena penasaran, maka teman saya itu langsung bertanya ke bapaknya terkait keberadaan anaknya tersebut..
Akan tetapi sayangnya lagi, pertanyaannya itu juga malah membuat Pak Ujang sedikit marah. Soalnya wajahnya sedikit cemberut dan seperti nggak begitu ramah..
Jelas saja Pak Ujang jadi agak sedikit murka, Soalnya teman saya ini, salah menyebutkan namanya. Kira-kira begini kalimatnya pada saat itu: "Pak Edi, si Ujang ada nggak ya di rumah?". Harusnya yang benar kan begini: "Pak Ujang, si Edi ada nggak ya di rumah?"
Saya kurang tahu cerita selanjutnya bagaimana, karena saya hanya mendengar cerita ini dari adik saya. Tapi yang jelas ketika cerita kekeliruan teman saya itu sampai ke telinga saya, saya langsung ngakak terpingkal-pingkal. Jelas saja, soalnya jatuhnya jadi konyol dan lucu juga..
9. Bikin kopi pakai garam
Kata pepatah, ada gula ada kopi. Dan pepatah ini sejatinya menegaskan kalau mau buat kopi itu mesti pakai gula. Soalnya sebagaimana kita tahu, kalau kopi itu rasanya pahit. Jadi ibaratnya gula itu selain buat sebagai pemanisnya, tapi sekaligus juga buat sebagai penetralisirnya..
Lalu bagaimana rasanya kalau kita bikin kopi namun dengan campuran selain gula? Sudah pasti rasanya nggak karuan. Dan saya pernah mengalaminya. Bahkan terkesan konyol sebenarnya apa yang saya lakukan ini..
Bayangkan! Saya mencampurinya malah dengan garam, yang notabene rasanya asin. Ini serius lho, pernah saya lakukan dulu di rumah teman saya..
Tapi wajar sih, jika saya keliru memasukkan tambahan "penyedap rasa" pada saat itu. Secara ketika itu ceritanya saya baru saja bangun tidur. Jadi mungkin otak saya masih belum ngumpul. Akibatnya ya jadi kaya kurang fokus gitu..
Jujur sampai dengan ini, kalau ingat kejadian itu, saya suka senyum-senyum sendiri. Soalnya ya lucu bin konyol. Bahkan ibunya teman saya sampai tertawa, ketika tahu kejadian tersebut..
Lalu setelah itu bagaimana? Ya kopi yang sudah saya buat dengan campuran garam itu lalu saya buang. Soalnya nggak mungkin saya minum. Selanjutnya saya pun buat kopi baru lagi yang kali ini pastinya dengan campuran gula..
10. Salah kirim pesan ke orang lain
Dan lupa yang masuk kategori anti main stream yang ke-10 atau yang terakhir adalah salah kirim pesan ke orang lain. Mungkin hal kaya begini, banyak orang yang mengalaminya. Dari mulai dulu masih zaman SMS, sampai zaman era chatting di WA (WhatsApp)..
Masalahnya, kalau isi pesannya biasa-biasa saja sih nggak akan jadi problem. Nah yang jadi masalah itu, ketika kita mengirim pesan tentang umpatan seseorang. Dan pesan itu lalu terkirim ke orang yang sebenarnya sedang kita omongkan tersebut..
Sudah pasti kita akan malu, karena akhirnya orang itu jadi tahu kalau kita sedang ngomongin dia. Dan mungkin juga pada akhirnya dia pun akan marah sama kita..
Eh tapi memang ada ya, yang pernah mengalami kejadian kaya begini? Oh tentu saja ada, salah satunya adalah saya sendiri. Ini serius lho saya pernah mengalaminya, ketika dulu pas zaman SMS masih menjadi primadona sebagai layanan buat berkirim pesan antar sesama..
Saya nggak mau cerita panjang lebar kejadiannya seperti apa dan bagaimana. Yang jelas, pada saat itu saya asli malu banget sama orang yang sudah saya omongkan dalam isi pesan tersebut. Mana setelah itu, dianya marah lagi sama saya..
Tapi memang saya akui bisa ada kejadian seperti itu, karena sayanya kurang fokus. Secara waktu itu saya sedang mengikuti sebuah acara rapat kecil-kecilan. Mestinya saya kirim SMS-nya ke si B. Eh malah kirimnya ke si A, yang padahal orangnya sedang saya omongin di dalam pesan tersebut..
Itulah deretan lupa yang menurut saya masuk kategori anti main stream. Soalnya kalau difikir-fikir, ya aneh saja bisa dialami oleh sebagian orang. Bahkan menurut saya juga, sebagian diantaranya termasuk kejadian yang konyol. Walaupun kejadian tersebut dialami oleh saya pribadi..
Demikian informasi yang bisa saya himpun pada kesempatan kali ini. Semoga ini bisa bermanfaat dan mohon maaf jika seumpama ada salah-salah kata atau kalimat dalam postingan ini..

